Tuesday, December 31, 2013

Lucky Number.....(G-DRAGON Coup D'etat CD)

Alhamdulillah banyak keberuntungan datang, Baru 2 minggu lalu saya memenangkan sayembara berhadiah CD album solo terbaru G-Dragon, pemimpin idol group BIGBANG. Sejujurnya dari awal CD ini dilempar ke pasaran saya tidak terlalu tertarik. Saya lebih tertarik membeli CD album solo personil BIGBANG lainnya, Seungri. Musik GD tidak terlalu saya suka. Herannya lagi, saya selalu kena "kutukan" BIGBANG. Ketika saya bilang tidak, maka pada akhirnya akan jadi ya, bahkan ya yang teramat sangat.

G-Dragon adalah personil BIGBANG yang mengeluarkan album keduanya di tahun 2013. Setelah saya mendengar beberaPa lagunya saya langsung jatuh hati. Saya suka sekali lagu-lagunya. Lebih dari itu semua, saya sangat mengagumi kemampuan bermusiknya. Ia adalah rapper, penyanyi, pengarang lagu, dan sekaligus produser  bagi lagu-lagunya dan banyak lagu lain yang dinyanyikan oleh para artis di bawah manajemen yang sama. Banyak lagu hits BIGBANG yang juga diciptakan olehnya.

Manajemen BIGBANG, YG Entertainment punya banyak fanbase di dunia. Salah satunya di Indonesia. Perwakilan YG yang dinamakan YGI Indonesia, adalah salah satu yang saya ikuti (follow) kicauannya di Twitter. pada tanggal 16 Desember 2013 lalu, pihak YG Indonesia sedang merayakan hari jadinya yang kedua. Sebuah sayembara berhadiah 2 CD (1 CD G-Dragon dan 1 CD Seungri) pun digelar. Batas waktunya tanggal 16 - 18 Desember 2013. Dasar saya orang yang kurang teliti, saya baca tanggal 16 adalah batas akhir sayembara.

Aturan sayembara sangat mudah. Saya hanya perlu membuat ucapan selamat ulang tahun pada YG Indonesia dengan media apapun dan hasilnya diunggah ke Twitter YG Indonesia. Saya memutuskan minta bantuan salah satu teman saya yang kreatif. Saya minta ia membuat plakat dari karton bertuliskan "Happy 2nd Anniversary YG Indonesia" yang terpisah tiap kata. Plakat ini nantinya dipegang oleh murid-murid saya yang imut dan saya dengan salah satu teman akan berpose di belakang mengenakan jaket BIGBANG. Malamnya setelah merayu murid saya dan minta tolong pada satu murid remaja untuk mengambil gambar, saya berpose. Setelah berganti beberapa gaya,  akhirnya saya memilih satu gambar yang menunjukkan senyum ceria saya dan murid-murid di foto tersebut. Sayangnya jaket BIGBANG yang awalnya diniatkan jadi penanda malah tak terlihat.

Hasil pose yang saya kirim ke YG Indonesia
Saya unggah foto tersebut keesokan harinya. 2 hari sesudahnya, saya teringat untuk mengecek pemenang lomba. Saya sempat ciut harapan karena sehari sebelumnya saya lihat peserta lain mengunggah hasil karya lukisan 3dimensinya. Bagus sekali. Setelah jari saya menggeser mouse ke bawah dan melihat beberapa nama pemenang saya mulai pesimis. Saya tetap menggeser cursor ke bawah. Berharap masih ada pemenang lainnya. Ada perubahan dari pihak YG Indonesia yang menambah hadiah menjadi 5 pemenang. 2 pemenang pertama mendapat CD G-Dragon, 2 lainnya CD Seungri, dan 1 jadi pemenang dengan hadiah khusus.

Tiba-tiba saya menjerit girang. Di posting paling bawah ada nama saya dan hasil foto saya. Say aberhak mendapat 1 CD G-Dragon. entah jadi pemenang pertama atau yang kedua, yang jelas saya senang bukan kepalang. Hadiah sampai di hari Sabtu keesokan minggunya karena banyak hari libur di akhir tahun. Saya berterimakasih pada teman dan murid saya yang telah membantu saya.




Semoga makin banyak keberuntungan dataang di tahun 2014. Siapa tahu saya bisa memenangkan tiket nonton konser mereka. Semoga!

Saturday, December 28, 2013

Lucky Number.... (BIGBANG Alive Galaxy Tour Varsity Jacket)

Keberuntungan lain saya yang kesekian kalinya adalah ketika saya mendapatkan jaket BIGBANG dari Cristian Espinoza pemilik akun Google Plus, BIGBANG is VIP. Penggemar mana yang tidak ngiler mendapatkan jaket BIGBANG? Tentu semua mau. Saya sebenarnya sudah membeli jaket BIGBANG dari sebuah toko online seharga 160,000. Kualitas jaketnya bagus, bahannya juga bagus, sedikit kebesaran saja. Karena bahannya yang tebal saya hanya memakainya ketika cuaca sedikit dingin dan mendung.

ketika membeli jaket tiruan yang desainnya keren ini saya sempat mengecek jaket asli yang dijual di toko resmi YG Entertainment, perusahaan rekamannya BIGBANg. Harganya? Hm..tidak masuk akal...hampir 2 juta rupiah jika saya tidak salah mengkonversikan harganya ke rupiah. Ada juga jaket aspalnya, dijual oleh perwakilan YG Entertainment Indonesia yang dibanderol 550,000. Yang ini buatan Cina. Yah...sama saja terlalu mahal.

Apa dikata, sesuai pepatah pucuk dicinta ulam tiba, tanpa sengaja saya menemukan akun Cristian di Google plus yang memamerkan jaket BIGBANG aspalnya. Saya beri komentar (saya benar-benar iri padanya). Tak lama saya menjadi pengikut fanpage BIGBANG miliknya. Kemudian suatu saat dia memposting gambar jaket terbarunya, kali ini jaket asli BIGBANG yang dibeli dari YGshop. Dia menulis akan memberikan jaket BIGBANG aspalnya (yang baru dipakai sekali jika tidak salah) kepada siapa saja yang menjadi pengikut situsnya yang lain (japandaman.com).

Saya semangat, tapi kemudian surut semangat juga ketika saya tidak terlalu suka situs Jepangnya yang berisi anime, manga, game dll. Wah..bagaimana caranya saya bisa mendapat jaket tersebut ya? It's all about timing. Di kesempatan lainnya Cristian membuka "lowongan" bagi mereka yang ingin menjadi admin fanpage BIGBANG. Saya mengajukan diri (satu-satunya) dan akhirnya saya mendapat kabar bagus bahwa Cristian akan mengirimkan jaket BIGBANG aspalnya pada saya. Ia bilang sangat sulit membedakan yang asli dan palsu karena yang buatan Cina mirip dengan aslinya.

Setelah berkoar-koar pada beberapa teman saya bahwa saya akan mendapatkan jaket BIGBANG, saya cemas juga karena hampir 2 bulan sesudahnya Cristian baru memberi kabar dan meminta maaf atas keterlambatannya mengirim jaket tersebut untuk saya.

Dan...hari yang dinanti tiba. jaket datang dalam keadaan mulus dikirim dari Australia. bayar 7000 lagi untuk ongkos bungkus ulang paket. Ukuran jaket pas, lengan seidkit kebesaran. Kualitas bahan bagus dan model super keren. Saya gemetaran dan senang tak terkira. Oh senangnya....thank you so much Cristian.
 

Penampakan Jaket Varsity BIGBANg ketika dipakai manggung

maaf ya..tempat tidur saya berantakan he he..ini penampakan jaket BIGBANG milik saya



Bagian lengan terbuat dari bahan mirip kulit dengan emblem yang bisa dilepas, kecuali gambar tengkorak dan lambang huruf B yang menempel. Di lengan kiri nama anggota BIGBANG dibordir tepat di bawah emblem

Nama personil BIGBANG ditambah VIP (julukan penggemar BIGBANG) dibordir di sisi kiri lengan
Emblem bordir ditempel di bagian lengan yang bisa dilepas dan ditempel sesuai selera
Bagian belakang dengan tambahan aksesoris manis :D



Diapaki ngantor pun keren bukan?




Berminat? Silakan browse dan pilih sesuai dengan budget Anda. Mulai dari yang asli, KW super, KW 1 dan lainnya tersedia. Untuk official merchandise bisa dicek di :
http://www.ygeshop.com





Lucky Number......(BIGBANG Alive Galaxy Tour The Final 2012 CD)


Keberuntungan datangnya dari mana saja. Keberuntungan saya lainnya adalah ketika salah satu teman Korea saya mengirimi saya CD BIGBANG. Keinginan punya CD BIGBANG sih ada, sebagai penggemar layaknya dan wajibnya saya punya. Tapi melihat harganya yang beratus-ratus ribu rupiah (karena ditambah ongkos kirim dari Korea atau Hongkong ke Indonesia) ditambah lagi pembelian yang repot karena harus online (lewat PayPal) membuat saya bersedih hati dan gundah gulana ha ha. Ada sih toko online yang menjual CD musisi Korea di Indonesia tapi ya...sama saja biayanya. bahkan kadang lebih mahal dari biaya yang saya keluarkan jika membeli sendiri. Singkatnya..sayang uang....

Dan..dari hasil ngobrol dengan teman saya, datanglah CD BIGBANG yang membuat saya girang bukan kepalang. Saya tidak tahu pasti CD BIGBANG mana yang akan saya dapatkan saat itu. namanya juga pemberian, apa saja saya terima dengan senang hati. Tentunya  CD ini istimewa karena CD tersebut adalah CD terakhir BIGBANG yang berisi lagu-lagu dari konser mereka. Saat mendengarnya saya senang skeali. Seakan saya berada di dalam stadion bersama ribuan penonton lainnya. Suara personil BIGBANG juga dalam performa bagus.

Thank you Woo Shin Jae :D You really made my day

Paket pertama saya dari Korea. kagetnya lagi paket ini dikirim dengan  EMS alias kilat. Seingat saya kurang dari seminggu, mungkin sekitar 5 hari paket sudah sampai. Seperti biasa, bayar 7000 untuk ongkos bungkus ulang paket.


Voila! setelah dibuka isinya CD BIGBANG dan kartu yang cantik sekali. Sekali lagi, terima kasih banyak ya Shin Jae



Tuesday, December 17, 2013

Saya dan Korea (Bagian Ketiga : Berbagi Cinta di Panti Asuhan Muhammadiyah Tandes)



Hubungan antara saya dan Korea yang ketiga lebih dahsyat lagi (menurut saya loh).  Hubungan ini menginspirasi, memotivasi, dan juga menguntungkan. Suatu saat di hari minggu pagi seperti biasa saya pergi mengunjungi ayah saya di Mojokerto. Sekitar pukul 10 saya sudah sampai di Terminal Purabaya (Bungurasih) Surabaya ketika handphone saya berdering. Fatin, salah satu murid saya menelpon dengan suara sedikit terburu-buru.

 “Halo, Miss sekarang ada di mana?”

“Saya di (Terminal) Bungurasih, kenapa?

"Miss, sudah baca sms saya?”

“SMS apa? Maaf Fatin saya tidak baca.”

“Oalah Miss…ini loh sekarang aku mau ke panti asuhan. Ada orang Korea mau ke sini. Miss ga mau ikutan ta?”

“Orang Korea? Siapa?”

“Ga tau Miss…mereka seperti sukarelawan gitu loh.”
 
“Lha terus saya bantu apa? Ini saya mau pulang ke rumah bapak saya”

“Ikut aja Miss. Miss ga bisa pulang lebih awal ta?”

“Waduh…ya nanti saya kabari lagi ya? Kalo saya bisa pulang lebih awal ya nanti saya ke situ. Emang sampai jam berapa acaranya?”
 
“Ga tau Miss..ya mungkin dari jam 10 sampai sore. Kata ayah gitu.”

“Ya wis liat tar ya Fatin.”

Begitulah isi percakapan saya yang dilanjutkan dengan saling bertukar sms. Saya tidak akan melupakan hari itu karena di hari yang sama saya hampir kecopetan di bus.

Selama perjalanan dari Surabaya – Mojokerto saya asyik berkirim sms dengan Fatin. Dia menceritakan bahwa orang-orang Korea yang ditemuinya ternyata adalah pemuda-pemudi Korea yang tampan dan cantik. 
Saya sempat mengatakan jangan-jangan yang datang bintang film, tapi Fatin tidak mengenalnya. Setelah memastikan tidak ada kru film saya menyimpulkan mereka orang biasa, bukan selebriti. Mengapa saya tiba-tiba berpikiran se “ekstrim” itu? Karena pernah saya nonton acara yang sifatnya acara sosial. Di acara itu 2 selebriti Korea berkunjung ke Jakarta dan mereka membantu sebuiah keluarga miskin yang terdiri dari seorang nenek tua dan 3 cucunya. Saya sempat berpikir kemungkinan yang terjadi mengingat peristiwanya mirip.

Fatin tak henti-hentinya memuji betapa tampan pemuda-pemuda Korea yang ditemuinya. Saya makin penasaran dan tersenyum simpul sepanjang perjalanan, sampai saya tak sadar ada orang lain di bus yang memperhatikan gerak-gerik saya. Ketika saya bersiap hendak turun dan berdiri di dekat sopir seorang laki-laki 40 tahunan menabrak tas selempang saya yang ada di sisi kiri badan saya. Saya sempat punya pikiran aneh karena tas saya sampai terpelanting, tapi beberapa detik kemudian saya piker hanya senggolan biasa. Sampai ketika saya hendak turun tangga saya dapati kabel earphone saya menjuntai keluar dari kantong tas bagian luar tempat saya menyimpan handphone saya. Sontak saya masukkan kabel dan saya raba isi kantong. Handphone saya tidak ada! Langsung saja dengan tenang dan sedikit yakin saya menoleh ke belakang, menatap laki-laki yang memegang jake di lengan kirinya itu dan berkata. “Pak, handphone saya mana?”

Jika Anda ditanya orang tak dikenal pertanyaan serupa, apa jawaban Anda? Tahukah anda apa yang terjadi kemudian? Dia menggeser posisi berdirinya sambil menjawab,”Lho Mbak kok gak hati-hati?” Jawaban yang aneh bukan? Wajarnya orang pasti menjawab ,” Handphone apa?“ atau “Lho..mbak taruh di mana?” Yang lebih ekstrim dan mungkin dikatakan adalah. “enak aja kok nuduh saya.” Dan ketika ia menggeser badannya, handphone saya duduk manis di pojok kursi tepat di kursi yang saya duduki sebelum berdiri. Lebih aneh lagi! Kalopun saya duduki pasti terasa, kalopun jatuh letaknya sangat rapi di pojok kursi bukan jatuh di lantai.

Saya ambil handphone saya segera, turun dari bus, dan meninggalkan laki-laki yang masih mengulangi pertanyaannya ,”Lho Mbak kok ga hati-hati.” Mungkin ia juga terkejut saya bisa mengetahui perbuatannya. Mungkin ia shock dengan pertanyaan saya yang tidak saya tanyakan dengan nada marah tapi tetap tenang, “Pak handphone saya mana?” Saya belajar ini dari murid saya yang pernah kecopetan dan ketika ia sadar ia segera bertanya pada orang di sebelahnya pertanyaan serupa. Barangnya langsung dijatuhkan ke lantai oleh pelaku. 

Sambil berjalan menuju ke rumah sedikit deg-degan dan terus menganilis perilaku pencopet itu, saya tidak membuang waktu dan berjalan cepat. Sampai di rumah saya ceritakan pada ayah saya dan beliau juga sepakat itu adalah pencopet dan saya harus lebih waspada. Saya pamit untuk kembali pulang sekitar jam 1 siang. Fatin memberitau saya lewat sms tentang kekagumannya terhadap para pemuda Korea terutama yang namanya “Kang” dan kemudian dia berkata para sukarelawan itu pulang jam 3 sore jadi saya pasti akan melewatkannya. Tapi mereka akan tinggal selama kurang lebih 10 hari. Ia mengajak saya menemui mereka hari Senin, keesokan harinya. Saya menyanggupi.

Hari Senin pagi, sekitar pukul 7 saya siap di depan sebuah sekolah, menunggu Fatin mengantarkan saya ke panti asuhan tempat para sukarelawan itu melakukan kegiatan sosialnya. Walaupun letak panti asuhan hanya kurang dari 300m dari tempat tinggal saya tapi saya baru mengetahuinya. Panti Asuhan Muhammadiyah Tandes, namanya. Saya berbicara dengan pengasuhnya Pak Indra. Fatin memperkenalkan saya pada beliau, dan pada beliau juga saya sampaikan maksud saya untuk datang membantu dan selanjutnya saya ingin mengajar bahasa Inggris untuk adik-adik panti asuhan. Gayung bersambut, Pak Indra sangat terbuka dan dengan kebaikan beliau, saya diterima sebagai bagian dari keluarga panti asuhan.

Sambil bercerita tentang keadaan panti, kurang dari 15 menit kemudian suasana di luar panti asuhan menjadi riuh. Ya, panti asuhan terletak di tengah-tengah pasar tradisional yang menmpati gang-gang sempit di perkampungan. Mendadak ada dua angkot mendekat yang isinya para sukarelawan Korea. Tentu saja pasar jadi heboh, Heboh karena macet dan heboh karena semua menoleh.

Dan…benar..semua sukarelawan Korea itu cantik-cantik dan tampan-tampan. Seperti nonton drama Korea. Saya sempat berpikir dalam proses seleksinya jangan-jangan penampilan juga dinilai ha ha. Ada 21 sukarelawan, 10 perempuan dan 11 laki-laki. Kegiatan utama mereka di Surabaya adalah membantu panti asuhan. Mereka mengajarkan pelajaran bahasa Inggris dasar, budaya Korea, keterampilan, permainan, kesenian, memberikan bantuan berupa perbaikan fisik bangunan (membangun septic tank), dan juga kegiatan lain.
 
Saya dan para sukarelawan. Yang berbaju putih Heung Su yang mengajarkan saya bahasa Korea
Saya hanya ikut dari jam 7.30 – 11 pagi selama 3 hari dari hari Senin sampai Rabu karena saya harus bekerja. Dari waktu yang singkat ada beberapa hal yang saya dapat:

  • Mereka adalah para pemuda dan pemudi yang mendaftar sebagai sukarelawan pada perusahaan pengelola Bandara Udara Incheon (Incheon Airport) di Korea.
  • Mereka mengikuti proses seleksi dan semua awalnya tidak salaing kenal dan berasal dari beberapa kota di Korea.
  • Kegiatan sukarelawan menjadi trend di Korea dan anak muda banyak yang giat mengikuti kegiatan ini. Menjadi sukarelawan sangat penting dan dipertimbangkan dalam CV kerja. Perusahaan-perusahaan juga berlomba-lomba meningkatkan kegiatan amal perusahaan (Corporate Social Responsibility – CSR).
  • Panti Asuhan Muhammadiyah Tandes untuk pertama kalinya mendapat kunjungan ini, tapi sebelumnya Panti Asuhan Muhammadiyah cabang Wiyung mendapat kunjungan dan bantuan hampir setiap tahun pada tahun-tahun sebelumnya.
  • Pemudi-pemudi Korea memang malu-malu, tapi tetap full make-up ha ha.
  • Pemudanya lebih terbuka dan lebih bersahabat. Pemudinya lebih malu-malu tapi mereka juga baik.
  • Semua bekerja dengan penuh semangat, kompak, dan super ramah.
  • Saya sempat diajarkan bahasa Korea oleh salah satu sukarelawan, Han Heung Soo. Pelajaran pertama mengenal huruf dan membaca tulisan Hangul. Wuih..puyeng saya. Terutama karena kendala bahasa pengantar juga. Heng Soo kurang lancar berbahasa Inggris. Pada hari-hari selanjutnya saya mencoba menulis sendiri dan memintanya mengoreksi hasil tulisan saya, buku saya titipkan Fatin karena saya tidak ada kesempatan untuk bertemu.
  • Para sukarelawan tidak semuanya paham bahasa Inggris. Kebanyakan berbicara kurang lancar dan logatnya pun membingungkan. Ada satu orang yang fasih berbahasa Inggris akrena pernah tinggal di Australia dan pemimpin tim tersebut malah fasih berbahasa Indonesia.

Entah bagaimana mereka menjadi magnet bagi saya. Semangat, keceriaan, dan keramahan mereka yang luar biasa membuat saya sangat tersentuh dan terkagum-kagum. Mereka sangat hangat dan menyenangkan. Ini membuat saya makin mantap meluangkan waktu untuk menjadi sukarelawan seperti mereka, paling tidak di panti asuhan ini. 

Bagi adik-adik panti asuhan tentu saja mereka senang luar biasa. Semua senang dengan keramahan teman-teman baru mereka dari Korea. Pada hari terakhir ketika digelar pesat perpisahan sederhana, saya tidak hadir. Setelah acara tersebut saya menonton video bagaimana semua sukarelawan berbagi cerita dan berbagi air mata di akhir pertemuan dengan adik-adik. Beberapa adik panti asuhan terharu dan sedih melepas kepergian mereka. Untung saya tidak datang…bisa-bisa saya menangis hebat melihat harunya pesta perpisahan itu. Ah…yang namanya perpisahan tidak ada yang membahagiakan. Oh ya, yang terlupakan, ada juga kisah cinta yang terjalin... beberapa remaja panti asuhan jatuh hati pada sukarelawan pria..ha ha…

 
Saya (depan tidak berkerudung) dan Fatin (Oranye berkerudung), teman-teman Panti Asuhan Muhammadiyah Tandes dan teman-teman sukarelawan dari Incheon Airport
 Saya mengenal beberapa sukarelawan dan sempat berkirim e-mail dengan mereka sekembalinya ke Korea. Sampai sekarang saya masih bertukar kabar dengan 5 orang dari para sukarelawan. Salah satunya, Woo Shin Jae malahan mengirimkan saya kenang-kenangan berupa CD BIGBANG dari Korea berisi lagu-lagu saaat mereka menggelar konser terakhir di Seoul. Wah….girang bukan kepalang. Semoga persahabatan kami tetap terjalin dan suatu saat saya bisa mengunjungi mereka di Seoul. Sampai ketemu nanti!








Monday, December 9, 2013

Tragedi Bintaro 2013

Hari ini seperti biasa menjelang pukul 12 siang saya menyalakan TV di tempat kerja untuk menyaksikan berita terkini. Metro TV dengan dua pembaca beritanya muncul di layar dengan running text kecelakaan antara truk tanki BBM dan KRL Jabodetabek di daerah Bintaro. Hm..tragedi Bintaro yang kedua pikir saya.

Siang hari ini, sekitar pukul 11.20 KRL melintas di perlintasan kereta api jalur ganda di daerah Bintaro, Jakarta. Palang pintu kereta api dikabarkan tidak berfungsi dan petugas (masih simpang siur) sudah memberi aba-aba jika kereta melintas. Truk tanki tidak melihat dan tertabrak KRL yang melaju.
Gerbong masinis langsung terbakar dan gerbong 8 tepat di belakan gerbong masinis yang merupakan gerbong khusus wanita terguling dan langsung ikut terbakar.
Sampai saya menulis tulisan ini sekitar 43 korban (1 laki-laki meninggal dan 1 wanita luka bakar sekujur tubuh) berada di RS. Suyoto daerah Bintaro.

Perasaan saya campur aduk. Saya bersyukur tidak menjadi korban dan tidak ada keluarga yang menjaid korban. Di sisi lain saya bersimpati dan trenyuh dengan tragedi ini. Setiap mendengar tentang kereta api, saya teringat Pak Jonan. Pasti beliau sibuk sekali dengan tragedi ini. Sekitar 2 minggu yang lalu gerbong barang terbakar di Stasiun Gubeng - Surabaya, belum genap sebulan kecelakaan lain terjadi.

Pepatah untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak memang benar adanya. Siapa yang menyangka, masinis yang bekerja seperti hario-hari lainnya tiba-tiba di siang hari ini kehilangan nyawanya (kabarnya sampai sekarang masih belum dievakuasi dan terjepit di lokomotif kereta). Siapa yang menyangka para penumpang gerbong wanita yang mungkin akan ke tempat kerja, ke tempat kerabat, jalan-jalan ke mall, dan mungkin saat itu sedang sibuk menupdate status Facebook harus meregang nyawa. Kadang saya lupa sebagai manusia, betapa banyak yang harus saya syukuri dan betapa banyak hal yang terjadi di sekitar saya yang menjadi pengingat bahwa saya hanya manusia biasa yang suatu saat tanpa saya duga dijemput malaikan pencabut nyawa atas perintahNya. Kita manusia sering lupa dengan segala hingar bingar duniawi, sibuk mencari harta, sibuk mencari popularitas dan tiba-tiba mungkin dalam hitungan detik tinggal nama dan jasad kita yang tertinggal di dunia fana ini. Semoga kita semua dalam lindunganNya. Amin

Tuesday, November 19, 2013

Berkereta Api Semalam di UWM

Apakah saya benar-benar naik kereta api di dalam kampus Universitas Katolik Widya Mandala suatu malam? Tidak, saya tidak benar-benara berkereta di dalam kampus tapi saya serasa naik kereta api dan berwisata menjelajah dimensi pemikiran Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI). Bagi saya kedatangan saya di kampus UWM tanggal Surabaya, 23 Oktober 2013 yang lalu adalah sebuah jackpot. Bagaimana tidak, awalnya saya hanya berniat menemui beberapa dosen penguji saya untuk meminta tanda tangan pengesahan tesis saya sekaligus mengumpulkan hard copy tesis saya, ujungnya saya ikut Kuliah Perdana Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana UWM dan mendengarkan 2 pembicara yang luar biasa.

Sejak seminggu sebelum acara Kuliah Perdana digelar, saya sebenarnya sangat tertarik mengikuti perkuliahan tersebut. Disebut kuliah perdana karena memang kuliah itu digelar untuk menyambut para mahasiswa baru. Walaupun saya bukan mahasiswa program doktor tapi saya bisa mengikuti kuliah ini. Petugas penerima tamu yang kebetulan juga merupakan pegawai tata usaha di prgram pascasarjana menawari saya untuk ikut kuliah ini. Saya sempat ragu karena saya datang sekitar pukul 18:30 1 jam terlambat dari jadwal kuliah perdana. Akhirnya saya ikut juga, dan setelah bertemu dengan seorang kawan saya masuk ke dalam ruangan. Sudah banyak mahasiswa di dalam. 

Setelah pengesahan dan penyambutan mahasiswa baru yang rata-rata dosen fakultas ekonomi
 beberapa universitas di Surabaya, Prof. Hani Handoko dari Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka perkuliahan dengan menyampaikan beberapa teori pengantar manajemen. Gaya bicara Prof. hani yang kocak membuat saya tertawa terpingkal-pingkal, benar-benar 10x lebih lucu dan lebih berbobot daripada semua peserta stand up comedy yang sedang marak di TV. Prof. Hani menyampaikan beberapa inti sari penting dalam manajemen dan kepemimpinan. Saya dan teman yang awalnya berencana pulang pukul 8 malam langsung mengurungkan niat setelah terhibur dan teredukasi oleh Prof. Hani.

Setelah kurang lebih 1 jam berbicara, beberapa panitia acara dan Direktur Program Pascasarjana tampak sibuk. Rupanya pembicara utama, bapak Dirut PT. KAI sudah datang. Beberapa pegawai lain dari PT. KAI juga ikut memasuki ruangan dan duduk bersama mahasiswa. Sebelum mulai bicara Dirut PT. KAI , Pak Ignatius Jonan menitipkan ponsel kepada asisten beliau. Sepertinya pada pembicara lain yang saya temui ponsel selalu dikantongi dan kadang diutak-atik selama acara, awal yang sudah beda. 

Suasana mendadak berubah. Saya bingung bagaimana mendeskripsikannya. Ketika Pak Jonan masuk saya rasa suasana yang sudah lumer oleh guyonan Pak Hani sedikit tegang. Penampilan Pak Jonan yang tampak serius menyihir semua yang datang. Pak Jonan orang yang mungkin lebih tepat disebut bermuka "poker face" sulit dilihat arti raut mukanya, hanya tampak tegas dan galak. hal ini tidak benar, bukan galak tapi lebih tepatnya tegas dan disiplin. Orangnya kecil, tangkas, dan gaya bicaranya lugas. Dilihat dari perawakannya saya pikir beliau masih berusia awal 40 tahunan.

Dalam kesempatan tersebut Pak Jonan menunjukkan perubahan dan perombakan total pelayanan dan juga fasilitas  stasiun-stasiun seluruh Indonesia (Jawa dan Sumatra). Beliau memutar video yang menunjukkan perombakan total stasiun KA di Jakarta yang dilewati KRL dengan penggusuran 6000 kios pedagang. Video juga menunjukkan bagaimana transformasi pelayanan PT. KAI dilakukan. Mulai dari pembelian tiket online, penggunaan kartu sebagai ganti uang tunai untuk pembelian tiket (padahal sudah jamak digunakan di semua negara...yes akhirnya kita pakai kartu untuk KRL), penambahan fasilitas, peningkatan kebersihan dan lain-lainya.

Dari sisi manajemen, beliau menceritakan bahwa perubahan utama yang dilakukan adalah dengan merubah etos kerja para karyawan PT. KAI. Seperti disampaikan beliau, karena menjadi perusahaan satu-satunya di bidang ini dan bisa dikata memonopoli jasa perkeretaapian maka ada atau tidak ada penumpang bukan hal penting. Akibatnya pelayanan terhadap para penumpang pun asal-asalan saja. Beliau merombak hal ini. Gaji karyawan dinaikkan, berbagai pelatihan diadakan, logo perusahaan diganti, berbagai prestasi diberikan reward sementara kesalahan-kesalahan diberi sanksi. Saya ingat beliau berkata , "Saya masih mentolerir karyawan yang masih susah untuk menjalankan tugas dengan baik, mungkin karena kompetensi masih kurang, tapi jika ada karyawan yang melakukan penyimpangan, korupsi dan lainnya maka habis sudah karirnya." Penerapan reward and punishment ini sukses memacu kinerja karyawan. sebagai informasi tambahan PT. KAI telah mengirimkan banyak karyawannya untuk melakukan studi banding ke luar negeri, terutama Cina dan Eropa untuk melihat dan belajar tentang sistem perkeretaapian di sana. Luar Biasa!

Pernyataan beliau yang tidak akan saya lupakan di awal ceramah adalah,"Menjadi pemimpin itu tanggung jawab bukan kekuasaan. Anda salah besar jika berpikir menjadi pimpinan berarti bisa mendapatkan kekuasaan lebih." Saya segera mengoreksi kembali diri saya dalam memimpin rekan-rekan di tempat kerja. Ada banyak sekali hal diucapkan oleh Pak Jonan yang mencolek saya, membuat saya kembali terbangun dan fokus pada tugas dan kewajiban saya sebagai seorang karyawan di tempat kerja dan juga pemimpin bagi teman-teman saya. Semangat perubahan dan pemberian pelayanan kelas satu yang terjadi di
PT. KAI juga memotivasi saya untuk menerapkan semangat dan strategi serupa di tempat kerja saya.
Ignasius Jonan, Dirut PT. KAI sumber fotobumn.go.id

Berbagai kisah inspiratif dari Pak Jonan dan karyawan PT. KAI dibukukan dan awalnya hanya diberikan untuk intern PT. KAI dan BUMN lainnya. Tetapi Menteri BUMN Pak Dahlan Iskan meminta buku ini diterbitkan untuk umum. Di acara kuliah perdana ada 4 buku yang dibagikan dan ditandatangai oleh belia. Saya cukup ngiler saja dan minta tanda tangan para dosen penguji tesis. Dua minggu kemudian saya beli buku ini di Toko Buku Gramedia dan saya terperangah terkagum-kagum membacanya. Beberapa pelajaran penting dari beliau akan saya ulas dalam posting lainnya.


Bersyukur sekali malam itu saya bisa mengikuti kuliah perdana bersama CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012 yang memimpin PT. KAI menjadi BUMN Inovatif Terbaik pada anugerah BUMN 2012. Kuliah perdana yang dijadwalkan selesai pukul 8 malam molor sampai pukul 9:30 malam. Untuk pertama kalinya saya tidak gelisah ingin pulang dari perkuliahan. Pelajaran malam itu sungguh berharga. Terima kasih UWM, terima kasih Pak Jonan :)
 

Monday, November 18, 2013

Parade Juang 2013

Tidak Puas hanya nonton SURABAYA MEMBARA, drama kolosal yang dipertontonkan di depan Kantor Gubernur Jawa Tumur pada tanggal 9 November malam untuk memperinbgati hari Pahlawan, saya juga nonton Parade Juang yang melintasi Jalan pahlawan, Gemblongan, Tunjungan, dan berakhir di Taman Surya. Salah satu kegemaran saya memang nonton karnaval. Saya ingat dulu sejak kecil saya hampir selalu nonton gerak jalan dan karnaval diantar mama saya. Hampir tiap tahun say atidak pernah absen. Kakan saya tidak pernah tertarik dengan hal-hal seperti itu, anehnya ia pernah menjadi peserta dalam gerak jalan Mojosari - Mojokerto dan menjadi peserta karnaval juga. Sebagai penonton ia rupanya tidak berminat sama sekali.

Tahun ini adalah kali pertama saya menyaksikan parade juang. Beberapa peserta mulai dari veteran perang, purnawirawan, tentara, polisi, pelajar, marching band, dan beberapa peserta dari komunitas lain ikut meramaikan parade juang. Saya nonton dari seberang mall Tunjungan Plaza. Tepat duduk di pagar pembatas jalan. Saya cukup pengalaman nonton berbagai macam parade dan spot yang pas akhirnya ketemu. Nonton dengan duduk bersandar di pagar pembatas jalan.

Di Surabaya seingat saya parade yang rutin diadakan adalah Parade HUT Kota Surabaya, Parade HUT Provinsi Jawa Timur dan Parade Juang. Untuk peringatan hari kemerdekaan seingat saya ada juga tapi saya bleum pernah nonton. Dibandingkan dengan 2 parade lainnya, Parade Juang ini yang paling tidak meriah. Toh saya trenyuh juga melihat barisan para veteran yang bersemangat berjalan. Sungguh tanpa keberanian mereka dan warga kota lainnya saat itu mungkin sekarang saya tidak bisa hidup seperti ini.



Barisan lainnya yang menjadi favorit para warga tentulah marching band dengan suaranya yang memecah suara klakson dari kendaraan yang macet di sisi jalan. Salah satu yang jadi pembuka acara adalah dari Akademi Angkatan Laut Surabaya. Hampir-hampir tidak pernah absen di tiap acara.








Walaupun jumlah penonton tidak sebanyak parade lainnya, walaupun jumlah peserta parade tidak sebanyak parade HUT kota dan HUT Provinsi Parade Juang tetap menarik buat saya. Segala kegiatan dari pemerintah kota untuk mengingat dan menghidupkan Hari Pahlawan patut diapresiasi. Semoga semangat warga kota tidak pernah surut dalam mempertahankan kemerdekaan dan memerdekakan batin mereka dari segala macam himpitan ekonomi dan kesulitan hidup lainnya. MERDEKA!

Sunday, November 17, 2013

Surabaya Membara

Saya bukan warga asli Surabaya, tapi saya sudah hidup di kota ini sampai kurang lebih 12 tahun lamanya. Selama masa itu baru tahun ini untuk kali pertama saya ikut dalam hingar bingar perayaan Hari Pahlawan. Ya, Surabaya memang disebut sebagai Kota Pahlawan, kota tempat pertempuran arek-areng Suroboyo bermodal bambu runcing melawan tentara Sekutu. Setiap bulan November, nuansa heroik selalu dihadirkan di kota yang saya cinta ini. Selalu ada perayaan berupa drama kolosal, karnaval, gerak jalan,  lomba-lomba, dan aneka kegiatan menarik lainnya. Sayang seribu sayang saya selalu melewatkannya. Kesibukan yang utama.

Untunglah tahun ini saya berhasil ikut melebur bersama ratusan bahkan mungkin ribuan orang yang menyaksikan drama kolosal berjudul  "Surabaya Membara". Drama ini bisa disebut puncaknya perayaan Hari Pahlawan. Setiap tahun selalu dipentaskan di malam 10 November alias tanggal 9 November malam. Seingat saya lokasinya berubah-ubah. Tapi tetap dilaksanakan di jantung pertempuran masa lalu yaitu sekitar wilayah Jembatan Merah, Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, Grahadi. Untuk tahun ini drama dipentaskan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur tepat berhadapan dengan Tugu Pahlawan, tugu pengingat perjuangan pemuda Surabaya melawan penjajah.

Sejak awal bulan sudah ada coretan grafiti di beberapa tembok kosong di kota ini. Tulisannya " AWAS 9 NOVEMBER SURABAYA MEMBARA". Awalnya saya pikir ini tulisan provokatif sehubungan dengan tuntutan Upah Minimum Kota (UMK) buruh di Surabaya. Ternyata grafiti itu adalah iklan drama kolosal berjudul sama, SURABAYA MEMBARA. Satu minggu, jika tidak salah, menjelang hari H beberapa karung ditumpuk menyerupai pelindung untuk bertempur. Tumpukan karung ini diletakkan di depan Gedung RRI Jalan Pemuda, depan Gedung DPRD Surabaya di Jalan Yos Sudarso, dan enath di mana lagi lainnya. Wah...suasana pertempuran masa lalu mulai dihadirkan di tengah kota.

Saya semakin semangat nonton drama ini setelah kakak saya mengajak nonton dan bertepatan letaknya tidak jauh dari kawasan tempat tinggalnya. Drama dimulai pukul 8 malam. Tepat setelah sholat Maghrib dan makan malam sekitar pukul 6.30 saya dan kakak naik bemo (angkot) ke Tugu Pahlawan. Hanya sekitar 10 menit, angkot berhenti di perempatan dekat Kantor Pos Kebon Rojo. Kami jalan kaki ke arah Tugu Pahlawan. Jalan sudah ditutup, disterilkan dari segala kendaraan. Banyak orang menuju lokasi. Sampai di tempat ratusan orang menyemut, mencari tempat duduk.

Kami sempat kerepotan mencari spot yang pas untuk nonton. Parahnya warga Surabaya termasuk kurang kooperatif. Tidak duduk rapi dan sabar menanti tapi berdiri berkerumun. Walhasil yang terlihat punggung saja, Setelah bingung dan berjalan hilir-mudik mencari tempat nonton yang pas, akhirnya kami dapat tempat menghadap panggung. Tidak menghadap tepat di panggung tapi lumayan jauh dari sisi kanan panggung sehingga saya hanya melihat dari kejauhan. Menurut penjelasan pembawa acara, drama yang dipentaskan adalah bagian kedua dari drama yang telah dipentaskan tahun sebelumnya. Setelah kata-kata pembuka dari pembawa acara yang diterjemahkan tidak pas oleh penerjemah bahasa Inggris (Contohnya ia menerjemahkan  SURABAYA MEMBARA menjadi FIRE IS SURABAYA) sekitar pukul 7:45 drama sudah dimulai.

Drama dibukan dengan sekelompok aktor yang menjadi tentara Jepang sedang berbaris. mereka berbaris berputar diiringi lagu mars dalam bahasa Jepang. Kemudian disusul pemuda dengan bambu runcing berpratoli berputar. Penonton dibawa ke suasana masa lalu di tengah hiruk pikuk masyarakat yang beraktivitas di tengah kota. Ada pedagang tape, ada ibu-ibu penjual sayur, kue, dan pedagang-pedagang lainnya. Acting para aktor saya apresisasi. Tidak hanya beracting tapi mereka juga berinteraksi dengan para penonton. Ada yang menjajakan kue ke penonton (tentunya gratis he he).

Tiba-tiba ada pengumuman penyerangan penjajah dan bendera Belanda dikibarkan di atas Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit). Narasi para aktor sudah direkam dan diperdengarkan lewat speaker raksasa di belakang kerumunan penonton malam itu. Saya lupa detil urutan peristiwanya yang jelas tentara Inggris yang bersekutu dengan Belanda datang mengusir tentara Jepang dan kemudian berperang dengan arek-arek Suroboyo. Yang keren, tentara Inggris ini tentara Indonesia sebenarnya dengan menggunakan seragam militer berbendera Inggris yang menyerang dengan tank tempur sesungguhnya. Ditambah asap dan bom kertas serta warna merah menyala dan suara meriam buatan dengan mercon meledak di sana sini suasana malam itu benar-benar mencekam. Saya bisa merasakan ketegangannya.

Saya merasakan sedikit sesak dengan asap putih bercampur kilatan lampu merah seakan asap pertempuran mengisi suasana malam yang berawan dan lembab itu. Ditambah ratusan penonton untuk bernafas lumayan menyesakkan. Suara keras seperti suara tembakan yang memekakkan telinga menjadikan drama tersebut jadi lebih hidup. Sayang pengaturan penonton yang kurang bagus membuat saya tidak bisa menonton dengan nyaman. Jika drama kolosal ini dipertontonkan untuk warga dengan harapan warga bisa belajar dan mengenang semangat juang para pejuang masa lalu, maka pengaturan penonton mutlak dilakukan agar penonton bisa tertib dan semuanya bisa menonton dengan nyaman.

Drama berlangsung kurang lebih 1 jam dengan bagian akhir cerita yang tidak bisa saya nikmati karena saya berpindah tempat dari tempat di mana saya jongkok di lutut 15 menit lamanya. menerjang himpitan penonton saya berhasil pindah ke tempat dengan udara yang lebih segar tapi pemandangan nihil. Hanya punggung yang saya lihat. tetap sabar saya menunggu hampir 10 menit sampai kemudian acara selesai. Saya hanya mendengar saja kata penutup dan salam perpisahan pembawa acara, tidak ada yang saya tonton. Setelah itu saya pulang menumpang bus kota yang melambat terhalang kerumunan kendaraan.

Rasa hati saya puas dengan penampilan yang apik, tata cahaya dan suara juga bagus. yang lebih bagus tentunya tank-tank tempur dengan tentara bersenjata di atasnya. Penggambaran keadaan masa lalu dapat ditampilkan dengan jelas. Interaksi aktor dengan penonton juga bagus. Semoag di tahun 2014 drama kolosal yang ditampilkan lebih bagus lagi dengan penataan penonton yang sama bagusnya. Terima kasih arek-arek Suroboyo. MERDEKA!

Tuesday, November 5, 2013

Sirene, Suara Monster yang Memilukan


Sirene adalah alat untuk membuat suara ribut yang fungsinya memperingatkan masyarakat akan bahaya suatu bencana alam dan digunakan untuk kendaraan layanan darurat seperti ambulan, polisi, dan pemadam kebakaran. Bentuk sirene yang paling modern adalah sirene serangan udara, sirene tornado, sirene tsunami dan sirene untuk kendaraan layanan darurat. Kebanyakan sirene hanya memiliki satu jenis nada. Ada banyal tipe sirene, antara lain yang umum di  Amerika Serikat adalah tipe Federal Signal Model 7, Model 2, Model 5, 3T22, Thunderbolt 1003, STH10, STL-10, The ACA Banshee,dan Screamer and the Sterling (sekarang Sentry) sirene Model M.(wikipedia)

Saya tidak suka mendengar suara sirene. Suaranya yang meraung-raung menyayat hati dan menebar rasa takut, was-was, panic, dan segala macam perasaa yang tidak enak. Untuk pertama kalinya di hari Senin 4 November 2013 saya berada di tempat di mana raungan sirine silih berganti. Saya berada di Pusat Grosir Surabaya (PGS), tidak jauh dari lokasi terbakarnya ruko Pacific Megah yang jaraknya mungkin 300 meter dari PGS. Raungan sirine mobil pemadam kebakaran (PMK), ambulance, dan truk tangki Dinas Pertamanan Kota Surabaya hilir mudik memecah suasana lalu lintas yang padat di sekitaran lokasi.

Hari itu saya berencana mengunjungi teman kerja saya di daerah Tambaksari, berboncengan dengan teman perempuan saya. Saya mendapat pesan singkat dari teman saya yang tinggal di kawasan Tambaksari itu yang mengingatkan untuk tidak mengambil jalur PGS karena ada kebakaran di ruko seputaran wilayah itu. Saya segera cek Radio Suara Surabaya, dan benar saja pembahasan dan laporan lalu lintas saat itu berfokus pada upaya pemadaman ruko. Ketika saya mengambil jalan memutar mungkin 3 km dari lokasi kebakaran, bisa saya lihat api hitam membumbung tinggi. Jalan-jalan alternatif padat merayap dampak dari kebakaran
.
Setelah bertemu dengan teman saya, saya dan dia meluncur ke PGS. Lalu lintas padat dengan raungan sirene dari kejauhan. Ketika mendekati markas PMK Pasar Turi, truk besar PMK dengan sirene yang kencang dan memilukan berjalan melawan arus dengan gaya bak sopir bemo ugal-ugalan. Sangat dimaklumi karena sopir harus sigap dan cekatan. Saya jadi berpikir mungkin baiknya sopir-sopir bemo (angkot) yang suka menyetir asal harusnya jadi sopir urusan maha penting dan darurat. Mereka ahli menyelip, ahli memotong jalur, ahli mencari celah di jalan yang super sempit sekalipun, dan ahli melihat ada penumpang melambai walaupun mobil dipacu sampai 80km/jam di dalam kota.

 Sampai di PGS raungan kendaraan semakin banyak terdengar silih berganti. Video dari peristiwa kebakaran saya unggah disini, Video itu saya rekam dengan kamera telepon seluler ketika saya melintas ke lokasi kebakaran sepulang dari PGS. Saya langsung teringat berbagai suasana memilukan yang terbawa kembali tiap saya mendengar sirene. Sirene pertama kali yang paling saya ingat adalah ketika suami ibu kos berpulang. Saya yang membersihkan rumah beliau, dan mengangkat kursi dibantu teman dan tetangga, karena ibu kos dalam perjalanan dari rumah sakit menuju rumah. Ketika beberapa tamu dari tetangga berkumpul, sekitar 45 menit kemudian raungan ambulan dari rumah sakit mendekat dan jenazah segera diurus pihak keluarga. Suara sirinenya menyedihkan.

Sirene kedua yang suaranya teramat memilukan dan terdengar sampai hampir 1 jam adalah dari ambulance yang mengantarkan jenazah ibu saya ke rumah orang tua saya di Mojokerto. Itu kali pertama saya duduk di dalam ambulance. Hal yang sekali pun tidak pernah terpikir sejak saya kecil saat mendengar suara sirine ambulance. Saya benci sekali suara itu. Sedih sekali mendengarnya. Apa mau dikata, saya mendengarkan suara itu hampir 1 jam atau mungkin lebih dari RSUD Dr. Soetomo sampai rumah. Tiap raungannya seperti suara monster yang menghalau semua orang dan kendaraan yang ada di jalan. Raungannya seperti berkata,”Minggir takutlah padaku.”

Sirene ketiga lagi-lagi saya ada di ambulance mengantarkan ayah saya yang stroke untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan di rumah sakit lain karena rumah sakit yang merawat ayah saya tidak memiliki scannernya. Sebenarnya saya ingin meminta sopir untuk mematikan sirine itu. Tapi pastinya tidak mungkin saya lakukan. Saya berpikir ayah saya yang terbaring di dalamnya pasti memikirkan kejadian masa lalu ketika beliau duduk di samping jenazah ibu saya di dalam ambulance sambil mendengarkan raungan sirine.
Sirine terakhir yang meraung-rauhng islih berganti saya dengar kemarin. Suara sirine PMK lebih keras dan lebih tegas. Suara sirine ambulance lebih melengking. Tapi keduanya sama, pertanda ada musibah. Semoga tidak terdengar lagi banyak sirine di kehidupan saya.

Sumber lain:
http://id.wikipedia.org/wiki/Sirene