Monday, September 26, 2016

Boyz II Men Indiehome Concert Indonesia

Yes, akhirnya konser lagi hehe. Saya suka sekali nonton konser musik walaupun malas jika konsernya band lokal di keramaian. Ah itulah saya. Well..anyway suatu saat ketika sedang browse di smartphone, saya menemukan iklan konser Boyz II Men di Indonesia. Boyz II Men memang sudah tidak berjaya lagi sekarang. Tapi jika melihat ke belakang, nostalgia masa lalu..ah Boyz II Men, sungguh sayang jika dilewatkan.

Saya mengecek kebenaran iklan tersebut. Jika tidak salah di bulan April sudah muncul iklan konser yang akan digeber tanggal 17 Agustus 2016. Saya cek ke website resmi mereka dan memang ada nama Surabaya di daftar konser. Jadi konser Boyz II Men digelar di 3 tempat: Surabaya, Bandung, dan di Candi Prambanan. Karena ada di Surabaya saya tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Biasanya konser selalu di Jakarta, ongkos transportasi bakalan banyak.

Jadi saya sudah mulai melakukan jurus nonton konser. Budget diatur. Saya cek di situs penjual resmi tiketnya tiketapasaja.com harga tiket paling mahal kelas Diamond sebesar IDR 2.000.000. Awalnya saya berniat membeli tiket ini, tapi...saya urungkan setelah atasa memberikan bonus tahunan pada saya. Sayang juga membeli tiket kelas itu jadi saya beli tiket kelas Platinum sebesar IDR 1000.000,- Harga tiket kelas Gold di bawahnya jika tidak salah IDR 750,000,- dan paling murah kelas festival seharga 250,000,- (berdiri).

Saya akhirnya membeli tiket online lewat website tiketapasaja.com tanggal 2 Mei untuk konser tanggal 17 Agustus 2016. Saya agak was was membeli di situs tersebut karena belum pernah mendengar dan melakukan pembelian sebelumnya di situs tersebut. Setelah browse dan cek-cek akhirnya tiket dibeli. Verifikasi pembayaran seingat saya membutuhkan waktu 2 atau 3 hari. Tiket dijual juga di yes24.com tapi kursi tidak bisa dipilih.

Dan setelah menunggu lama sekali dari bulan Mei ke bulan Agustus, sampai hampir lupa jika ada konser maka jam 6 malam saya pergi naik gojek ke Dyandra Convention Hall di Gramedia Expo. E-tiket yang dikirimkan via email sudah saya cetak dan kemudian di booth penukaran tiket di depan saya menukarkan dengan tiket asli.


Ceritanya ada promo dari Indiehome bahwa setiap pembelian tiket akan diberikan cashback 25%. Syaratnya harus install Indiehome App dan punya sambungan Indiehome di rumah. Karena kedua syarat terpenuhi maka saya tambah bersemangat. Promo ini diumumkan via twitter dan ada link langsung ke laman Indiehome. Eh pas saya nanya ke petugas tiket dibilang promo hanya berlaku di tanggal tertentu, dengan wajah masnya yang tidak meyakinkan. Aneh. Masa pembeli pertama malah tidak dapat cashback. Di dalam saya menanyakan pada pihak Indiehome dan sedikit kecewa ketika mereka tidak tahu tentang promo tersebut tapi saya dijanjikan nominal yang dimaksud. Baiklah akhirnya saya hanya tulis semua data diri.

Konser dijadwalkan dimulai jam 8 malam. Sampai jam 19:30 saya masih antri. Saya nonton sendirian jadi ya...menunggu terasa sangat membosankan. Saya menunggu cukup lama untuk bisa masuk ke venue karena saya datang kurang lebih 1,5 jam sebelumnya. Antrian di tempat saya mengantri tidak terlalu panjang. Gelang dipakaikan di tangan dan tiket discan oleh petugas sebelum masuk ke venue.
Setelah itu saya masuk ke venue dan kursi tertata rapi. Ada petugas yang mencarikan kursi sesuai nomor. Kelas diamond yang VVIP malah ditemani escort girls dengan cocktail dress. Mereka menyambut penonton dan mencarikan kursi. OK I'm impressed!

Sesuai prediksi saya dari jumlah penonton yang tidak banyak banyak kursi yang kosong. Padahal waktu saya beli online kursi-kursi sudah terbeli. Entahlah. Saya menunggu agak lama sebelum konser mulai. Dan benar saja, ketika lampu dimatikan penonton maju duduk mengisi kursi yang josong di depannya. Saya juga ikut maju walaupun ada bapak-bapak yang menyindir. Yang menarik sebelum konser mulai kami diminta menyanyikan lagu kebangsaan. Momennya hari kemerdekaan sih :)

Tidak lama musik berbunyi daaaan muncullah 3 laki-laki bersuara emas. Boyz II Men adalah grup musik bergenre R&B dan soul dari Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. Awal berdiri tahun  1988 dan awalnya beranggotakan 4 orang. Sekarang mereka beranggotakan  3 orang yaitu Nathan Morris, Shawn Stockman, dan Wanya Morris. Suara mereka benar-benar prima walaupun sound menurut saya kurang bagus. Suara yang keluar kurang bulat dan lembut.

Saya lupa ada berapa lagu yang mereka bawakan tapi konser hanya berangsung kurang dari 1,5 jam. Lagu-lagu hits seperti End of The Road, Mama, Bended Knees, serta lagu cover dari Journey, Open Arms dibawakan sangat apik. Saya senang sekali. Sepanjang acara saya menikmati konser alih-alih merekam dengan kamera smartphone. Yang paling mengejutkan adalah sekitar 4 lagu terakhir mereka menyanyikan lagu End of The Roads dan membawa sebuket mawar. Mereka melambai dan meminta penonton maju ke panggung. Langsung deh saya lari ke depan bersama beberapa orang lainnya dan...saya berada tepat di depan panggung. Keren sekali dan menyenagkan sekali!!! Seumur hidup berlum pernah mendapat bunga dari laki-laki dan saya mendapatkaannya dari Wanya Morris. Yaaay.

Saya melihat mereka jelas sekali dari bibir panggung dan inilah video yang berhasil saya rekam. Mereka sangat hangat, ramah, dan menyenangkan. Sayangnya mereka tidak menambahkan encore alias tambahan lagu dan selesai begitu saja setelah lagu terakhir yang saya lupa judulnya :(


Saat lagu terakhir dimainkan saya masih tidak percaya konser sudah selesai. Saya pikir akan ada kejutan encore. Khayalan belaka. Sampai akhirnya ada kru Boyz II Men yang membereskan microphone di panggung baru saya sadar tidak ada lagi Boyz II Men. Saya keluar dari venue dengan bahagia. Konser yang tidak akan saya lupakan. Hal terbaik, tentu saja menonton langsung dari bibir panggung :).

Saya dan mawar dari Boyz II Men :)

Monday, July 11, 2016

Yuk Ke Mu Gung Hwa (무궁화)

Bunga Mu Gung Hwa
Nama Mu Gung Hwa (무궁화) bukan nama yang asing bagi penggemar makanan atau bahan makanan Korea. Saya pertama kali ke supermarket Mu Gung Hwa di Jakarta. Ketika beli Kimchi kemasan di Hypermart Supermall di Surabaya Barat juga tertulis bahwa kimchi kemasan itu adalah produk PIRT alias produk industri rumah tangga yang dibuat oleh Mu Gung Hwa. Dan beberapa bulan yang lalu tak sengaja saya menemukan lagi nama Mu Gung Hwa kali ini sebuah rumah makan Korea. Dan rumah makan ini tidak berafiliasi dengan dua Mu Gung Hwa yang saya sebut tadi.
Ternyata nama Mu Gung Hwa (무궁화) dalam bahasa Korea artinya bunga mawar sharon atau dalam bahasa latin disebut hibisus syriacus dan dianggap sebagai bunga keabadian (immortal flowers), bunga ini juga dianggap sebagai bunga bangsa. Baca cerita lebih lengkapnya di sini.

Karenanya nama ini umum dipakai untuk berbagai tempat walaupun tidak berkaitan satu sama lain.
Nah Mu Gung Hwa yang saya kunjungi di Surabaya Barat, tepatnya di daerah perumahan Bukit Palma ini adalah rumah makan yang menjual masakan Korea dengan harga terjangkau, berdiskon dan pastinya Halal. Banyak sekali restoran Korea yang otentik atau yang a la fast food di Surabaya. Tapi jika mencari yang harga terjangkau, porsi kenyang, rasa bersahabat dengan lidah kita, dan pastinya halal saya rasa cukup sulit. Restoran Korea macam Myung Ga, Go Ju Mong,  dan Baek Su tidak halal karena mereka menjual menu mengandung babi. Walaupun ada menu tanpa babi tapi saya ragu kehalalannya, jadi buat saya ya tidak halal. Oh ya jika Anda tidak ada masalah dengan meny mengandung babi Myung Ga sangat saya rekomendasikan. Teman saya yang asli orang Korea sangat suka makan di sana dan dia bilang enak.

Kembali pada Mu Gung Hwa di Bukit Palma, lokasinya mudah dijangkau. Jika Anda belum pernah ke daerah Surabaya Barat dari Ciputra Waterpark tinggal lurus ke arah Sambikerep. Lewati saja jalan mulus dari grup Cutraland yang menghubungkan Citraland dan Bukit Palma. Memasuki gapura penanda bukit Palma ada ruko-ruko di sisi jalan. Tepat di sisi kiri, di bagian paling akhir bersebelahan dengan tanah lapang ada rumah makan sederhana yang papan namanya malah menjual makanan Indonesia bertuliskan Warung Palma dan di sebelahnya ditulis Mu Gung Hwa. Alamat lengkapnya di Bukit Palma Citraland Ruko Palma Galeria RB 2 no.15 Benowo, Jl. Alas Malang, Surabaya. Buka setiap hari dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam. Jam 6 pagi? Yap, tidak salah, jam 6 pagi.

Waktu tempuh sebenarnya dari Ciputra Waterpark hanya 10 - 15 menit saja saya rasa.

Ruang makan dan dapurnya sederhana tapi rasanya saya suka. Menunya tidak seberapa banyak sebenarnya. Tidak ada side dish atau banchan di sini. Tapi mereka menjual kimchi yang menurut saya paling enak yang pernah saya coba. Kimchinya kimchi sawi putih, per 200 gramnya IDR 32,000. Ini menu makanan di sini berdasar hasil foto buku menu. Tidak terlalu banyak pilihannya tapi layak dicoba.


Seoul Fried Chickennya tidak saya rekomendasikan.
Ayam a la Korea merk  kedai cepat saji Bon Chon lebih mantab menurut saya rasanya

Tambahan toping dan level kepedasan ini ada di buku menu
tetapi saya belum mencoba apa benar-benar tersedia atau tidak. 

Ini adalah harga paling baru setelah libur Idul Fitri 1437 H he he. Harganya masih ditulis tangan




Jika datang ke sini Anda wajib melihat dengan seksama menu dari buku menunya. Terkadang kita langsung ditunjukkan bagian menu utama. Penjualnya sepertinya kakak beradik. Ramah dan ramah he he. Saya sempat bertanya jika ibu penjualnya pernah tinggal di Korea, tetapi beliau bilang hanya belajar saja masakan Korea. Kecurigaan saya lainnya sih kemungkinan dia menikah dengan orang Korea. Who knows :)

Yang paling keren di sini adalah diskonnya. Setiap tanggal 11 tiap bulan semua makanan didiskon 50%. Ya semua makanan Korea diskon separo harga. Saya paling suka tteokpokki, kimchi, dan Yukgejang di sini. Menu lainnya lumayan enak. Bolehlah Anda coba semuanya terutama pas tanggal 11 nanti. Alkisah tanggal 11 diberi diskon karena itu tanggal ulang tahun pemiliknya.

Diskon ini masih berlaku dan semoga berlaku selamanya :)

Jika pergi ke tempat ini terlalu jauh dari rumah Anda maka bisa pesan langsung via Go-Food. Menu tersedia lengkap dan selain itu juga ada bahan-bahan makanan Korea yang bisa Anda pesan.  Ini langkah-langkah pesannya.

1. Install dulu aplikasi Gojek
2. Klik ikon sendok garpu (GoFood)
3. Muncul bagian pencarian seperti di bawah ini, ketik Mu Gung Hwa


4. Muncul halaman rumah makan dan Anda bisa pilih apa saja yang Anda mau. 
5. Selesaikan pesanan.
6. Gojek driver akan menelpon Anda dan membayar dahulu pesanan Anda.
7. Tunggu kedatangan makanan dan bayar pesanan ditambah biaya kirim. 


Tinggal klik masing-masing item untuk tahu detil menu lebih lanjut
Ini beberapa bahan masakan Korea yang dijual.
Mereka juga menjual Soju (minuman beralkohol khas Korea)

Untuk kimchi Anda bisa menghubungi penjual dulu untuk menanyakan apakah kimchi masih fresh alias baru bikin atau sudah terfermentasi. Kimchi yang buatan Mu Gung Hwa pedas. Jadi tidak hanya masam seperti umumnya asinan sayur kimchi. Warnanya merah cantik tidak seperti kimchi kemasan lain yang saya pernah beli. Rasa kimchinya mantab. Terasa rasa laut , wortel, rempah, dan segar. Untuk yang fresh rasanya leboh legit. Saya suka yang sudah terfermentasi. Ini penampakan kimchi Mu Gung Hwa. Untuk 500gr, dibeli tanggal 11 di pesta diskonnya harganya hanya IDR 40,000. Artikel mendalam tentang kimchi akan saya bahas di sini.


Kimchi yang saya beli di Mu Gung Hwa 

Selain menjual makanan Korea Mu Gung Hwa juga menjual masakan Indonesia. Tampaknya menu makanan Indonesia lainnya macam bebek goreng manis, ayam goreng dan lainnya juga enak. Tapi saya malas mencoba. Jika kebetulan berkunjung ke Surabaya Barat bolehlah Anda coba makan di sini.

Info pemesanan makanan atau info lain tentang Mu Gung Hwa bisa kontak mereka di :
Nomer HP 0813-5768-3300 atau 0889-3103-300
Instagram: mu_gung_hwa 

Wednesday, October 28, 2015

Konser BIGBANG 2015, Jangan Lagi Terulang!

Butuh waktu lebih dari dua bulan bagi saya untuk menulis postingan ini. Antara malas dan sakit hati, saya rasa alasan yang pertama adalah yang utama. Jika Anda juga penggemar BIGBANG atau penggemar K-Pop atau mungkin cuma pemerhati masalah musik dan rajin membaca berita-berita seputar artis luar negeri yang berkonser di Indonesia maka Anda kemungkinan besar sudah tahu betapa "ampas" (meminjam istilah teman saya) nya konser BIGBANG di Indonesia tanggal 1 Agustus 2015 di Indonesia Convention Center (ICE) di kawasan BSD-Tangerang.

Promotor, yang namanya tidak akan pernah saya lupakan, MecimaPro menggelar acara ini dengan harga tiket yang fantastis. Mungkin termasuk yang paling mahal untuk ukurna konser K-Pop di Indonesia. Saya berjuang untuk membeli tiket kelas VIP. Ya, itu adalah harga termahal yang akan saya keluarkan untuk sebuah konser musik. Saya masih ingat hari-hari menjelang penjualan tiket pihak promotor dan penjual tiket online sibuk dibanjiri pertanyaan para VIP (penggemar BIGBANG). Mereka mengumumkan pada jam 10 tiket akan dijual, saya lupa persisnya tanggal berapa itu. Yang jelas kurang lebih sekitar 1 bulan sebelum konser digelar tiket sudah dijual.

Hanya dalam waktu 10 menit kurang dari jam dibukanya penjualan tiket VIP ini ludes terjual. Saya salah satu pemburu yang kecewa. Saya berharap bisa melihat BIGBANG dari dekat, walaupun harus berjejalan dan berjibaku nantinya yang pasti lebih parah daripada Konser Taeyang sebelumnya. Saya sempat tidak bisa konsentrasi sampai sore hari karena kesulitan membeli tiket karena saya tidak punya rencana nonton di kelas lain.

Kelas Pink, tepat di belakang VIP juga ludes tidak lama setelah diumumkan bahwa kelas VIP sold out. Makin galau hati saya. Akhirnya saya membeli kelas Gray yang nun jauh di belakang tetapi kemudian saya syukuri "nikmat" Tuhan ini. Anda akan tahu mengapa, sudilah membaca lanjutan cerita saya di post ini. 


Wednesday, July 15, 2015

Ke Stasiun Gubeng Naik Apa?

Stasiun Gubeng adalah stasiun yang banyak dikunjungi oleh penumpang khususnya yang akan melalui jalur selatan Surabaya, Madiun, Yogayakarta dst. Stasiun ini dulu pernah jadi saksi sejarah mudiknya Bung Karno ke tanah kelahiran beliau di Surabaya dengan tujuan stasiun Gubeng pada tahun 1950-an. Gambar di bawah adalah dokumentasinya yang saya comot dari Instagram kawan saya Dhahana Adi. Anda bisa follow akun mas Dhahana Adi jika ingin bernostalgia sambil mengingat banyak warisan sejarah kota pahlawan. Nah di foto ini Anda bisa lihat kusen pintu raksasa jaman Belanda yang sampai sekarang juga tetap tidak berubah,



Stasiun Gubeng ini letaknya sangat strategis di tengah kota. Anda bisa ke Monumen Kapal Selam alias Monkasel hanya tinggal menyeberang saja dari pintu Stasiun Gubeng lama. Ada juga beberapa hotel di sekitaran stasiun, mulai dari yang bintang 3 macam Hotel Sahid yang bersebelahan dengan Stasiun Gubeng, hotel bintang 4 dan lainnya yang akan saya bahas selanjutnya di sini.

Sebelumnya Anda perlu tahu bahwa ada 2 pintu masuk dan pintu tunggu kereta di Stasiun Gubeng. Yang pertama ada di Jalan Gubeng Masjid. Kereta eksekutif lewat pintu masuk ini. Jika tidak salah ada 6 jalur kereta dan ada pagar yang membatasi jalur kereta ekonomi dan eksekutif. Jadi jika Anda naik KA eksekutif pastikan Anda ke Stasiun Gubeng (baru) Jalan Gubeng Masjid. Bagaimana mencapainya?

1. Jika Anda dari Bandara, naiklah bus DAMRI ongkos 30,000 sampai Terminalbus Purabaya (Bungurasih).  Jalanlah ke arah bus kota dan Anda bisa naik bus DAMRI Bungurasih - Joyoboyo atau Bungurasih - Perak. Kedua bus ini ber-AC ada juga yang biasa.

2. Dari luar kota, turun di Terminal Purabaya (Bungurasih) dan langsung cari bus kota DAMRI jurusan Joyoboyo atau Perak.

3. Jika Anda naik bus kota jurusan langsung Terminal Joyoboyo maka Anda tinggal santai saja karena pemberhentian terakhir adalah terminal angkot Joyoboyo. Turun dari bus Anda bisa langsung ke deretan angkot dan carilah angkot T2. Angkot ini akan membawa Anda langsung turun tepat di Stasiun Gubeng (baru) Jalan Gubeng Masjid. Ongkos angkot 5000

Saran: Anda mungkin lebih baik keluar dari terminal Joyoboyo. Dari aah berhentinya bus kota jalan berbeloklah ke kanan. Cari angkot yang ngetem di dekat masjid Joyoboyo di komplek Polsek Wonokromo. Karena sepinya bus kebanyakan angkot T2 menunggu penumpang di sini.

4. Jika Anda naik bus kota DAMRI jurusan Perak, maka setelah melewati RSI (Rumah Sait Islam) Anda harus bersiap karena Terminal Joyoboyo sudah dekat. Bus tidak akan masuk terminal dan berhenti di pinggir jalan tepat di depan kantor Polsek Wonokromo. Turun dari bus, tinggal berjalan ke arah barat ke deretan angkot yang ngetem. Tidak perlu menyeberang jalan cari saja angkot T2. Angkot ini warnanya kuning kecoklatan terang.

Bagaimana jika Anda naik kereta ekonomi?  Turunlah di Stasiun Gubeng (lama) Jalan Stasiun Gubeng

Sama seperti langkah yang saya sampaikan di atas tapi alih-alih naik angkot T2 dari Terminal Angkot Joyoboyo, Anda harus naik Angkot F. Angkot F berjajar bersebelahan saja dengan lokasi berhentinya bus kota DAMRI yang masuk Terminal Joyoboyo. Atau jalan lurus ke timur sedikit untuk mencari angkot F yang ngetem.


Jadwal Kedatangan Kereta Masih Lama?
No problem! Anda bisa jalan-jalan keliling kota Surabaya loh hanya dengan berjalan kaki. Jika Anda dari Stasiun Gubeng lama, Anda hanya tinggal menyeberang perempatan dengan banyak jalur jalan, susuri jembatan dan Anda baru saja menyeberangi Kalimas, sungai penting yang dulunya jadi jalur perdagangan. Anda bisa melihat kapal selam besar, ya inilah onumen Kapal Selam alias Monkasel. Ongkos masuknya murah saja 8000 rupiah terakhir saya ke sana tahun lalu.

Jika Anda penasaran dengan taman besar di sisi sungai Kalimas dengan logo ikan sura dan buaya (ikon SUROBOYO) maka Anda berjalan terus ke arah barat melwati MONKASEL di Jalan Pemuda dan ada parkir mobil Plaza Surabaya. Anda masuk saja lewat parkiran mobil ini (belok kanan) jalan lurus maka Anda berada di parkir Timur Plaza Surabaya (Delta Plaza) dan tak jauh dari situ Anda bisa menemukan Skatepark tempat para skaters beraksi sambil melihat logo ikon kota Surabaya.

Jika Anda suka ngemall maka ada mall Surabaya Plaza yang lebih umum di sebut Delta Plaza. Jalan kecil di sisi mall akan mengarahkan Anda ke Surabaya Plazza Hotel tempat Anda bisa menikmati nasi gireng super pedas yang lebih dikenal dengan nama Nasi Goreng Jancuk (Jangan Cuma Komentar) di restoran hotel ini. 1 paket nasi goreng bia dimakan untuk 5 orang.

Masih kuat berjalan? Dari seberang Surabaya Plaza ada stasiun radio RRI dengan tugu kecil bertuliskan peristiwa sejarah yang terjadi di gedung ini. Anda asih kuat berjalan? Jalan terus ke arah barat searah dengan lalu lintas dan Anda bisa menemukan bangunan bersejarah Balai Pemuda yang juga jadi pusat informasi turis.

Jadi sembari menunggu kereta berangkat nikmati sejenak keramaian kota Surabaya hanya dengan berjalan kaki saja. Ingat jangan tertinggal kereta :)



Sunday, July 12, 2015

Ke TP (Tunjungan Plaza) Naik Apa?

Tunjungan Plaza yang tenar disebut TP adalah mall legendaris di Surabaya. Ketika saya kecil, saya tinggal di Mojokerto luar kota Surabaya, orang tua saya sudah membawa saya ke TP berulang kali. Sampai sekarang mall ini berdiri dengan kokoh di pusat kota Surabaya. Mencapai mall ini tentu saja sangat mudah. Mau tahu?

1. Dari luar kota? Turun Termina Bus Bungurasih dan berjalanlan ke arah jajaran bus kota. Anda tinggal pilih mau bus kota ber-AC atau yang tidak ber-AC. Semuanya dioperasikan oleh DAMRI. Bus kota AC jurusan Perak melewati TP letaknya di bagian paling ujung, paling dekat dengan pintu dari arah penumpang bus antar kota. Ongkos bus ini 6000 rupiah.

2. Dari arah barat kota Surabaya? Dari arah Gresik? Tinggal naik semua angkutan yang menuju JMP. Turunlah di JMP, menyeberang ke hotel Ibis di seberang JMP. Anda akan melihat tikungan jalan kecil tepat di sebelah hotel, berlawanan dengan JMP. Di situ ada tanda larangan berhenti tapi di situlah Anda bisa naik bus kota yang langsung mengarah ke TP.
Atau Anda bisa turun di halte depan Giant Supermarket dan kemudian tunggulah bus kota di situ. Bus kota DAMRI bertulis Perak - Joyoboyo mengarah ke TP.

Sangat mudah menemukan TP dan TP adalah lokasi yang paling banyak disebut oleh sopir angkutan yang mengarah ke sana. Jadi Anda tidak perlu khawatir melewatkan TP jika sedang asyik duduk sambil menikmati Surabaya dari kaca angkot / bus. Kondektur bus / sopir angkot akan berteriak kencang-kencang dan segeralah bersiap turun.

Untuk kembali ke tujuan Anda semula, tinggal menyeberang lewat jembatan penyeberangan dan tunggu bus DAMRI yang akan membawa Anda kembali ke Terminal Bungurasih atau jika Anda ke JMP anda tinggal naik angkutan DA warna kuning kehijauan yang mengarah ke JMP.

Selamat berbelanja

Konser Taeyang - RISE Concert in Jakarta (Bagian Keempat)

Konser bintang internasional macam Taeyang memang tidak mengecewakan. Walaupun harus menunggu konser mulai cukup lama sambil berdiri di depan panggung, penonton masuk dengan tertib. Saya berada di sisi kanan panggung baris ketiga dari depan Saya bisa melihat dengan jelas penonton yang beruntung berdiri tepat di depan pagar pembatas yang membatasinya dengan area kosong selebar 1-1,5 meter untuk para staf konser tepat di antara panggung dan area penonton.

Ketika saya masuk ke venue, udara berkabut karena dinginnya hembusan AC. Tentu saja ketika konser berjalan tidak terasa sama sekali dinginnya AC ini, tapi seingat saya saya bisa bernafas dengan lega walaupun berdesak-desakan. Saya yang berdiri di kelasfestival harus menunggu lebh kurang 30 menit sampai semua penonton masuk venue, Layar menampilkan logo konser RISE seperti matahari yang menyala sesuai dengan sang bintang Taeyang yang arti namanya matahari.

Ketika lampu dipadamkan dan musik pembuka mulai berdentum seluruh panggung bergemuruh. Saya pun berteriak-teriak girang sambil memanggil nama Taeyang bersama penonton lainnya. Saya sempat menoleh ke belakang ke arah tribun VIP yang tidak penuh saat itu, Tapi sisi tribun kiri dan kanan atas penuh sesak oleh penonton. Tepat ketika Taeyang muncul di tengah panggung, skeetika itu juga badan saya terdorong kuat sekali ke arah tengah panggung. Demikian pula ketika Taeyang bergerak ke sisi kanan panggung, badan saya terdorong kuat ke arah Taeyang bergerak. Saya? melindungi bagian muka dengan lengan saya dan berusaha untuk tegak bergerak dan tidak melawan dorongan penonton. Saya yang awalnya bersebelahan dengan seorang teman yang saya kenal di venue mendadak terpisah. Entah di mana teman saya berada, tidak terlihat sepanjang mata memandang.

Dengan tinggi hanya 150cm sangat sulit bagi saya untuk melihat jelas ke arah panggung. Tangan ratusan penonton yang mengarahkan gadget mereka ke panggung menutup pandangan saya. Jika saja semua rapi menonton tanpa merekam dengan gadget saya pasti bisa melihat dengan jelas. Intinya, saya melihat di antara tangan-tangan penggemar yang sibuk merekam pertunjukan. Layar besar di tengah tidka terlalu membantu. Taeyang hanya terlihat bagian kepalanya dan kebanyakn sih saya tidak bisa melihat apa-apa jadi saya mengandalkan layar besar di sisi kanan atas saya.

Tetap saja menonton di bagian festival memang enak. Walaupun saya tidak bisa berjoget ria karena tubuh terhimpit tapi ada 3 momen tak terlupakan. Dua kali Taeyang bernyanyi di arah saya dan saat itu saya benar-benar bisa meihat dia jelas di depan saya hanya berjarak sekitar 2m kurang saja. Pandangan saya tidak terhalang apapun, luar biasa. Saya tidak bisa bernyanyi saya hanya terkesima, mulut mangap, sambil berkata "uwoooo...woowww..Taeyang...wo...oh my God." Begitu saja berulang-ulang. Terakhirnya Taeyang bergelantungan ke sisi kanan saya. Sayangnya saya terdorong ke barisan keempat dari depan. Tapi saya melihat cukup jelas. Taeyang meriah tangan penonton yang berdiri jauh di sisi kana panggung. Intinya sih jika nonton kelas festival, nikmati saja. View yang tepat di tengah bisa jadi didapat bisa juga tidak. Ketika saya tidak bisa melihat Taeyang saya bisa melihat penari-penari (YG danccers) yang ganteng dan seksi itu. Lumayan lah...tidak ada Taeyang, mas penaripun jadi.

Berikut adalah gambar-gambar aksi Taeyang di panggung. Kredit foto ada di masing-masing foto. Selama pertunjukan saya tidak mengambil gambar dan juga tidak merekam. Saya ingin benar-benar fokus nonton bukan jadi kameramen. Toh hasil dari kamera ponsel saya pasti juga tidak bisa maksimal. Oh ya, mungkin karena saking semangatnya saya atau saking terpananya, saya lupa urutan lagu, dan kejadian-kejadian di panggung. Semua seperti terjadi cepat lewat begitu saja ha ha.

Performa Taeyang luar biasa. Memang musisi internasional, berapapun jumlah penonton dan apapun keadaannya tetap saja konser berjalan persis sama seperti konser RISE di tempat lain. Sebelum konser di Jakarta saya sempat melihat rekaman konser RISE di Jepang dan tata panggung, cahaya, dan kualitas suara juga persis sama. Kecuali ukuran panggung utama yang tentu saja di Jakarta lebih kecil. Selebihnya semua sama.

Konser menggunakan live band sehingga kualitas musik yang dihasilkan pun luar biasa bagusnya. Saya puas sekali. Semua lagu yang dibawakan terdengar luar biasa padahal sebenarnya ada beberapa lagu Taeyang di album terbarunya yang kurang saya suka. Dengan live band dan suasana panggung yang luar biasa semua lagu jadi enak didengar, jadi enak untuk berjoget.

Taeyang masih memberikan bonus 4 lagu kalo sya tidak salah (encore). Dia menanyakan lagu apa yang ingin penonton dengarkan lagi dan walauun saya berteriak kencang-kencang lagu yang diputar bukan keinginan saya. Tapi toh..tetap saja saya girang. Tetapi saya sudah habis energi di sekitar 4 lagu terakhir, Tenggorokan tercekat. Penonton tidak diperbolehkan membawa air minum ke dalam lokasi. Awalnya saya pikir akan ada yang berjualan air minum di dalam venue, ternyata...salah besar. Petugas memeriksa tas dan segala bentyk air minum dilarang. Akibatnya...ya dehidrasilah...jadi saya tidak lagi melompat-lompat. Saya menghemat energi. Entah apakah peraturan ini juga berlaku di luar negeri. Yang jelas saya sangat kehausan dan badan sudah terasa lemas. Kaki pun sudah gemetaran karena saya banyak berjinjit agar bisa melongokkan kepala ke arah panggung.

Secara keseluruhan saya puas sekali dan bahagia setelah konser. Sekitar 2 jam konser berjalan dan rasanya belum mau pulang. Ketika keluar dari pintu venue ada petugas perempuan membagikan sebatang coklat. Saya ambil saja dan keesokan harinya saya makan dengan santa di pesawat. Baru saya tahu beberapa jam sesudahnya bahwa coklat itu adalah pemberian Taeyang pada para penggemar yang sudah datang di acaranya. Karena acara bertepatan dengan hari Valentine, dia membeli coklat itu dengan uangnya dan membagikan pada para fans. Saya tidak tahu apakah semua dapat tapi yang jelas saya dapat. Kecewa..kecewa karena saya makan coklat itu dengan santainya di pesawat alih-aih menyimpannya ha ha.



Taeyang mengambil nomor undian. 2 pemenang masing-masing mendapatkan sepatu dan satu lagi
jika tidak salah mendapat topi yang Taeyang pakai