Tuesday, November 19, 2013

Berkereta Api Semalam di UWM

Apakah saya benar-benar naik kereta api di dalam kampus Universitas Katolik Widya Mandala suatu malam? Tidak, saya tidak benar-benara berkereta di dalam kampus tapi saya serasa naik kereta api dan berwisata menjelajah dimensi pemikiran Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI). Bagi saya kedatangan saya di kampus UWM tanggal Surabaya, 23 Oktober 2013 yang lalu adalah sebuah jackpot. Bagaimana tidak, awalnya saya hanya berniat menemui beberapa dosen penguji saya untuk meminta tanda tangan pengesahan tesis saya sekaligus mengumpulkan hard copy tesis saya, ujungnya saya ikut Kuliah Perdana Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana UWM dan mendengarkan 2 pembicara yang luar biasa.

Sejak seminggu sebelum acara Kuliah Perdana digelar, saya sebenarnya sangat tertarik mengikuti perkuliahan tersebut. Disebut kuliah perdana karena memang kuliah itu digelar untuk menyambut para mahasiswa baru. Walaupun saya bukan mahasiswa program doktor tapi saya bisa mengikuti kuliah ini. Petugas penerima tamu yang kebetulan juga merupakan pegawai tata usaha di prgram pascasarjana menawari saya untuk ikut kuliah ini. Saya sempat ragu karena saya datang sekitar pukul 18:30 1 jam terlambat dari jadwal kuliah perdana. Akhirnya saya ikut juga, dan setelah bertemu dengan seorang kawan saya masuk ke dalam ruangan. Sudah banyak mahasiswa di dalam. 

Setelah pengesahan dan penyambutan mahasiswa baru yang rata-rata dosen fakultas ekonomi
 beberapa universitas di Surabaya, Prof. Hani Handoko dari Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka perkuliahan dengan menyampaikan beberapa teori pengantar manajemen. Gaya bicara Prof. hani yang kocak membuat saya tertawa terpingkal-pingkal, benar-benar 10x lebih lucu dan lebih berbobot daripada semua peserta stand up comedy yang sedang marak di TV. Prof. Hani menyampaikan beberapa inti sari penting dalam manajemen dan kepemimpinan. Saya dan teman yang awalnya berencana pulang pukul 8 malam langsung mengurungkan niat setelah terhibur dan teredukasi oleh Prof. Hani.

Setelah kurang lebih 1 jam berbicara, beberapa panitia acara dan Direktur Program Pascasarjana tampak sibuk. Rupanya pembicara utama, bapak Dirut PT. KAI sudah datang. Beberapa pegawai lain dari PT. KAI juga ikut memasuki ruangan dan duduk bersama mahasiswa. Sebelum mulai bicara Dirut PT. KAI , Pak Ignatius Jonan menitipkan ponsel kepada asisten beliau. Sepertinya pada pembicara lain yang saya temui ponsel selalu dikantongi dan kadang diutak-atik selama acara, awal yang sudah beda. 

Suasana mendadak berubah. Saya bingung bagaimana mendeskripsikannya. Ketika Pak Jonan masuk saya rasa suasana yang sudah lumer oleh guyonan Pak Hani sedikit tegang. Penampilan Pak Jonan yang tampak serius menyihir semua yang datang. Pak Jonan orang yang mungkin lebih tepat disebut bermuka "poker face" sulit dilihat arti raut mukanya, hanya tampak tegas dan galak. hal ini tidak benar, bukan galak tapi lebih tepatnya tegas dan disiplin. Orangnya kecil, tangkas, dan gaya bicaranya lugas. Dilihat dari perawakannya saya pikir beliau masih berusia awal 40 tahunan.

Dalam kesempatan tersebut Pak Jonan menunjukkan perubahan dan perombakan total pelayanan dan juga fasilitas  stasiun-stasiun seluruh Indonesia (Jawa dan Sumatra). Beliau memutar video yang menunjukkan perombakan total stasiun KA di Jakarta yang dilewati KRL dengan penggusuran 6000 kios pedagang. Video juga menunjukkan bagaimana transformasi pelayanan PT. KAI dilakukan. Mulai dari pembelian tiket online, penggunaan kartu sebagai ganti uang tunai untuk pembelian tiket (padahal sudah jamak digunakan di semua negara...yes akhirnya kita pakai kartu untuk KRL), penambahan fasilitas, peningkatan kebersihan dan lain-lainya.

Dari sisi manajemen, beliau menceritakan bahwa perubahan utama yang dilakukan adalah dengan merubah etos kerja para karyawan PT. KAI. Seperti disampaikan beliau, karena menjadi perusahaan satu-satunya di bidang ini dan bisa dikata memonopoli jasa perkeretaapian maka ada atau tidak ada penumpang bukan hal penting. Akibatnya pelayanan terhadap para penumpang pun asal-asalan saja. Beliau merombak hal ini. Gaji karyawan dinaikkan, berbagai pelatihan diadakan, logo perusahaan diganti, berbagai prestasi diberikan reward sementara kesalahan-kesalahan diberi sanksi. Saya ingat beliau berkata , "Saya masih mentolerir karyawan yang masih susah untuk menjalankan tugas dengan baik, mungkin karena kompetensi masih kurang, tapi jika ada karyawan yang melakukan penyimpangan, korupsi dan lainnya maka habis sudah karirnya." Penerapan reward and punishment ini sukses memacu kinerja karyawan. sebagai informasi tambahan PT. KAI telah mengirimkan banyak karyawannya untuk melakukan studi banding ke luar negeri, terutama Cina dan Eropa untuk melihat dan belajar tentang sistem perkeretaapian di sana. Luar Biasa!

Pernyataan beliau yang tidak akan saya lupakan di awal ceramah adalah,"Menjadi pemimpin itu tanggung jawab bukan kekuasaan. Anda salah besar jika berpikir menjadi pimpinan berarti bisa mendapatkan kekuasaan lebih." Saya segera mengoreksi kembali diri saya dalam memimpin rekan-rekan di tempat kerja. Ada banyak sekali hal diucapkan oleh Pak Jonan yang mencolek saya, membuat saya kembali terbangun dan fokus pada tugas dan kewajiban saya sebagai seorang karyawan di tempat kerja dan juga pemimpin bagi teman-teman saya. Semangat perubahan dan pemberian pelayanan kelas satu yang terjadi di
PT. KAI juga memotivasi saya untuk menerapkan semangat dan strategi serupa di tempat kerja saya.
Ignasius Jonan, Dirut PT. KAI sumber fotobumn.go.id

Berbagai kisah inspiratif dari Pak Jonan dan karyawan PT. KAI dibukukan dan awalnya hanya diberikan untuk intern PT. KAI dan BUMN lainnya. Tetapi Menteri BUMN Pak Dahlan Iskan meminta buku ini diterbitkan untuk umum. Di acara kuliah perdana ada 4 buku yang dibagikan dan ditandatangai oleh belia. Saya cukup ngiler saja dan minta tanda tangan para dosen penguji tesis. Dua minggu kemudian saya beli buku ini di Toko Buku Gramedia dan saya terperangah terkagum-kagum membacanya. Beberapa pelajaran penting dari beliau akan saya ulas dalam posting lainnya.


Bersyukur sekali malam itu saya bisa mengikuti kuliah perdana bersama CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012 yang memimpin PT. KAI menjadi BUMN Inovatif Terbaik pada anugerah BUMN 2012. Kuliah perdana yang dijadwalkan selesai pukul 8 malam molor sampai pukul 9:30 malam. Untuk pertama kalinya saya tidak gelisah ingin pulang dari perkuliahan. Pelajaran malam itu sungguh berharga. Terima kasih UWM, terima kasih Pak Jonan :)
 

No comments:

Post a Comment