Saturday, November 24, 2012

Bertarung dalam Tarian


Sumber gambar www.collider.com
Hip Hop. Apakah itu? Awalnya saya berpikir Hip Hop itu jenis musik dengan dentuman musik dan celotehan penyanyi rap, yang dilantunkan oleh orang-orang kulit hitam berpakaian kedodoran dengan kalung emas besar terlilit di leher dan topi yang dipakai terbalik. Karena musik berkaitan erat dengan tarian maka tarian Hip Hop yang muncul adalah tarian yang dilakukan oleh orang-orang dengan deskripsi saya di atas dengan musik hip hop.



Apakah Anda berpikir tentang hal yang sama dengan saya? Oh ubahlah pikiran itu. Setelah menonton film Planet B-Boy (yang awalnya saya pikir adalah film drama tentang penari Hip Hop macam Street Dance) yang merupakan film dokumenter tentang Hip Hop yang sebenarnya pemahaman saya tentang Hip Hop langsung berubah 360 derajat. Film ini menceritakan tentang Hip hop, breakdance, b-boy, dan juga kejuaraan dunia breakdance yang berlangsung di tahun 2005 (yup 7 tahun yang lalu).

Hip Hop bukanlah rap. Hip Hop sebenarnya adalah budaya yang terdiri dari 4 elemen yaitu breakdance, MC, grafiti, dan DJ. Tarian hip hop, disebut breakdance, juga bukan tarian asal-asalan. Tarian ini diciptakan sesuai kepribadian masing-masing penarinya. Tiap tarian dan gerakan dari seorang penari adalah khas dari dirinya, menggambarkan jiwanya.

Inspirasi sebuah tarian atau gerakan bisa bermacam-macam. Pada umumnya breakdance boy (penari breakdance),selanjutnya  disebut b-boy, memasukkan unsur kung fu; senam; dan gerakan-gerakan James Brown. Gabungan dari gerakan-gerakan ini akan menjadikan breakdance sebagai tarian yang khas (spesifik).

Breakdance bermula di Amerika Serikat dilatarbelakangi oleh kondisi sosial ekonomi yang terpuruk di tahun 1960-an. Keadaan ini mendorong beberapa anak muda untuk mengekspresikan jiwa bebasnya dalam tarian. Breakdance kemudian berkembang pesat dan mencapai puncak kepopulerannya di tahun 1970-an. Semua orang menggilai breakdance. Terlebih setelah film  “Flashdance”  memasukkan breakdance  ke dalam salah satu adegannya. Saat itu film ini adalah film yang paling ditunggu. Bukan karena drama atau adegan percintaannya tapi para penggemar breakdance menantikan adegan ketika sang actor ber- breakdance ria. Grup-grup b-boy Amerika seperti Rock Steady Cool dan New York City Breakers menjadi idola para remaja seluruh dunia, khususnya di Eropa saat itu.

Kepopuleran breakdance makin menjadi dan parahnya semakin dieksploitasi semakin buruk tarian breakdance ini. Orang-orang hanya mnearikan tarian patah-patah (break-dance) tanpa benar-beanr memaknai tarian ini. Setelah eksploitasi dan komersialisasi breakdance di tahun 1980-an, tarian ini mulai kehilangan pamornya.

Seorang b-boy dari Jerman berusaha menghidupkan kembali breakdance . Alih-alih berpangku tangan dan menyerah pada menurunnya pamor breakdance  ia menggagas kompetisi breakdance internasional yang dilangsungkan pertama kali di tahiun 1990. Saat itu respon penonton belum besar. Hanya sekotar 500-800 orang yang datang menyaksikan kompetisi yang digerlar di Jerman itu. Tujuan utama dari digelarnya kompetisi ini adalah untuk tetap menunjukkan eksistensi b-boy.  Tujuan lainnya adalah menunjukkan tingkat menari yang tinggi yang dihasilkan oleh kerja keras dan latihan tanpa mengenal lelah dari para penarinya. Sang penggagas kompetsi ini tidak ingin hasil latihan berbulan-bulan dari b-boy berakhir begitu saja, harus ada wadah yang bisa mengangkat potensi dan juga menghargai kemampuan b-boys dari seluruh dunia. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan juga para b-boys  bisa berkarir secara professional, menjadi bintang iklan dan lain sebagainya.

Kompetisi ini digelar setiap tahun di awal musim panas di Jerman. Ada babak penyisihan yang harus dilewati oleh peserta dari 18 negara. Tiap negara mengirimkan 1 wakil yang akan bertanding di final BOTY (Battle of The Year) di Volkswagenhalle di kota Braunschweig, Jerman.  Pada perkembangannya lokasi ini dipakai sampai tahun 2010 dan tahun-tahun selanjutnya bertempat di Montpellier, Prancis.

Di film yang saya tonton yang diambil di tahun 2005 ada beberapa tim yang ditampilkan. Mereka adalah tim Ichigeki dari Jepang, Phase-T dari Prancis, Knuckle Head Zoo dari A.S, serta The Gamblerz dan Last for One-keduanya dari Korea Selatan. Dikisahkan dalam film ini kehidupan dan perjuangan para b-boys sampai mereka mencapai mimpinya berlaga di kejuaraan internasional. Sangat menarik dan menginspirasi sekali lagi ceritanya membuat saya terkejut, terpana, dan tersihir, perpaduan ketiganya. WOW..

Ichigeki adalah tim yang pernah berlaga di final BOTY pada tahun 2002. Dalam kelompok ini (saya tidak ingat berapa jumlah anggotanya) masing-masing anggota punya cerita tentang kegigihan mereka menari. Diceritakan oleh salah satu juri bahwa tim Jepang punya kreativitas dan inovasi yang sangat bagus jauh melebihi tim dari negara lainnya. Tim ini berlatih sesudah mereka bekerja dan menggunakan salah satu tempat kosong di stasiun kereta api.

Penampilan Ichigeki di final BOTY 2005


Salah satu anggotanya adalah seorang bapak muda dari seorang bayi yang harus kehilangan pekerjaannya di tahun sbelumnya karena  harus mengikuti kejuaraan dunia di Jerman (2002). Tim mereka kalah di saat itu. Bagaimanapun juga niat dan tekad yang membara tidak menyurutkan langkahnya. Setali tiga uang, ketua tim Ichigeki adalah seorang DJ, b-boy dan juga penjual teh di toko milik keluarga. Ayahnya sudah meninggal karena kanker dan ia menari untuk mengekspresikan rasa cinta dan semangatnya pada sang almarhum.

Tim Phase-T dari Prancis mendapat julukan penari terbaik dari seorang juri. Orang-orang Prancis dikenal akan kemampuannya dalam menari. Tim ini juga punya cerita lain. Tim yang berasal dari kota kecil Chelle yang berpenduduk 45000 jiwa ini terdiri dari para remaja kulit hitam sebagian adalah imigran/anak imigran Afrika Utara. Menariknya ada seorang bocah kecil kulit putih berusia sekitar 12 tahun yang menjadi anggota tim. Ia sangat senang menari di antara anggota lain. Ia merasa anggota yang lain adalah kakaknya. Sang ibu awalnya menentang, terutama karena ia dulunya rasis. Ia takut ada hal buruk terjadi pada anaknya karena dikelilingi remaja kulit hitam. Toh dengan tarian semua kekhawatirannya menghilang. Ia bisa menerima kecintaan anaknya sebagai b-boy.

Penampilan Phase-T di final BOTY 2005


Tim Knuckle Head Zoo adalah salah satu tim yang sudah bermain secara professional. Ini karena mereka tinggal di Nevada, Negara bagian tempat kota hiburan Las vegas berada. Mereka biasanya bermain di klub malam dan mendapatkan bayaran dari aksinya. Mereka sangat ongin menjadi juara pada BOTY karena hip hop sejatinya berasal dari negara mereka A.S. Mereka ingin mengembalikan kejayaan b-boys di Amerika. Orang tua salah satu anggota menceritakan besarnya dukungan mereka pada putra mereka dan teman-temannya di tim ini. Berbalik 180 derajat dengan yang terjadi di tim Phase-T.

Penampilan Knuckle Head Zoo di final BOTY 2005



2 tim lainnya di film ini adalah tim The Gamblerz yang menjadi juara bertahan di tahun sebelumnya (2004) dan tim Last for One dari Korea Selatan. b-boys Korea Selatan dianggap sebagai b-boys  yang paling tinggi teknik menarinya. Mereka tidak mau hanya menarikan teknik-teknik biasa yang umum dipakai. Mereka mencari teknik-teknik yang sulit dan mampu menghadirkannya secara apik. Karena The Gamblerz adalah juara bertahan maka mereka langsung lolos ke babak selanjutnya, dan Korea Selatan mendapat satu jatah lagi untuk wakilnya yang diisi oleh tim Last for One.

Penampilan The Gamblerz di final BOTY 2005


Semenjak mengikuti BOTY The Gamblerz sering mendapat tawaran iklan dan menggung di berbagai acara. Mereka mendapat bayaran dan mereka sangat senang dangan pencapaiannya. Anggota tim berlatih mulai tengah malam dan pulang sampai sekitar pukul 5 atau 5:30. Jika ada pertunjukan keesokan harinya mereka bahkan bisa tidak tidur sama sekali. 

Kontrasnya, tim Last for One berasal dari keluarga menengah ke bawah.  Mereka sebekumnya memenangkan kejuaraan lokal dan belum pernah ke ibu kota untuk tinggal dan bertanding. Salah seorang anggota adalah anak yatim yang ayahnya pekerja sosial Korea Selatan. Tugas sang ayah adalah membagikan bendera Korea Selatan dan menumbuhkan cinta tanah air bagi warga lainnya. Sebagai seorang pekerja sosial dengan bayaran ala kadarnya, ia berharap anaknya mampu bekerja melebihi dirinya. Tetap ia memberikan dukungan penuh pada anaknya yang terlanjur cinta dengan hip hop.

Penampilan Last for One di final BOTY 2005


Masalah terbesar  yang dihadapi oleh tim-tim dari Korea Selatan adalah wajib militer selama 2 tahun yang harus dijalani. Selama lebih dari 50 tahun terakhir ini Korea Selatan dan Utara sebenarnya tidak pernah berdamai. Mereka dalam keadaan gencatan senjata yang artinya perang suatu saat bisa meletus. Karena itu pemerintah mewajibkan para pemuda untuk mengikuti wajib militer atau mereka bisa dipenjara. Para b-boys Korea menari habis-habisan sebelum mereka akhirnya direkrut oleh militer. Karena menari tidak diijinkan pleh militer maka cara satu-satunya adalah memberikan segalanya bahkan lebih dari yang mereka punya untuk menari dan terus menari. Seperti halnya olahragawan yang berhenti berolah raga, jika 2 tahun b-boys berhenti menari maka akan hilang kemampuannya.

Film ini menjadi menarik karena kejuaraan BOTY digambarkan dengan sangat baik. Ditunjukkan bagaimana ke 19 tim dari 18 negara (termasuk sang juara bertahan) tinggal di sebuah SMA yang disediakan oleh dewan kota selama kejuaraan berlangsung. Tiap tim tidur di sebiah kelas yang telah dilengkapi dengan kasur matras, selimut , dan bantal. Tentu jauh dari fasilitas peserta kontes ratu kecantikan dari Indonesia ya.. J Mereka berbagi 4 kamar mandi dan ruang olahraga indoor untuk berlatih. Saat mereka tinggal bersama tentunya banyak hal yang terjadi, mulai dari faktor bahasa, nasionalisme, individualisme, dan juga cultural shock.
Saat pertandingan berlangsung semua tim bertanding di depan juri. Para juri menilai tiap tim berdasarkan pada beberapa criteria, di antaranya: tema yang diusung dan musik yang digunakan; koreografi; sinkronisasi; dan juga penampilan panggung secara keseluruhan. Setelah itu dipilih 4 tim dengan skor tertinggi. Keempat tim akan memperebutkan juara 1,2, dan 3. 2 tim berlaga memperebutkan posisi ketiga, dan 2 tim lainnya berkometisi memperebutkan posisi pertama.

Dalam babak ini, disebut battle adalah pertarungan yang sesungguhnya. Masing-masing tim berdiri berhadapan dan menari berdasarkan musik yang diputar secara acak oleh DJ. Tiap tim maju untuk ”menyerang” tim lain lewat tarian. Bisa satu anggota maju, atau 2 atau lebih tim maju dan saling menyerang. tentunya mereka tidak saling menyentuh lawan tapi salaing mebgejek lawan dengan tarian yang bisa dilawan oleh musuhnya. Jadi pada battle tiap tim akan terus menerus menantang dengan tarian yang akan berbalas. Battle adalah pertarungan sesungguhnya karena kemampuan tiap individu dalam tim dan juga kemampuan menerjemahkan musik dan tarian dalam bertempur sangat tampak. Tidak heran para b-boys berlatih habis-habisan untuk babak ini.

Salah satu battle memperebutkan posisi pertama dan kedua di final BOTY 2005



Tim manakah yang menang? Perlu dibocorkan tidak ya? Mungkin sebaiknya Anda nonton langsung film ini dan rasakan hentakan badan dan musiknya J

Bagaimanapun tidak seru jika sejarah yang saya ulas di atas tidak didukung dengan bukti autentik he he. Berikut adalah daftar peserta final dan pemenang-pemenangnya..tidak penasaran lagi kan?


Yang paling menyenangkan adalah tim pemenang berhasil membintangi klip video, menjadi bintang iklan , dijadikan tamu di acara-acara besar dan tentunya mereka benar-benar diperlakukan seperti bintang. Inilah keindahan sebuah kompetisi internasional yang mampu melambungkan impian dan hasrat para b-boys dunia. 



Semua yang saya ceritakan di posting ini berdasar komentar orang-orang di film, para juri dan b-boys. Sayangnya tidak dicantumkan jelas nama para juri sehingga pada cerita di atas mungkin saya kurang kelas menggambarkan tokoh-tokoh penting b-boys. Untuk lebih jelasnya silakan mengintip dahsyatnya b-boys beraksi di situs ini

No comments:

Post a Comment