Pendidikan yang Membebaskan


Taken from http://www.basicbelia.blogspot.com
            Sebuah film apik besutan sutradara Rajkumar Hirani, 3 Idiots, membuka hati dan pikiran saya akan kebebasan dan pendidikan. Film ini bercerita tentang kehidupan tiga mahasiswa Imperial College of Engineering, sebuah universitas teknik terkemuka di India, dan permasalahan yang mereka hadapi: sebuah sistem pendidikan yang mengekang kebebasan berpikir, menekan, dan mendasarkan kompetisi untuk menjadi nomer satu. Di universitas tersebut, siapa yang lulus pada setiap mata ujian dipastikan akan mendapatkan pekerjaan bergengsi dan posisi terhormat di masyarakat. Sebaliknya mereka yang gagal dipastikan menjadi orang-orang kalah yang tidak berguna.

 Adalah sebuah kebanggaan tak ternilai bagi orang tua Farhan, Mahasiswa dari golongan ekonomi menengah jika putra mereka bisa kuliah di universitas bergengsi. Walaupun Farhan sendiri tidak mempunyai kecintaan pada teknik, ia mencintai fotografi. Sayangnya orang tua dan lingkungan sekitarnya menganggap insinyur adalah pekerjaan yang teroandang dan mampu mengangkat harkat dan derajat seseorang. Raju, sahabat Farhan, mahasiswa dari keluarga miskin menjadi tumpuan hidup bagi keluarganya. Gelar insinyur adalah satu-satunya harapan bagi keluarganya untuk meningkatkan kehidupan ekonomi kelaurga. Beban ini memberikan tekanan dan ketakutan akan kegagalan yang luar biasa bagi Raju. Sebaliknya, Rancho, tokoh sentral dari film ini, yang bersahabat dengan Farhan dan Raju digambarkan sebagai sosok yang sangat menikmati belajar, sangat mencintai ilmu pengetahuan, haus akan pengetahuan baru, tidak mudah menyerah, dan memaknai semua pengetahuan yang didapatnya.
Tokoh kunci lainnya, rektor ICE adalah rektor sekaligus pengajar yang disiplin, berorientasi pada hasil, tujuan, rangking, dan kesuksesan akademis. Sang rektor sangat  disiplin dan mengutamakan nilai sebagai pencapaian yang maha penting. Baginya hidup adalah persaingan. Siapa yang tidak mampu bertahan dalam sistem maka ia akan tergilas. Kesuksesan dimenangkan dengan memenangkan persaingan dan menjatuhkan yang lemah. Pendidikan adalah alat untuk mengantarkan sesorang mencapai kehidupan yang lebih baik hanya bagi mereka yang mampu bekerja seperti mesin. Bekerja keras, mengikuti semua pola dan aturan, berjalan sesuai dengan apa yang diajarkan, dan terus menerus berkompetisi.
3 Idiots adalah kritik bagi sistem pendidikan yang menekan dan mengekang. sistem pendidikan ini hanya menghasilkan mesin, yaitu siswa yang tidak mempunyai kemampuan menganalisis sebuah permasalahan dan bekerja hanya sesuai dengan panduan yang ada. Mesin tidak mempunyai hati, pikiran, dan akal budi. Seluruh organ difungsikan untuk menyelesaikan tugas, keberhasilan tanpa cacat dan nirkesalahan. Sistem pendidikan yang hanya mengunggulkan kesuksesan dari segi akademis inilah yang meracuni jiwa seorang pelajar.
 Kompetisi dan tekanan bukanlah sesuatu yang sepantasnya diberikan kepada siswa secara berlebihan. Sekolah, universitas, dan institusi pendidikan yang lain seharusnya menjadi tempat siswa menikmati proses belajar dan memaknai segala sesuatu yang mereka pelajari. Tekanan akan menjadi yang nomer satu di kelas, yang terbaik, kompetisi yang diunggulkan hanya akan menghasilkan siswa-siswa yang tertekan dan “mati”. Digambarkan dalam film ini seorang mahasiswa yang ditekan oleh tanggung jawab keluarganya menjadi insinyur pertama di desanya berbuah upaya bunuh diri karena sang rektor menolak memberikan tenggat waktu lebih pada sang mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhirnya. 
Di dunia faktanya berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Arizona State University, diperkirakan 11% dari mahasiswanya memutuskan bunuh diri. Antara bulan September sampai Maret 2010 enam mahasiswa pada Cornell University memutuskan untuk bunuh diri. Depresi adalah penyebab utamanya, tekanan dari tugas kuliah, tuntutan orang tua dan masalah adaptasi dengan lingkungan dan rekan belajar adalah beberapa penyebab utamanya. Raju tokoh mahasiswa lain dalam film ini mendapat tekanan yang luar biasa besar untuk mengangkat harkat keluarganya dengan menjadi insinyur dan lulusan universitas terkemuka ICE. Farhan, dipaksa oleh orang tuanya untuk menjadi insinyur walaupun sebenarnya ia ingin menjadi fotografer. Tekanan-tekanan ini mengerdilkan keindahan pendidikan yang seharusnya mengangkat harkat hidup orang apapun cita-cita orang tersebut. 
Pendidikan seharusnya menciptakan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, kehausan mencari pengetahuan baru, dan kesukacitaan memecahkan permasalahan dengan bekal ilmu pengetahuan yang dimiliki. Bersekolah dan belajar seharusnya merupakan kegiatan yang menyenangkan yang tidak memenjarakan siswa dalam bangunan yang disebut sekolah. Bersekolah dan belajar seharusnya juga tidak mengkotak-kotakkan siswa berdasarkan kemampuan, kekayaan, dan segala kekhasan pada diri masing-masing siswa. Semua siswa mempunyai keistimewaannya sendiri. Pengajar dan orang tua seyogyanya mengasuh para siswa dengan tidak menyamaratakan kemampuan dan minat siswa. Dengan dukungan penuh keluarga dan suasana belajar yang memerdekakan pemikiran siswa, belajar perlu dimaknai sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan dan bukan sekedar untuk mendapatkan ijazah akan tercapai.


Post a Comment

0 Comments

advertise