Manic Steet Walker - Kenjeran (Bagian 3)

Mengingat tulisan saya tidak terlalu panjang di bagian pertama, sementara foto-foto yang bisa saya abadikan dengan kamera ponsel saya masih banyak, maka saya unggah di bagian terpisah seperti berikut ini:

Rute awal masuk jalan Pantai Kenjeran


Gang kampung berhias lukisan nelayan

Pedagang krupuk dan hasil laut

Pedagang topeng monyet, menunggu pembeli di sekitar kawasan Pantai Ria Kenjeran

Pedagang Lontong Kupang bersiap menyambut pembeli

Pasar ikan Minggu pagi ramai pembeli dan penjual







Ikan asap, ada juga ayam yang diasap

Rumah pompa, baru kali pertama saya lihat


instalasi air di Rumah Pompa Kenjeran

Suasana gang di perkampungan nelayan

Pedagang ikan lainnya

Tenang, kucing ini tidak mati melainkan kekenyangan makan sisa-sisa ikan
dari oedagang ikan tepat di belakangnya. Lihat betapa tambun perutnya.


Pantai Kenjeran yang hitam berkilau



Ujung belakang gang perkampungan nelayan di Kenjeran
yang berbatasan langsung dengan laut

Bersenda gurau di hari Minggu

Mural khas nelayan :)

Peralatan memancing

Rumah nelayan dan peralatan berburu ikan

Gapura Gang Kejawan

Jemuran ikan, pemandangan wajib di skeitar kampung nelayan

Kawasan pantai sisi lain yang menghadap langsung jalan raya
Deretan perahu nelayan parkir 

Membetukan peralatan memancing


odong-odong massal

"Keindahan" Pantai Kenjeran (tergantung dari sisi mana Anda memandangnya :P )

Kawasan rawa di sebelah kiri jalan berseberangan dengan bibir pantai.
Bnayak burung kuntul di sini

Add caption

Pintu air di pinggir pantai

bersenda gurau dan bermain air di Pantai yang coklat kehitaman



Bermain layangan di tanah lapang, dari jauh nampak Banguanan Pusat Perdagangan Ikan dan  hasil laut
yang belum terpakai sepenuhnya

Instalasi MCK dalam pembangunan

Calom sarana MCK baru

Andai tianpa sampah berserakan pasti nikmat duduk di pinggir pantai pagi dan sore hari


Peralatan memancing ditumpuk di dekat rumah-rumah nelayan



Jemuran di hari Minggu - Kampung Nelayan
tembok peringatan, "Jika Anda menaiki kendaraan Anda akan disantet" Jadi turnlah dari kendaraan
ketika memasuki gang :)


Unik bukan?

Membuat layangan bersama


Gang perkampungan nelayan arah menuju ke Jembatan Suramadu

Ujung gang


Bangunan Pojok pintar, yang mirip rumah hantu.
Entah bagaimana siswa bisa pintar belajar di suasana seperti ini, apapun itu
yang penting ada niatan mulia, betul?




Ini harta karun yang say temukan dalam perjalanan MSW edisi Kenjeran.
Ini tube berisi gel bening yang bisa ditiup dengan sedotan kecil
jadi balon transparan. Masih ingat permainan ini?

warung kecil menjual mainan anak-anak dan permen

Ibu-ibu membuat "pekerjaan tangan"
Ikan-ikan kecil dibelah dan dijemur berhimpitan

Lobster raksasa di mulut gang

hasil kerajian tangan, ikan kecil yang dibelah dan dikeringkan

Di manapun semangat hooliganisme tetap ada.
Lambang Bonek - Suporter setia klub lokal Persebaya

Siswa Madrasah Ibtidaiyah menhabiskan uang saku mereka
di penjual makanan depan sekolah

Aneka jajanan anak sekolah
Self-service, pembeli boleh ikut menggoreng jajanan

Add caption

Bangunan MI Ribath darut Tauhid yangs edang direnovasi


Bocah-bocah berlari bugil
hendak menceburkan diri ke area tambak

Jalan tanpa ujung yang makin membuat peserta MSW penasaran


Kontrasnya kursi merah di atas hamparan kulit kerang

Dan peperangan pun dimulai!!!!







Jembatan Suramadu dilihat dari perkampungan nelayan

Nikmatnya tidur di atas pohon ditemani semilir angin


Pintu air kecil?

Entah ini apa tapi yang jelas sangat kuno

Tak sengaja menemukan makam ulama besar Islam





terbayangkah sebelumnya ada tempat seperti ini di kota tercinta Surabaya?

Bangunan mirip bungker, entah apa nama bangunan ini









Post a Comment

1 Comments

advertise