Saturday, March 30, 2013

Vegan for a Day

Hidup sehat dan panjang umur adalah dambaan setiap manusia, apalagi jika ditambah frase "banyak rejeki". Salah satu hal yang selalu ingin saya lakukan adalah menjadi vegetarian, tidak selamanya tapi jika saya bisa terus kontinyu melakukannya selama paling tidak sebulan saya akan sangat bahagia. Masalahnya memasak sendiri sangat tidak memungkinkan, jadi solusinya ya pergi mencari rumah makan vegetarian. Setelah sebelumnya iseng mencoba menu vegetarian di food court ITC Surabaya, saya berkesempatan 2x mencoba makanan vegetarian di restoran vegetarian Loving Hut di kawasan Jalan Sumbawa (lewat Jalan Biliton).

Aneka menu dan foto selebriti vegetarian
Restoran ini tidak pernah sepi pengunjung. Tempatnya yang luas mampu menampung banyak pengunjung yang rata-rata datang bersama keluarga. Menunya sangat menggiurkan dari makanan pembuka sampai makanan penutup semua tersedia. Dari aneka sup, nasi, steak, bahkan sate dan pizza pun ada. Dengan moto Be Vegan Go Green to Save the Planet, restoran ini menyebarkan jargon-jargon pentingnya menjadi vegan atau vegetarian. Di dinding juga terpampang selebriti dunia yang menjadi vegetarian ataupun vegan dan didukung dengan dengan poster kalimat-kalimat ajakan menjadi bagian dari kelompok vegan dan vegetarian. Di dua sisi diniding restoran juga terpampang televisi layar datar yang menayangkan video tentang vegetarian dan vegan. Sebagai informasi vegan adalah mereka yang sama sekali tidak menggunakan produk hewani termasuk susu dan telur bahkan juga tidak menggunakan kulit hewan. Sementara mereka yang vegetarian menjauhi produk hewani tapi masih mengonsumsi telur dan susu. 

Buku menu lengkap
Setelah memilih tempat duduk, pelayan akan memberikan buku menu yang berisi banyak sekali menu tentunya dilengkapi dengan harga yang berkisar dari 20 ribuan untuk makanan sampai menu makanan porsi besar dengan harga ratusan ribu. Di tiap halaman buku menu terdapat ajakan menjadi vegan atau vegetarian dan uniknya mereka juga menjual nasi tumpeng vegetarian, harganya jika tidak salah sekitar 500 ribu.

Kesempatan pertama saya memesan sate, tapi karena pemanggang rusak maka akhirnya saya memesan Mei-Mei Soup, Duo fillet, dan Liberation Steak. Mei-Mei Soup adalah sup bening berisi sayuran seperto wortel, jamur es, sawi dan potonga daging tiruan. Rasanya enak dan terasa kuat sekali minyak wijennya. Sup ini enak nyaaam. Porsinya cukup untuk 4 orang dan pas sebagai makanan pembuka. Harga seporsi sup ini 25,000 rupiah.


Mei-mei sup yang enak

Sementara Duo Fillet persis seperti fillet ikan dengan sambal cabai merah. bentuk dan teksturnya persis sekali seperti fillet ikan. Rasanya? Biasa saja tidak istimewa. Hampir semua jenis daging, bakso, dan ikan tiruannya saya rasa terbuat dari kedelai, entah campurannya apa tetapi enak dan bertekstur daging walaupun rasanya sama sekali tidak rasa daging :) . Harga fillet "ikan" ini 25,000 rupiah (porsi kecil hiks )

Duo fillet
Liberation steak
Menu ketiga, Liberation Steak ini namanya cukup menggugah. Setiap mengingat namanya saya jadi terbayang demonstrasi mahasiswa tahun 1998 di Jakarta atau masalah kebebasan Dalai Lama dan pengikutnya dari tekanan pemerintah Cina. Berlebihan sekali ya? Liberation Steak ini disajikan di piring panas alias hot plate yang benar-benar panas. Rasanya persis seperti gurami atau udang tepung asam manis minus gurami dan udangnya. tetap gurih dan nikmat. Saya suka sekali menu ini, harganya 35,000 rupiah.

Pada kunjungan saya berikutnya saya memesan sup Tom Yam. Rasanya mirip dengan yang saya beli di ITC, hanya porsinya lebih lengkap dengan daging dan bakso ikan tiruan. Cabai rawit utuh dan potongan cabai merah membuat lidah terbakar, tapi tetap cita rasanya segar walaupun tidak seenak sup Tom Yum ini harganya sekitar 28,000 kalo tidak salah. Struk pemesanan lenyap jadi saya hanya bisa memperkirakan nama dan harga menu pada kunjungan kedua ini :(

Sup Tom Yam
Selain itu saya memesan menu yang namanya keren dan jika diterjemahkan dengan kamus perkulineran disebut sapi lada hitam. Benar-benar daging, bentuk dan teksturnya. Tapi rasaya? Kedelai he he tetap enak. Harga sekitar 23 - 26 ribu.

Sapi lada hitam a la Loving Hut (gambar kurang jelas karena keburu
disantap sebelum difoto :)

Menu terakhir, pizza! Pizza ini tidak saya rekomendasikan, karena adonan roti pizzanya kering serasa makan roti biasa yang di atasnya diberi toping daging. Lebih tepatnya bertoping abon ayam asin. Abon ayam palsu ini entah dibuat dari apa rasanya sangat asin. Potongan nanas, paprika, dan semprotan mayonais cukup membantu tapi tetap dibanding dengan asinnya abon ayam membuat lidah saya hampir kebas. Harga seporsi pizza ini sekitar 30 ribuan.

Overall makanan dan menu yang ditawarkan di restoran ini mantab! Walaupun ada beberapa menu yang telah saya coba yang membuat kecewa tetap saya bersemangat menjadi vegetarian sehari :)



Bakso So'un

Surabaya bagi saya adalah surga makanan enak. Namanya juga kota besar dan penduduknya padat, pastinya jadi pasar yang bagus bagi para penjual makanan, selain juga karena bisnis makanan adalah bisnis "anti krisis". Adalah sebuah tempat makan di Jalan Mojopahit, Surabaya, yang bernama Bakso So'un tepat di belakang Mc.Donald's Raya Darmo hanya berjarak 1 rumah saja. Setiap saya pulang dari kampus Unika Widya Mandala saya selalu melewati tempat makan baru ini, dulunya rumah yang sekarang dipakai usaha ini dipakai berjualan kue.

Hari Minggu kemarin saya iseng mengunjungi tempat ini. Tempatnya asyik. Sangat luas dan suasananya tempo dulu. Meja dan perabotan serta hiasan dindingnya jadul selaras dengan bentuk bangunan yang asli tempo dulu. meja dan bangku yang lebar-lebar ini pas menampung sampai 6 orang. Pengunjunganya banyak, semua meja terisi penuh. Dan, pelayannya ada yang konsisten berbahasa Jawa, mungkin disengaja sebagai ciri khas mengingat mas pelayan ini masih muda (umumnya anak muda lebih suka berbahasa nasional).


Menu makanannya? Bakso mi so'un dan mi ayam. Sebenarnya dari penamaan catchy sekali, Bakso so'un, padahal di mana-mana juga bakso dengan so'un atau bihun, tapi bagaimanapun namanya yang unik tapi juga sederhana memikat para penikmat kuliner Surabaya. Rasa baksonya cukup enak tapi kuahnya keruh tidak bening. Beda orang beda selera, bagi saya kuah bening lebih nikmat. Tiap item bakso dihitung sendiri, jadi ketika Anda memesan Bakso So'un yang Anda dapat hanya bakso, so'un, sedikit potongan kecil tahu, potongan daging, dan kuahnya saja. Untuk tambahan pangsit goreng (yang nikmat dan lebar) Anda harus menambha pesanan sendiri. Semangkok bakso dihargai 11,000 rupiah sementara pangsit gorengnya 1500 rupiah per biji.
Bakso So'un

pangsit goreng enak @1500

Belum kenyang saya memesan semangkok mi ayam yang say amakan berdua dengan kakak saya. Rasanya sebenarnya mirip mi ayam dorongan kaki lima. Tidak terlalu istimewa, hanya tekstur dan bahan mi-nya yang lebih baik. Porsinya juga porsi kecil, dengan harga yang sama saya bisa mendapat menu lebih besar dari warung pangsit mi Pasar Turi. Namanya juga mencoba, cukuplah jadi bahan referensi makanan.

Jika ingin rasa yang lebih "nendang" Anda bisa lanjut ke arah kampus Widya Mandala dari Bakso So'un dan Anda akan menemukan warung tenda Pak Edi yang menjual pangsit mi dan bakso dengan rasa yang menurut saya  jauh lebih nikmat.