Wednesday, July 15, 2015

Ke Stasiun Gubeng Naik Apa?

Stasiun Gubeng adalah stasiun yang banyak dikunjungi oleh penumpang khususnya yang akan melalui jalur selatan Surabaya, Madiun, Yogayakarta dst. Stasiun ini dulu pernah jadi saksi sejarah mudiknya Bung Karno ke tanah kelahiran beliau di Surabaya dengan tujuan stasiun Gubeng pada tahun 1950-an. Gambar di bawah adalah dokumentasinya yang saya comot dari Instagram kawan saya Dhahana Adi. Anda bisa follow akun mas Dhahana Adi jika ingin bernostalgia sambil mengingat banyak warisan sejarah kota pahlawan. Nah di foto ini Anda bisa lihat kusen pintu raksasa jaman Belanda yang sampai sekarang juga tetap tidak berubah,



Stasiun Gubeng ini letaknya sangat strategis di tengah kota. Anda bisa ke Monumen Kapal Selam alias Monkasel hanya tinggal menyeberang saja dari pintu Stasiun Gubeng lama. Ada juga beberapa hotel di sekitaran stasiun, mulai dari yang bintang 3 macam Hotel Sahid yang bersebelahan dengan Stasiun Gubeng, hotel bintang 4 dan lainnya yang akan saya bahas selanjutnya di sini.

Sebelumnya Anda perlu tahu bahwa ada 2 pintu masuk dan pintu tunggu kereta di Stasiun Gubeng. Yang pertama ada di Jalan Gubeng Masjid. Kereta eksekutif lewat pintu masuk ini. Jika tidak salah ada 6 jalur kereta dan ada pagar yang membatasi jalur kereta ekonomi dan eksekutif. Jadi jika Anda naik KA eksekutif pastikan Anda ke Stasiun Gubeng (baru) Jalan Gubeng Masjid. Bagaimana mencapainya?

1. Jika Anda dari Bandara, naiklah bus DAMRI ongkos 30,000 sampai Terminalbus Purabaya (Bungurasih).  Jalanlah ke arah bus kota dan Anda bisa naik bus DAMRI Bungurasih - Joyoboyo atau Bungurasih - Perak. Kedua bus ini ber-AC ada juga yang biasa.

2. Dari luar kota, turun di Terminal Purabaya (Bungurasih) dan langsung cari bus kota DAMRI jurusan Joyoboyo atau Perak.

3. Jika Anda naik bus kota jurusan langsung Terminal Joyoboyo maka Anda tinggal santai saja karena pemberhentian terakhir adalah terminal angkot Joyoboyo. Turun dari bus Anda bisa langsung ke deretan angkot dan carilah angkot T2. Angkot ini akan membawa Anda langsung turun tepat di Stasiun Gubeng (baru) Jalan Gubeng Masjid. Ongkos angkot 5000

Saran: Anda mungkin lebih baik keluar dari terminal Joyoboyo. Dari aah berhentinya bus kota jalan berbeloklah ke kanan. Cari angkot yang ngetem di dekat masjid Joyoboyo di komplek Polsek Wonokromo. Karena sepinya bus kebanyakan angkot T2 menunggu penumpang di sini.

4. Jika Anda naik bus kota DAMRI jurusan Perak, maka setelah melewati RSI (Rumah Sait Islam) Anda harus bersiap karena Terminal Joyoboyo sudah dekat. Bus tidak akan masuk terminal dan berhenti di pinggir jalan tepat di depan kantor Polsek Wonokromo. Turun dari bus, tinggal berjalan ke arah barat ke deretan angkot yang ngetem. Tidak perlu menyeberang jalan cari saja angkot T2. Angkot ini warnanya kuning kecoklatan terang.

Bagaimana jika Anda naik kereta ekonomi?  Turunlah di Stasiun Gubeng (lama) Jalan Stasiun Gubeng

Sama seperti langkah yang saya sampaikan di atas tapi alih-alih naik angkot T2 dari Terminal Angkot Joyoboyo, Anda harus naik Angkot F. Angkot F berjajar bersebelahan saja dengan lokasi berhentinya bus kota DAMRI yang masuk Terminal Joyoboyo. Atau jalan lurus ke timur sedikit untuk mencari angkot F yang ngetem.


Jadwal Kedatangan Kereta Masih Lama?
No problem! Anda bisa jalan-jalan keliling kota Surabaya loh hanya dengan berjalan kaki. Jika Anda dari Stasiun Gubeng lama, Anda hanya tinggal menyeberang perempatan dengan banyak jalur jalan, susuri jembatan dan Anda baru saja menyeberangi Kalimas, sungai penting yang dulunya jadi jalur perdagangan. Anda bisa melihat kapal selam besar, ya inilah onumen Kapal Selam alias Monkasel. Ongkos masuknya murah saja 8000 rupiah terakhir saya ke sana tahun lalu.

Jika Anda penasaran dengan taman besar di sisi sungai Kalimas dengan logo ikan sura dan buaya (ikon SUROBOYO) maka Anda berjalan terus ke arah barat melwati MONKASEL di Jalan Pemuda dan ada parkir mobil Plaza Surabaya. Anda masuk saja lewat parkiran mobil ini (belok kanan) jalan lurus maka Anda berada di parkir Timur Plaza Surabaya (Delta Plaza) dan tak jauh dari situ Anda bisa menemukan Skatepark tempat para skaters beraksi sambil melihat logo ikon kota Surabaya.

Jika Anda suka ngemall maka ada mall Surabaya Plaza yang lebih umum di sebut Delta Plaza. Jalan kecil di sisi mall akan mengarahkan Anda ke Surabaya Plazza Hotel tempat Anda bisa menikmati nasi gireng super pedas yang lebih dikenal dengan nama Nasi Goreng Jancuk (Jangan Cuma Komentar) di restoran hotel ini. 1 paket nasi goreng bia dimakan untuk 5 orang.

Masih kuat berjalan? Dari seberang Surabaya Plaza ada stasiun radio RRI dengan tugu kecil bertuliskan peristiwa sejarah yang terjadi di gedung ini. Anda asih kuat berjalan? Jalan terus ke arah barat searah dengan lalu lintas dan Anda bisa menemukan bangunan bersejarah Balai Pemuda yang juga jadi pusat informasi turis.

Jadi sembari menunggu kereta berangkat nikmati sejenak keramaian kota Surabaya hanya dengan berjalan kaki saja. Ingat jangan tertinggal kereta :)



Sunday, July 12, 2015

Ke TP (Tunjungan Plaza) Naik Apa?

Tunjungan Plaza yang tenar disebut TP adalah mall legendaris di Surabaya. Ketika saya kecil, saya tinggal di Mojokerto luar kota Surabaya, orang tua saya sudah membawa saya ke TP berulang kali. Sampai sekarang mall ini berdiri dengan kokoh di pusat kota Surabaya. Mencapai mall ini tentu saja sangat mudah. Mau tahu?

1. Dari luar kota? Turun Termina Bus Bungurasih dan berjalanlan ke arah jajaran bus kota. Anda tinggal pilih mau bus kota ber-AC atau yang tidak ber-AC. Semuanya dioperasikan oleh DAMRI. Bus kota AC jurusan Perak melewati TP letaknya di bagian paling ujung, paling dekat dengan pintu dari arah penumpang bus antar kota. Ongkos bus ini 6000 rupiah.

2. Dari arah barat kota Surabaya? Dari arah Gresik? Tinggal naik semua angkutan yang menuju JMP. Turunlah di JMP, menyeberang ke hotel Ibis di seberang JMP. Anda akan melihat tikungan jalan kecil tepat di sebelah hotel, berlawanan dengan JMP. Di situ ada tanda larangan berhenti tapi di situlah Anda bisa naik bus kota yang langsung mengarah ke TP.
Atau Anda bisa turun di halte depan Giant Supermarket dan kemudian tunggulah bus kota di situ. Bus kota DAMRI bertulis Perak - Joyoboyo mengarah ke TP.

Sangat mudah menemukan TP dan TP adalah lokasi yang paling banyak disebut oleh sopir angkutan yang mengarah ke sana. Jadi Anda tidak perlu khawatir melewatkan TP jika sedang asyik duduk sambil menikmati Surabaya dari kaca angkot / bus. Kondektur bus / sopir angkot akan berteriak kencang-kencang dan segeralah bersiap turun.

Untuk kembali ke tujuan Anda semula, tinggal menyeberang lewat jembatan penyeberangan dan tunggu bus DAMRI yang akan membawa Anda kembali ke Terminal Bungurasih atau jika Anda ke JMP anda tinggal naik angkutan DA warna kuning kehijauan yang mengarah ke JMP.

Selamat berbelanja

Konser Taeyang - RISE Concert in Jakarta (Bagian Keempat)

Konser bintang internasional macam Taeyang memang tidak mengecewakan. Walaupun harus menunggu konser mulai cukup lama sambil berdiri di depan panggung, penonton masuk dengan tertib. Saya berada di sisi kanan panggung baris ketiga dari depan Saya bisa melihat dengan jelas penonton yang beruntung berdiri tepat di depan pagar pembatas yang membatasinya dengan area kosong selebar 1-1,5 meter untuk para staf konser tepat di antara panggung dan area penonton.

Ketika saya masuk ke venue, udara berkabut karena dinginnya hembusan AC. Tentu saja ketika konser berjalan tidak terasa sama sekali dinginnya AC ini, tapi seingat saya saya bisa bernafas dengan lega walaupun berdesak-desakan. Saya yang berdiri di kelasfestival harus menunggu lebh kurang 30 menit sampai semua penonton masuk venue, Layar menampilkan logo konser RISE seperti matahari yang menyala sesuai dengan sang bintang Taeyang yang arti namanya matahari.

Ketika lampu dipadamkan dan musik pembuka mulai berdentum seluruh panggung bergemuruh. Saya pun berteriak-teriak girang sambil memanggil nama Taeyang bersama penonton lainnya. Saya sempat menoleh ke belakang ke arah tribun VIP yang tidak penuh saat itu, Tapi sisi tribun kiri dan kanan atas penuh sesak oleh penonton. Tepat ketika Taeyang muncul di tengah panggung, skeetika itu juga badan saya terdorong kuat sekali ke arah tengah panggung. Demikian pula ketika Taeyang bergerak ke sisi kanan panggung, badan saya terdorong kuat ke arah Taeyang bergerak. Saya? melindungi bagian muka dengan lengan saya dan berusaha untuk tegak bergerak dan tidak melawan dorongan penonton. Saya yang awalnya bersebelahan dengan seorang teman yang saya kenal di venue mendadak terpisah. Entah di mana teman saya berada, tidak terlihat sepanjang mata memandang.

Dengan tinggi hanya 150cm sangat sulit bagi saya untuk melihat jelas ke arah panggung. Tangan ratusan penonton yang mengarahkan gadget mereka ke panggung menutup pandangan saya. Jika saja semua rapi menonton tanpa merekam dengan gadget saya pasti bisa melihat dengan jelas. Intinya, saya melihat di antara tangan-tangan penggemar yang sibuk merekam pertunjukan. Layar besar di tengah tidka terlalu membantu. Taeyang hanya terlihat bagian kepalanya dan kebanyakn sih saya tidak bisa melihat apa-apa jadi saya mengandalkan layar besar di sisi kanan atas saya.

Tetap saja menonton di bagian festival memang enak. Walaupun saya tidak bisa berjoget ria karena tubuh terhimpit tapi ada 3 momen tak terlupakan. Dua kali Taeyang bernyanyi di arah saya dan saat itu saya benar-benar bisa meihat dia jelas di depan saya hanya berjarak sekitar 2m kurang saja. Pandangan saya tidak terhalang apapun, luar biasa. Saya tidak bisa bernyanyi saya hanya terkesima, mulut mangap, sambil berkata "uwoooo...woowww..Taeyang...wo...oh my God." Begitu saja berulang-ulang. Terakhirnya Taeyang bergelantungan ke sisi kanan saya. Sayangnya saya terdorong ke barisan keempat dari depan. Tapi saya melihat cukup jelas. Taeyang meriah tangan penonton yang berdiri jauh di sisi kana panggung. Intinya sih jika nonton kelas festival, nikmati saja. View yang tepat di tengah bisa jadi didapat bisa juga tidak. Ketika saya tidak bisa melihat Taeyang saya bisa melihat penari-penari (YG danccers) yang ganteng dan seksi itu. Lumayan lah...tidak ada Taeyang, mas penaripun jadi.

Berikut adalah gambar-gambar aksi Taeyang di panggung. Kredit foto ada di masing-masing foto. Selama pertunjukan saya tidak mengambil gambar dan juga tidak merekam. Saya ingin benar-benar fokus nonton bukan jadi kameramen. Toh hasil dari kamera ponsel saya pasti juga tidak bisa maksimal. Oh ya, mungkin karena saking semangatnya saya atau saking terpananya, saya lupa urutan lagu, dan kejadian-kejadian di panggung. Semua seperti terjadi cepat lewat begitu saja ha ha.

Performa Taeyang luar biasa. Memang musisi internasional, berapapun jumlah penonton dan apapun keadaannya tetap saja konser berjalan persis sama seperti konser RISE di tempat lain. Sebelum konser di Jakarta saya sempat melihat rekaman konser RISE di Jepang dan tata panggung, cahaya, dan kualitas suara juga persis sama. Kecuali ukuran panggung utama yang tentu saja di Jakarta lebih kecil. Selebihnya semua sama.

Konser menggunakan live band sehingga kualitas musik yang dihasilkan pun luar biasa bagusnya. Saya puas sekali. Semua lagu yang dibawakan terdengar luar biasa padahal sebenarnya ada beberapa lagu Taeyang di album terbarunya yang kurang saya suka. Dengan live band dan suasana panggung yang luar biasa semua lagu jadi enak didengar, jadi enak untuk berjoget.

Taeyang masih memberikan bonus 4 lagu kalo sya tidak salah (encore). Dia menanyakan lagu apa yang ingin penonton dengarkan lagi dan walauun saya berteriak kencang-kencang lagu yang diputar bukan keinginan saya. Tapi toh..tetap saja saya girang. Tetapi saya sudah habis energi di sekitar 4 lagu terakhir, Tenggorokan tercekat. Penonton tidak diperbolehkan membawa air minum ke dalam lokasi. Awalnya saya pikir akan ada yang berjualan air minum di dalam venue, ternyata...salah besar. Petugas memeriksa tas dan segala bentyk air minum dilarang. Akibatnya...ya dehidrasilah...jadi saya tidak lagi melompat-lompat. Saya menghemat energi. Entah apakah peraturan ini juga berlaku di luar negeri. Yang jelas saya sangat kehausan dan badan sudah terasa lemas. Kaki pun sudah gemetaran karena saya banyak berjinjit agar bisa melongokkan kepala ke arah panggung.

Secara keseluruhan saya puas sekali dan bahagia setelah konser. Sekitar 2 jam konser berjalan dan rasanya belum mau pulang. Ketika keluar dari pintu venue ada petugas perempuan membagikan sebatang coklat. Saya ambil saja dan keesokan harinya saya makan dengan santa di pesawat. Baru saya tahu beberapa jam sesudahnya bahwa coklat itu adalah pemberian Taeyang pada para penggemar yang sudah datang di acaranya. Karena acara bertepatan dengan hari Valentine, dia membeli coklat itu dengan uangnya dan membagikan pada para fans. Saya tidak tahu apakah semua dapat tapi yang jelas saya dapat. Kecewa..kecewa karena saya makan coklat itu dengan santainya di pesawat alih-aih menyimpannya ha ha.



Taeyang mengambil nomor undian. 2 pemenang masing-masing mendapatkan sepatu dan satu lagi
jika tidak salah mendapat topi yang Taeyang pakai