Monday, April 30, 2012

Statistik Kartuku


Salah satu hal terkeren dari postcrossing adalah fitur statistik. Di dalam fitur yang bisa Anda temukan di toolbar “Explore” adalah statistik yang berisi 3 bagian. Antara lain statistik yang menunjukkan activity per month alias aktivitas kita selama sebulan dalam bertukar kartu pos; country distribution alias negara-negara asal user lain yang berpostcrossing dengan kita; dan postcards by country yang menunjukkan secara detil berapa riwayat kartu pos kita.

Di bagian postcard by country ini bisa dilihat berapa waktu mengirim dan menerima kartu pos dari luar negeri. Ugh….bisa dilihat di tabel ini bahwa waktu mengirim kartu pos ke luar negeri memakan waktu rata-rata 1 bulan. Sebaliknya saya menerima dalam waktu yang rata-rata separuhnya, alias 2 minggu. Huuuu pantas saja banyak user luar negeri yang dalam wakgtu 3 bulan  sudah bisa mendapat 30 kartu pos sedangkan saya dalam waktu yang sama baru mendapat 12 kartu pos. Perbedaan yang cukup jauh bukan? Hiks hiks hiks.


Karena rentang waktu yang lama inilah maka saya lebih banyak bertukar langsung (direct swap). Daripada menunggu lama sekali….
Statistik terakhir sampai akhir April 2011


Aktivitas postcrossing saya, hiks ada bulan sepi kartu pos juga hiks hiks




Untuk negara-negara yang sudah saya kirimi / mengirimi saya kartu pos bisa dilihat di pie chart di atas (sampai April 2012). Nah ternyata paling banyak dari 3 negara yaitu Belanda, A.S dan Jerman. Belanda adalah negara kedua dengan jumlah anggota postcrossing yang terbesar di Eropa (sekitar 22.000 member) sementara Jerman memiliki anggota postcrossing kedua terbesar di Eropa sebanyak 20.000orang. 
A.S dan Cina tentu saja memiliki jumlah anggota yang lebih besar, di dunia saja mereka populasinya sangat besar jadi tidak mengherankan dong jika mereka juga memadati populasi postcrossing. Data tentang jumlah anggota postcrossing ini bisa dilihat di toolbar "Explore" dan klik countries. 

Tapi...harap diingat bahwa ini adalah jumlah member aktif dan tidak aktif. Tidak aktif ya artinya mereka terdaftar tapi belum melakukan aktivitas mengirim / menerima kartu pos sama sekali. Banyak loh yang seperti ini, coba saja cari Indonesia dan usernya, banyak sekali yang mendaftar tapi tidak berkirim kartu pos. 

Sekian laporan tentang postcrossing. Sambung lagi di lain kesempatan ho ho ho






Saturday, April 28, 2012

Donor - Telur

Bulan April ini waktunya saya ke PMI mendonor darah. Tepatnya tanggal berapa saya harus berkunjung untuk ketiga kalinya saya lupa, yang jelas di akhir bulan April.

Awalnya saya berencana pergi di hari Minggu karena saya punya waktu luang lebih banyak. Tetapi karena saya ingin berkonsentrasi pada tugas kuliah di hari Minggu maka sudah diputuskan semalam bahwa saya akan menuju markas PMI di Jalan Embong Ploso - Surabaya.

Ini bukan kunjunbgan pertama saya, tapi kunjungan ketiga. Seperti biasa saya mengisi formulir pendonor, menunggu antrian, menimbang badan, dan cek darah -> bagian maha penting. Di bagian ini maka kadar darah merah (hemoglobin)dalam tubuh akan diperiksa. Menurut situs PMI Surabaya Hb pendonor wanita minimal 12 dan untuk pria 12,5 tapi....dulu saya 12,3 ditolak. Sepertinya diambil batas atasnya. Dan selalu saya dag-dig-dug tiap screening di bagian ini. Seperti ikut ujian, lolos bisa donor gagal pulang lagi banyak istirahat, makan makanan bergizi dan berdoa he he he. Kebiasaan saya sih tiap mau donor saya selalu konsumsi jus jambu merah. Selalu berhasil :)

Hari ini Hb saya 13,2 Alhamdulillah..lolos. Setelah itu menuju ke bilik kecil dengan dokter yang mengukur tekanan darah. Setelah selesai dengan pertanyaan-pertanyaan standar seperti :"Apakah minum obat 3 hari terakhir? Apakah sedang menstruasi? Apakah sedang flu?" selesai ditanyakan maka mulailah proses penyadapan menghadang.

Cuci tangan dulu dengan sabun di daerah lipatan dalam tangan. Masuk ke ruang penyadapan...dan saya bertemu dengan petugas yang mengambil darah saya pertama kali. Hm... saya ga mau lagi deh sama si petugas itu. Mengapa?? Dua kali sudah dia kesuliutan menemukan vena saya sehingga setelah jarum tertancap darah tak mengucur jua..huaaaaaaaa

Pengalaman pertama sih masih saya maklumi. Karena dia susah menemukan vena saya, dia bertanya pada rekannya, kemudian dia mencoba dan gagal, temannya datang lagi jarum yang sudah tertusuk di lengan digoyang sedikit dan berhasil!! Tapi..hari ini peristiwa lebih memilukan :( Ketika jarum sudah tertusuk, dia berusaha menggoyang ke kiri, gagal, sedikit ke kanan gagal, sedikit ke mana lagi saya lupa gagal juga. Dengan jarum yang masih tertancap dia minta bantuan rekannya, yang mungkin lebih senior. Digoyanglah jarum yang menusuk lengan saya sedikit, gagal lagi, usaha kedua berhasil.

Entah karena saya terlalu capek atau karena hal lain darah saya tidak lancar mengucur. Saya diberikan bola karet untuk diremas-remas. Langsung terasa nyeri, kemeng dalam bahasa Jawa, di siku saya. Biasanya kurang dari 15 menit saya selesai donor. Pagi ini, hampir 25 menit saya meneteskan darah ke dalam kantong darah. Huaaaaaaa

Nah telurnya ada di bagian ini. Setelah mendonor selalu saya diberi 1 dus kue yang berisi telur asin, roti merk Tjwan Bo, vitamin penambah darah merk Corovit isi 10 kapsul, dan susu ultra coklat. Tidak seperti kali pertama donor yang setelahnya membuat saya sedikit pusing dan mual, kali ini saya tidak merasakan gangguang pasca donor yang berarti kecuali bekas tusukan jarum suntik yang sakit.

Nah sebelum saya menulis draft tulisan pada blog ini saya  tiba-tiba ingin makan telur asin. Saya bertanya-tanya, kenapa harus telur asin ya? Nah ini jawaban ilmiah mengapa telur asin bagus untuk penambah darah itu karena kalsiumnya tinggi, selain juga sebagai sumber protein. Silakan klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang telur asin.

Ayo berdonor dan nikmati enaknya telur asin setelah mendonor :)


Thursday, April 26, 2012

Es Pisang Ijo Ajib



Berhasil! Saya berhasil menemukan kuliner enak di Manukan. Sebagai informasi Manukan adalah kawasan terpadat di Surabaya Barat. Pusatnya orang berkumpul dan berheboh ria.

Kali ini ada tempat baru (sebenarnya mungkin sudah 2/3 bulan buka sejak saya menulis post ini). Tetapi..karena baru cobanya 2 minggu lalu jadi ya dianggap baru ajah.

Penjualnya sih bisa dipastikan wong Jowo asli, tapi..rasanya mak nyus. Saya rasa inti kenikmatannya di sirup merah yang dipakai dan bubur beras enyak. Saya pernah merasakan enaknya Es Palubutung di rumah makan Aroma Makassar daerah Perak Suradibunbaya. Palubutung pisangnya tidak dibungkus tepung hijau, tapi Es Pisang Ijo sesuai namanya dibungkus tepung hijau; walaupun namanya dan penampakannya beda tetapi es yang di Manukan ini rasanya tidak jauh berbeda sama-sama enak.  Very recommended, tempatnya bersih dan nyaman. Letaknya di teras depan rumah pemilik.

Alamatnya? Langsung saja meluncur ke Jalan Raya Manukan Dalam. Cari saja rental VCD/DVD Cinemax . Jarak satu rumah sesudahnya ada banner bertuliskan es pisang ijo. Nah ini tempatnya. Penjual es ini menggunakan booth alias rombong yang bertulis merk-nya “Es Pisang Ijo Ajib” Harganya 5000 rupiah saja.  

Es Palubutung Rumah Makan Aroma Makassar, seporsi 10.000 kalo ga salah.
Pisangnya ketutup bubur beras. Buburnya manis gurih, jadi yang ga suka manis bisa klenger
Jangan khawatir manisnya tidak menusuk kalbu he he

Es Pisang Ijo Ajib - Manukan. Buburnya gurih sedikit manis jadi pas buat yang ga doyan manis.
Jika tidak ingin terlalu manis, cukup bilang ke penjualnya.
Si ibu penjual biasanya menambahkan 1 sendok  sirup merah saja.  Ini pun sudah manis.

____________________________________________

There's a nice place near my home which sells Es Pisang Ijo (Green Banana Ice). It's not using a banana which color is green, but the plantain is covered by green dough and steamed before mixed with other ingredients. The dessert comes from South Sulawesi but it's famous over the country. 

The price is cheap, just 5000 rupiah for a bowl. Here's the recipe I got form other site (not the recipe used by the seller where I buy the beverage)


The Green Banana Recipe (from http://www.resepmasakanindonesia.info)

Ingredients

Suji plants
40 grams of rice flour
1/2 teaspoon salt
300 ml of water
100 ml of suji leaves water (mashed the suji leaves, add water and strained to get the water)
3 drops of green dye
175 grams of rice flour
5 pieces of plantain
shaved ice
red syrup


Sauce Ingredients:

650 ml coconut milk
50 grams of flour
75 grams sugar
1 pandan leaf
1/4 teaspoon salt

How to Make :
Stir in rice flour, salt, water,  suji leaves, green dye , stir until boiled, remove from heat.
Add rice flour, mix well and stir again until smooth (not sticky). Trimmed dough, Wraps on banana.
Steam the bananas for 20 minutes. Remove and set aside.
Boil the sauce ingredients, remove from heat and let cool.
Cut the green bananas into pieces, pour the sauce, shaved ice and red syrup. 

More info about Indonesian herbs and cooking ingredients click here


A piece of  plantain covered with the green dough

The sauce which more like rice porridge in the place where I buy the dessert


Monday, April 23, 2012

Fly Over The Oceans

It's almost the end of April. More postcards will fly from my city to other people from other cities. Here are postcards that I will send tomorrow.

For Charlotte (Directswap) in UK

For Alfonso (Direct swap) in Brazil

For Valeriya (Directswap) in Turkmenistan

For Yoke (Directswap) in Belgium
For Jose in Spain (Direct swap)

For Yana (directswap) in Cyprus -> First postcard to Cyprus

For Greta in Netherlands and Ritz in Philippines

Direct Swap

As always every month I search some postcrossing users who want to swap postcard directly with me. Direct swap means the postcard sent and received are not registered at postcrossing system. The benefit of doing direct swap is we can get unlimited number of postcard. In postcrossing system for non-direct swap, new user can send to 4 postcards and after he/she send 25 postcard he/she can get up to 8 postcard.
Here's the rule:


  • If you have sent between 0 and 4 postcards, you can send 5 postcards.
  • If you have sent between 5 and 14 postcards, you can send 6 postcards.
  • If you have sent between 15 and 24 postcards, you can send 7 postcards.
  • If you have sent between 25 and 34 postcards, you can send 8 postcards.
  • If you have sent between 35 and 49 postcards, you can send 9 postcards.
  • If you have sent between 50 and 99 postcards, you can send 10 postcards.
  • If you have sent between 100 and 149 postcards, you can send 11 postcards.
  • If you have sent between 150 and 199 postcards, you can send 12 postcards.
  • ... and so on, in increments of 1 postcard for each 50 you send
But, when we do direct swap there is big chance that we don't get reply from the other user who has agreed to send us back. Let's call this user as cheated user. 

Until I write this posting I have sent 30 postcards and received 29 postcards. But actually i received almost the same number from direct swap. So now my collection is about more than 60 postcards. And yes, i have sent many and few are not replied. Sigh....well that's the risk.

If you want to get more postcards then do direct swap. You can find user who interested in direct swap by move your cursor to the explore on the toolbar. Then click on search user.
Next choose the country and don't forget to tick the interested in direct swap only part.
Good luck


_____________________________


Direct swap alias bertukar langsung adalah cara mendapatkan kartu pos dari orang-orang yang tidak kita kenal sebelumnya dari seluruh dunia melalui situs postcrossing. Melalui direct swap kartu pos yang kita kirim dan kita terima tidak tercatat di sistem postcrossing. Jadi intinya kita mencari orang-orang yang mau bertukar kartu pos dengan kita, setelah menulis e-mail permohonan maka kita bertukar alamat. Nah masalahnya tidak selalu orang yang sudah setuju bertukar alamat mengirim kartu pos kembali kepada kita. Ini yang saya sebut user curang. :(


Bagaimana cara mendapatkan alamat untuk bertukar kartu pos secara langsung? Mari tengok cara-caranya berikut ini:


1. Pastikan Anda sudah terdaftar sebagai user di situs postcrossing.


2. Lihat toolbar dan arahkan cursor ke menu Explore.





3. Pilih Search Users. Anda kemudian dibawa ke halaman baru



4. Di sini pilih negara yang Anda inginkan. Untuk saya direct swap menjadi kesempatan untuk mendapatkan 
    kartu pos dari negara-negara yang belum saya dapatkan kartunya

5. Setelah itu lihat ke sisi kiri. Ada pilihan Username, dikosongkan saja.

6. Di bagian "logged within last" pilih "week" atau "day". Sebagai informasi ini adalah waktu terakhir user 
   yang Anda cari muncul di postcrossing, alias dia mengecek akunnya. 

7. Centang bagian interested in direct swap only.

8. Untuk bagian avatar tidak perlu dicentang. Jika Anda centang maka nanti akan ditampilkan user yang 
    memasang foto profil (sering kali bukan foto mereka), lagi pula Anda kan mencari kartu pos bukan pacar 
    he he

9. Setelah semua langkah di atas sudah Anda tempuh silakan mengeklik tombol "search"

10. Tampil beberapa user yang ingin bertukar kartu pos secara langsung dari negara yang Anda inginkan.

Perhatian!!
Hal-hal berikut ini harus Anda waspadai ketika memilih orang untuk bertukar kartu pos.
  1. Lihat berapa banyak kartu pos yang sudah dikirim atau diterima oleh user tersebut. Jika kartu pos yang diterima jauh lebih banyak daripada yang dikirim berarti dia tidak bisa dipercaya. Intinya cuma mau terima tapi tidak mau mengirim kembali. 
  2. Jika user sudah menerima dan mengirim ratusan kartu pos, wah ini kabar baik. Tapi...bisa saja dia mengabaikan permintaan Anda karena sudah ratusan kartu pos yang harus diurusnya. 
  3. Selanjutnya cek Joined dan Last Loginnya. Joined adalah tanggal dia bergabung di postcrossing dan Last Login adalah terakhir kali dia mengecek akunnya. Nah jika dia misalnya sudah bergabung setahun di postcrossing, terakhir kali mengecek akun 3 hari yang lalu tetapi baru mengirim 4 kartu pos dan menerima 4 kartu pos juga, berarti dia adalah user yang tidak aktif. Bayangkan dalam setahun masa hanya mengirim 4 kartu pos. Jangan bertukar kartu pos dengan user seperti ini. 
  4. Setelah Anda pilih maka kemudian Anda bisa membaca profil dan kartu pos yang diinginkan oleh user tersebut. Jika beruntung kita bisa mendapatkan user yang permintaannya tidak macam-macam. 
  5. Untuk mendapatkan alamat maka kita klik link "Send..... a message"
  6. Isi e-mail tidak perlu panjang-panjang. Berikut contohnya:
Hello,
How are you? Would you like to swap postcard with me? I think I have a nice postcard that you might like. So if you don’t mind please do share me your postal address. Thank you so much and happy postcrossing.
Regards,

Saya pribadi biasanya memilih user yang baru bergabung selama katakanlah 2 bulan tapi sudah menerima dan mengirim lebih dari 5 kartu pos. Biasanya user baru masih sangat antusias dan belum punya niatan menipu he he he.
Sepertinya catatan saya di atas juga berlaku bagi user yang kita ajak bertukar kartu pos. Artinya, di juga akan selektif memilih orang. Jadi jika masih mendapat dan mengirim sedikit kartu pos biasanya susah mencari user yang mau diajak direct swap. Tetapi..tetap semangat!!!




Wednesday, April 11, 2012

Phone booth and Mobile phone

When I was a kid there were only three people in the my neighborhood that had land line phone,  my parents were one of them. It was when I was about 9 years old. Then more and more people had land line phone but still in my neighborhood I think 3 in 20 houses have land line phone. The government put many phone booth along the street. Did they use properly? Definitely not. This is what I want to say in this posting.

This afternoon I went to a mall, the oldest mall in Surabaya, Tunjungan Plaza. I went home by bemo, si walked few meters away from the mall since the bemo cannot take passenger in front of the mall. To my notice I passed a phone booth just next to the east entrance way. There was a lady, I think she works at the mall - I could see it by her uniform, talking to someone at the phone booth. I said to myself,” Wow the phone works! Amazing!”

Years ago, when I was at elementary school in 1995 there were many vandalism on phone booth. People tried to get money from the phone box, they also wrote on the phone box using paint brush. If only the phone could scream they would scream in pain. Many of the phone booths didn’t work properly.  Some booths even phone-empty.

But the new way of communication changed drastically when mobile phone became cheaper. Nowadays almost everybody has a mobile phone, though it’s the old one. Even people who just earn less than $3 a day have mobile phones.  

Less and less phone booths can be found nowadays. And they’re in a good condition. Why? Because there’s almost no one using phone booth. People use their mobile phones and for most Indonesian you’ll be so outmoded. And mobile phone is a lifestyle here. Even children in kindergarten blabbers about their mobile phone. Many of my students have better and more expensive mobile phone than me. Instead of considering the need, they focus on the pride.



Monday, April 9, 2012

Radio Built an Obelisk

Postcard from Paolo with picture of Guglielmo Marconi Obelisk

Paolo from Piacenza sent me a postcard on March 9th 2012 a postcard with drawing of Guglielmo Marconi Monument. I don't know that Italian has a monument to honor the radio inventor. This monument which shape is an obelisk is located in the EUR (E42 District) in Rome. It is a business and residential area.

In Rome there are many obelisks, until 2005 there are 8 ancient Egyptian, five ancient Roman, and an ancient Ethiopian obelisks in Rome. These are  the ancient obelisks.  That's why Rome is famous as the harbor of obelisks. Apart from that, there are also some modern obelisks. And Marconi Obelisk is one of them.

Marconi Obelisk was built in 1959 for the 1960 Summer Olympics. It is 45 m tall and consists of 92 panels of white marble which has illustrations of Marconi's career and allegorical scenes. The obelisk was built to honor the radio inventor who has changed the world with his invention.
Guglielmo Marconi


To see the obelisk for real just click here. It's very beautiful isn't it? Drag and move your mouse so that you can see for real the monument and its surrounding. You can even enlarge the image of the obelisk so that you can see the detail of the sculpture.

Guglielmo Marconi was born on 25 April 1874. He was born in Bologna. His father was an Italian but his mother was Irish. He was known to be the radio inventor and he received Nobel Prize in Physics in 1909.



Thank you Paolo for the postcard!

Sunday, April 8, 2012

Foot and Postcard


Sekarang saya mempunyai hobi baru, berjalan kaki. Saya merasakan nikmatnya berjalan kaki kemarin ketika berjalan kaki pergi-pulang dari tempat kos saya ke warnet. Rasanya asyik sekali berjalan kaki sambil mendengarkan musik dari ponsel saya. Walaupun cuaca sangat panas, karena saat itu sekitar jam satu siang, dengan bantuan kacamata hitam maka saya melewati jalan (yang sebenarnya rute tetap saya) sambil melihat-lihat rumah-rumah dan kesibukan orang di kiri kanan.

Hari ini saya seharusnya pergi ke perpustakaan universitas tempat saya belajar. Tetapi karena saya semalam susah tidur, alhasil saya bangun terlambat.  Tiba-tiba saja kaki saya mengajak untuk pergi ke kantor pos Tandes. Segera saya meluncur ke tempat tersebut, dengan berjalan kaki  tentunya.

Seperti biasa cuaca panas, tapi karena melewati rumah penduduk yang padat jadi lumayanlah, ada tempat yang teduh di beberapa tempat. Berjalan ke Kantor Pos Tandes dari tempat saya tinggal sekitar 20 menit. Dengan berjalan kaki saya lebih banyak melihat kesibukan warga dan juga bisa lebih jeli melihat tempat-tempat yang biasanya terlewatkan jika berkendara, misalnya penjual bakso dan jajanan lain J

Sampai di kantor pos saya terpana, banyak orang mengantre. Kantor pos kecil itu jadi penuh sesak. Mungkin karena libur panjang Paskah kemarin sehingga kantor pos dipenuhi para pelanggan. Saya langsung menuju loket penjualan benda pos.  Saya berniat membeli 10 perangko nominal Rp.5000,- untuk mengirim kartu pos-kartu pos saya. Awalnya saya berniat meminta ibu petugas memilihkan perangko yang bagus gambarnya, tapi melihat situasi yang ramai saya mengurungkan niat.

Ternyata, si ibu sangat mengerti maksud saya. Ketika saya berkata saya ingin membeli perangko nominal 5000 atau 2500, ibu itu bertanya apakah untuk mengirim kartu pos luar negeri. Saya mengiyakan dan si ibu bersemangat membantu dengan mencari perangko bergambar bagus, yang nominalnya 2500. Wah senangnya. Langsung sumringah. Jangan-jangan ibu itu filatelis, mungkin saja. Yang jelas beliau tau kartu pos dengan perangko yang bagus turut mencitrakan keelokan negeri tercinta.

Dan..bagus sekali perangko-perangko saya hari ini. Jauh lebih bagus daripada edisi katak dan bunga teratai yang biasanya saya dapatkan di Kantor Pos Pusat Kebon Rojo – Surabaya. Berikut gambarnya. Edisi kali ini adalah kain tradisional Indonesia. Mulai dari batik, tenun ikat, ulos dll. Semua kain tradisional ini berasal dari berbagai provinsi dari semua pulau, termasuk dari Papua. Wah saya terheran-heran baru kali ini saya tahu motif batik Papua. Sebenarnya banyak motif lain yang belum pernah saya jumpai. Bertambah sudah pengetahuan saya tentang keanekaragaman kain tradisional Indonesia.



Kartu pos yang siap saya kirim minggu ini:

Going to be sent to Valparaiso - Chile


Going to be sent to Moskva - Russia



Recently I have a new hobby, walking. I started to enjoy walking yesterday, when I went home from an internet café. I felt a very good feeling walking in the mid-day while listening to my music from my mobile phone. It was at 1 p.m when I walked on foot to my boarding house, thought it was sunny but my sunglasses helped me to enjoy the hot sun while watching on people busy in their houses.

Today I suppose to go to my university library. But I woke up late because last night I couldn’t sleep well. Suddenly I got a feeling to walk to the post office in my area, called Tandes Post Office.  I grabbed my mobile phone, bag, and walked directly to the post office.
Though it’s still 9 in the morning but the weather was so hot. But I was lucky because I passed a crowded neighborhood I still got some shades from the tree from people’s houses along my way. I need for about 20 minutes to reach the post office. By walking I could pay attention more on my surrounding, the neighborhood, the food seller such as meatball and snacks seller.

When i arrived at the post office i was quite shock. That was the first time I knew the place was full of people. I think it’s because of the Easter holiday last week so that this Monday many people went to the post office. I went to the stamps locket. I wanted to buy 10 stamps each 5000 rupiah to send my postcard overseas. At first I wanted to asked the lady to give me nice stamps, but since there were many people, I decided to accept whatever the stamps she’d give me.

Thanks God, the lady knew me so well. When I said I needed 10 - IDR 5000-stamps, she asked whether I needed them for sending postcard overseas. I said yeah and she helped me to get very beautiful stamps. Each is IDR 2500, so I bought 20 stamps in the end. Maybe the lady was a philatelist so she understood very  well that good stamps represents the beauty of Indonesia.

And…I got super lovely stamps. They are much better than the frog and lotus edition I used to buy at the Surabaya Central Post Office on Kebon Rojo. The stamps had beautiful picture of Indonesian traditional textile. There is batik, Tenun ikat (Ikkat is a technique to make pattern textiles by tie-dye-ing and binding) form many provinces of all the island in Indonesia. The one that stole my attention was batik from Papua. Wow, it’s beautiful. Actually there is many other textile pattern that I haven’t seen before. So today, I got more knowledge about the variety of Indonesian textile from the stamps that I bought.

Here are some postcards that I'm going to send this week (with the beautiful stamps of course)

The left postcard will fly to The Netherlands and the right one will fly to Scotland


These architectural postcards are figure of Catholic churchesin Central Java. The left one will go to someone in HongKong and the right one will go for a fellow in U.S.A


As requested by a friend in South Korea, she wants a vintage postcard. So i will send her this recycled-paper postcard with image of Borobudur, the biggest Buddhist Temple in early 1900.