Tuesday, December 31, 2013

Lucky Number.....(G-DRAGON Coup D'etat CD)

Alhamdulillah banyak keberuntungan datang, Baru 2 minggu lalu saya memenangkan sayembara berhadiah CD album solo terbaru G-Dragon, pemimpin idol group BIGBANG. Sejujurnya dari awal CD ini dilempar ke pasaran saya tidak terlalu tertarik. Saya lebih tertarik membeli CD album solo personil BIGBANG lainnya, Seungri. Musik GD tidak terlalu saya suka. Herannya lagi, saya selalu kena "kutukan" BIGBANG. Ketika saya bilang tidak, maka pada akhirnya akan jadi ya, bahkan ya yang teramat sangat.

G-Dragon adalah personil BIGBANG yang mengeluarkan album keduanya di tahun 2013. Setelah saya mendengar beberaPa lagunya saya langsung jatuh hati. Saya suka sekali lagu-lagunya. Lebih dari itu semua, saya sangat mengagumi kemampuan bermusiknya. Ia adalah rapper, penyanyi, pengarang lagu, dan sekaligus produser  bagi lagu-lagunya dan banyak lagu lain yang dinyanyikan oleh para artis di bawah manajemen yang sama. Banyak lagu hits BIGBANG yang juga diciptakan olehnya.

Manajemen BIGBANG, YG Entertainment punya banyak fanbase di dunia. Salah satunya di Indonesia. Perwakilan YG yang dinamakan YGI Indonesia, adalah salah satu yang saya ikuti (follow) kicauannya di Twitter. pada tanggal 16 Desember 2013 lalu, pihak YG Indonesia sedang merayakan hari jadinya yang kedua. Sebuah sayembara berhadiah 2 CD (1 CD G-Dragon dan 1 CD Seungri) pun digelar. Batas waktunya tanggal 16 - 18 Desember 2013. Dasar saya orang yang kurang teliti, saya baca tanggal 16 adalah batas akhir sayembara.

Aturan sayembara sangat mudah. Saya hanya perlu membuat ucapan selamat ulang tahun pada YG Indonesia dengan media apapun dan hasilnya diunggah ke Twitter YG Indonesia. Saya memutuskan minta bantuan salah satu teman saya yang kreatif. Saya minta ia membuat plakat dari karton bertuliskan "Happy 2nd Anniversary YG Indonesia" yang terpisah tiap kata. Plakat ini nantinya dipegang oleh murid-murid saya yang imut dan saya dengan salah satu teman akan berpose di belakang mengenakan jaket BIGBANG. Malamnya setelah merayu murid saya dan minta tolong pada satu murid remaja untuk mengambil gambar, saya berpose. Setelah berganti beberapa gaya,  akhirnya saya memilih satu gambar yang menunjukkan senyum ceria saya dan murid-murid di foto tersebut. Sayangnya jaket BIGBANG yang awalnya diniatkan jadi penanda malah tak terlihat.

Hasil pose yang saya kirim ke YG Indonesia
Saya unggah foto tersebut keesokan harinya. 2 hari sesudahnya, saya teringat untuk mengecek pemenang lomba. Saya sempat ciut harapan karena sehari sebelumnya saya lihat peserta lain mengunggah hasil karya lukisan 3dimensinya. Bagus sekali. Setelah jari saya menggeser mouse ke bawah dan melihat beberapa nama pemenang saya mulai pesimis. Saya tetap menggeser cursor ke bawah. Berharap masih ada pemenang lainnya. Ada perubahan dari pihak YG Indonesia yang menambah hadiah menjadi 5 pemenang. 2 pemenang pertama mendapat CD G-Dragon, 2 lainnya CD Seungri, dan 1 jadi pemenang dengan hadiah khusus.

Tiba-tiba saya menjerit girang. Di posting paling bawah ada nama saya dan hasil foto saya. Say aberhak mendapat 1 CD G-Dragon. entah jadi pemenang pertama atau yang kedua, yang jelas saya senang bukan kepalang. Hadiah sampai di hari Sabtu keesokan minggunya karena banyak hari libur di akhir tahun. Saya berterimakasih pada teman dan murid saya yang telah membantu saya.




Semoga makin banyak keberuntungan dataang di tahun 2014. Siapa tahu saya bisa memenangkan tiket nonton konser mereka. Semoga!

Saturday, December 28, 2013

Lucky Number.... (BIGBANG Alive Galaxy Tour Varsity Jacket)

Keberuntungan lain saya yang kesekian kalinya adalah ketika saya mendapatkan jaket BIGBANG dari Cristian Espinoza pemilik akun Google Plus, BIGBANG is VIP. Penggemar mana yang tidak ngiler mendapatkan jaket BIGBANG? Tentu semua mau. Saya sebenarnya sudah membeli jaket BIGBANG dari sebuah toko online seharga 160,000. Kualitas jaketnya bagus, bahannya juga bagus, sedikit kebesaran saja. Karena bahannya yang tebal saya hanya memakainya ketika cuaca sedikit dingin dan mendung.

ketika membeli jaket tiruan yang desainnya keren ini saya sempat mengecek jaket asli yang dijual di toko resmi YG Entertainment, perusahaan rekamannya BIGBANg. Harganya? Hm..tidak masuk akal...hampir 2 juta rupiah jika saya tidak salah mengkonversikan harganya ke rupiah. Ada juga jaket aspalnya, dijual oleh perwakilan YG Entertainment Indonesia yang dibanderol 550,000. Yang ini buatan Cina. Yah...sama saja terlalu mahal.

Apa dikata, sesuai pepatah pucuk dicinta ulam tiba, tanpa sengaja saya menemukan akun Cristian di Google plus yang memamerkan jaket BIGBANG aspalnya. Saya beri komentar (saya benar-benar iri padanya). Tak lama saya menjadi pengikut fanpage BIGBANG miliknya. Kemudian suatu saat dia memposting gambar jaket terbarunya, kali ini jaket asli BIGBANG yang dibeli dari YGshop. Dia menulis akan memberikan jaket BIGBANG aspalnya (yang baru dipakai sekali jika tidak salah) kepada siapa saja yang menjadi pengikut situsnya yang lain (japandaman.com).

Saya semangat, tapi kemudian surut semangat juga ketika saya tidak terlalu suka situs Jepangnya yang berisi anime, manga, game dll. Wah..bagaimana caranya saya bisa mendapat jaket tersebut ya? It's all about timing. Di kesempatan lainnya Cristian membuka "lowongan" bagi mereka yang ingin menjadi admin fanpage BIGBANG. Saya mengajukan diri (satu-satunya) dan akhirnya saya mendapat kabar bagus bahwa Cristian akan mengirimkan jaket BIGBANG aspalnya pada saya. Ia bilang sangat sulit membedakan yang asli dan palsu karena yang buatan Cina mirip dengan aslinya.

Setelah berkoar-koar pada beberapa teman saya bahwa saya akan mendapatkan jaket BIGBANG, saya cemas juga karena hampir 2 bulan sesudahnya Cristian baru memberi kabar dan meminta maaf atas keterlambatannya mengirim jaket tersebut untuk saya.

Dan...hari yang dinanti tiba. jaket datang dalam keadaan mulus dikirim dari Australia. bayar 7000 lagi untuk ongkos bungkus ulang paket. Ukuran jaket pas, lengan seidkit kebesaran. Kualitas bahan bagus dan model super keren. Saya gemetaran dan senang tak terkira. Oh senangnya....thank you so much Cristian.
 

Penampakan Jaket Varsity BIGBANg ketika dipakai manggung

maaf ya..tempat tidur saya berantakan he he..ini penampakan jaket BIGBANG milik saya



Bagian lengan terbuat dari bahan mirip kulit dengan emblem yang bisa dilepas, kecuali gambar tengkorak dan lambang huruf B yang menempel. Di lengan kiri nama anggota BIGBANG dibordir tepat di bawah emblem

Nama personil BIGBANG ditambah VIP (julukan penggemar BIGBANG) dibordir di sisi kiri lengan
Emblem bordir ditempel di bagian lengan yang bisa dilepas dan ditempel sesuai selera
Bagian belakang dengan tambahan aksesoris manis :D



Diapaki ngantor pun keren bukan?




Berminat? Silakan browse dan pilih sesuai dengan budget Anda. Mulai dari yang asli, KW super, KW 1 dan lainnya tersedia. Untuk official merchandise bisa dicek di :
http://www.ygeshop.com





Lucky Number......(BIGBANG Alive Galaxy Tour The Final 2012 CD)


Keberuntungan datangnya dari mana saja. Keberuntungan saya lainnya adalah ketika salah satu teman Korea saya mengirimi saya CD BIGBANG. Keinginan punya CD BIGBANG sih ada, sebagai penggemar layaknya dan wajibnya saya punya. Tapi melihat harganya yang beratus-ratus ribu rupiah (karena ditambah ongkos kirim dari Korea atau Hongkong ke Indonesia) ditambah lagi pembelian yang repot karena harus online (lewat PayPal) membuat saya bersedih hati dan gundah gulana ha ha. Ada sih toko online yang menjual CD musisi Korea di Indonesia tapi ya...sama saja biayanya. bahkan kadang lebih mahal dari biaya yang saya keluarkan jika membeli sendiri. Singkatnya..sayang uang....

Dan..dari hasil ngobrol dengan teman saya, datanglah CD BIGBANG yang membuat saya girang bukan kepalang. Saya tidak tahu pasti CD BIGBANG mana yang akan saya dapatkan saat itu. namanya juga pemberian, apa saja saya terima dengan senang hati. Tentunya  CD ini istimewa karena CD tersebut adalah CD terakhir BIGBANG yang berisi lagu-lagu dari konser mereka. Saat mendengarnya saya senang skeali. Seakan saya berada di dalam stadion bersama ribuan penonton lainnya. Suara personil BIGBANG juga dalam performa bagus.

Thank you Woo Shin Jae :D You really made my day

Paket pertama saya dari Korea. kagetnya lagi paket ini dikirim dengan  EMS alias kilat. Seingat saya kurang dari seminggu, mungkin sekitar 5 hari paket sudah sampai. Seperti biasa, bayar 7000 untuk ongkos bungkus ulang paket.


Voila! setelah dibuka isinya CD BIGBANG dan kartu yang cantik sekali. Sekali lagi, terima kasih banyak ya Shin Jae



Tuesday, December 17, 2013

Saya dan Korea (Bagian Ketiga : Berbagi Cinta di Panti Asuhan Muhammadiyah Tandes)



Hubungan antara saya dan Korea yang ketiga lebih dahsyat lagi (menurut saya loh).  Hubungan ini menginspirasi, memotivasi, dan juga menguntungkan. Suatu saat di hari minggu pagi seperti biasa saya pergi mengunjungi ayah saya di Mojokerto. Sekitar pukul 10 saya sudah sampai di Terminal Purabaya (Bungurasih) Surabaya ketika handphone saya berdering. Fatin, salah satu murid saya menelpon dengan suara sedikit terburu-buru.

 “Halo, Miss sekarang ada di mana?”

“Saya di (Terminal) Bungurasih, kenapa?

"Miss, sudah baca sms saya?”

“SMS apa? Maaf Fatin saya tidak baca.”

“Oalah Miss…ini loh sekarang aku mau ke panti asuhan. Ada orang Korea mau ke sini. Miss ga mau ikutan ta?”

“Orang Korea? Siapa?”

“Ga tau Miss…mereka seperti sukarelawan gitu loh.”
 
“Lha terus saya bantu apa? Ini saya mau pulang ke rumah bapak saya”

“Ikut aja Miss. Miss ga bisa pulang lebih awal ta?”

“Waduh…ya nanti saya kabari lagi ya? Kalo saya bisa pulang lebih awal ya nanti saya ke situ. Emang sampai jam berapa acaranya?”
 
“Ga tau Miss..ya mungkin dari jam 10 sampai sore. Kata ayah gitu.”

“Ya wis liat tar ya Fatin.”

Begitulah isi percakapan saya yang dilanjutkan dengan saling bertukar sms. Saya tidak akan melupakan hari itu karena di hari yang sama saya hampir kecopetan di bus.

Selama perjalanan dari Surabaya – Mojokerto saya asyik berkirim sms dengan Fatin. Dia menceritakan bahwa orang-orang Korea yang ditemuinya ternyata adalah pemuda-pemudi Korea yang tampan dan cantik. 
Saya sempat mengatakan jangan-jangan yang datang bintang film, tapi Fatin tidak mengenalnya. Setelah memastikan tidak ada kru film saya menyimpulkan mereka orang biasa, bukan selebriti. Mengapa saya tiba-tiba berpikiran se “ekstrim” itu? Karena pernah saya nonton acara yang sifatnya acara sosial. Di acara itu 2 selebriti Korea berkunjung ke Jakarta dan mereka membantu sebuiah keluarga miskin yang terdiri dari seorang nenek tua dan 3 cucunya. Saya sempat berpikir kemungkinan yang terjadi mengingat peristiwanya mirip.

Fatin tak henti-hentinya memuji betapa tampan pemuda-pemuda Korea yang ditemuinya. Saya makin penasaran dan tersenyum simpul sepanjang perjalanan, sampai saya tak sadar ada orang lain di bus yang memperhatikan gerak-gerik saya. Ketika saya bersiap hendak turun dan berdiri di dekat sopir seorang laki-laki 40 tahunan menabrak tas selempang saya yang ada di sisi kiri badan saya. Saya sempat punya pikiran aneh karena tas saya sampai terpelanting, tapi beberapa detik kemudian saya piker hanya senggolan biasa. Sampai ketika saya hendak turun tangga saya dapati kabel earphone saya menjuntai keluar dari kantong tas bagian luar tempat saya menyimpan handphone saya. Sontak saya masukkan kabel dan saya raba isi kantong. Handphone saya tidak ada! Langsung saja dengan tenang dan sedikit yakin saya menoleh ke belakang, menatap laki-laki yang memegang jake di lengan kirinya itu dan berkata. “Pak, handphone saya mana?”

Jika Anda ditanya orang tak dikenal pertanyaan serupa, apa jawaban Anda? Tahukah anda apa yang terjadi kemudian? Dia menggeser posisi berdirinya sambil menjawab,”Lho Mbak kok gak hati-hati?” Jawaban yang aneh bukan? Wajarnya orang pasti menjawab ,” Handphone apa?“ atau “Lho..mbak taruh di mana?” Yang lebih ekstrim dan mungkin dikatakan adalah. “enak aja kok nuduh saya.” Dan ketika ia menggeser badannya, handphone saya duduk manis di pojok kursi tepat di kursi yang saya duduki sebelum berdiri. Lebih aneh lagi! Kalopun saya duduki pasti terasa, kalopun jatuh letaknya sangat rapi di pojok kursi bukan jatuh di lantai.

Saya ambil handphone saya segera, turun dari bus, dan meninggalkan laki-laki yang masih mengulangi pertanyaannya ,”Lho Mbak kok ga hati-hati.” Mungkin ia juga terkejut saya bisa mengetahui perbuatannya. Mungkin ia shock dengan pertanyaan saya yang tidak saya tanyakan dengan nada marah tapi tetap tenang, “Pak handphone saya mana?” Saya belajar ini dari murid saya yang pernah kecopetan dan ketika ia sadar ia segera bertanya pada orang di sebelahnya pertanyaan serupa. Barangnya langsung dijatuhkan ke lantai oleh pelaku. 

Sambil berjalan menuju ke rumah sedikit deg-degan dan terus menganilis perilaku pencopet itu, saya tidak membuang waktu dan berjalan cepat. Sampai di rumah saya ceritakan pada ayah saya dan beliau juga sepakat itu adalah pencopet dan saya harus lebih waspada. Saya pamit untuk kembali pulang sekitar jam 1 siang. Fatin memberitau saya lewat sms tentang kekagumannya terhadap para pemuda Korea terutama yang namanya “Kang” dan kemudian dia berkata para sukarelawan itu pulang jam 3 sore jadi saya pasti akan melewatkannya. Tapi mereka akan tinggal selama kurang lebih 10 hari. Ia mengajak saya menemui mereka hari Senin, keesokan harinya. Saya menyanggupi.

Hari Senin pagi, sekitar pukul 7 saya siap di depan sebuah sekolah, menunggu Fatin mengantarkan saya ke panti asuhan tempat para sukarelawan itu melakukan kegiatan sosialnya. Walaupun letak panti asuhan hanya kurang dari 300m dari tempat tinggal saya tapi saya baru mengetahuinya. Panti Asuhan Muhammadiyah Tandes, namanya. Saya berbicara dengan pengasuhnya Pak Indra. Fatin memperkenalkan saya pada beliau, dan pada beliau juga saya sampaikan maksud saya untuk datang membantu dan selanjutnya saya ingin mengajar bahasa Inggris untuk adik-adik panti asuhan. Gayung bersambut, Pak Indra sangat terbuka dan dengan kebaikan beliau, saya diterima sebagai bagian dari keluarga panti asuhan.

Sambil bercerita tentang keadaan panti, kurang dari 15 menit kemudian suasana di luar panti asuhan menjadi riuh. Ya, panti asuhan terletak di tengah-tengah pasar tradisional yang menmpati gang-gang sempit di perkampungan. Mendadak ada dua angkot mendekat yang isinya para sukarelawan Korea. Tentu saja pasar jadi heboh, Heboh karena macet dan heboh karena semua menoleh.

Dan…benar..semua sukarelawan Korea itu cantik-cantik dan tampan-tampan. Seperti nonton drama Korea. Saya sempat berpikir dalam proses seleksinya jangan-jangan penampilan juga dinilai ha ha. Ada 21 sukarelawan, 10 perempuan dan 11 laki-laki. Kegiatan utama mereka di Surabaya adalah membantu panti asuhan. Mereka mengajarkan pelajaran bahasa Inggris dasar, budaya Korea, keterampilan, permainan, kesenian, memberikan bantuan berupa perbaikan fisik bangunan (membangun septic tank), dan juga kegiatan lain.
 
Saya dan para sukarelawan. Yang berbaju putih Heung Su yang mengajarkan saya bahasa Korea
Saya hanya ikut dari jam 7.30 – 11 pagi selama 3 hari dari hari Senin sampai Rabu karena saya harus bekerja. Dari waktu yang singkat ada beberapa hal yang saya dapat:

  • Mereka adalah para pemuda dan pemudi yang mendaftar sebagai sukarelawan pada perusahaan pengelola Bandara Udara Incheon (Incheon Airport) di Korea.
  • Mereka mengikuti proses seleksi dan semua awalnya tidak salaing kenal dan berasal dari beberapa kota di Korea.
  • Kegiatan sukarelawan menjadi trend di Korea dan anak muda banyak yang giat mengikuti kegiatan ini. Menjadi sukarelawan sangat penting dan dipertimbangkan dalam CV kerja. Perusahaan-perusahaan juga berlomba-lomba meningkatkan kegiatan amal perusahaan (Corporate Social Responsibility – CSR).
  • Panti Asuhan Muhammadiyah Tandes untuk pertama kalinya mendapat kunjungan ini, tapi sebelumnya Panti Asuhan Muhammadiyah cabang Wiyung mendapat kunjungan dan bantuan hampir setiap tahun pada tahun-tahun sebelumnya.
  • Pemudi-pemudi Korea memang malu-malu, tapi tetap full make-up ha ha.
  • Pemudanya lebih terbuka dan lebih bersahabat. Pemudinya lebih malu-malu tapi mereka juga baik.
  • Semua bekerja dengan penuh semangat, kompak, dan super ramah.
  • Saya sempat diajarkan bahasa Korea oleh salah satu sukarelawan, Han Heung Soo. Pelajaran pertama mengenal huruf dan membaca tulisan Hangul. Wuih..puyeng saya. Terutama karena kendala bahasa pengantar juga. Heng Soo kurang lancar berbahasa Inggris. Pada hari-hari selanjutnya saya mencoba menulis sendiri dan memintanya mengoreksi hasil tulisan saya, buku saya titipkan Fatin karena saya tidak ada kesempatan untuk bertemu.
  • Para sukarelawan tidak semuanya paham bahasa Inggris. Kebanyakan berbicara kurang lancar dan logatnya pun membingungkan. Ada satu orang yang fasih berbahasa Inggris akrena pernah tinggal di Australia dan pemimpin tim tersebut malah fasih berbahasa Indonesia.

Entah bagaimana mereka menjadi magnet bagi saya. Semangat, keceriaan, dan keramahan mereka yang luar biasa membuat saya sangat tersentuh dan terkagum-kagum. Mereka sangat hangat dan menyenangkan. Ini membuat saya makin mantap meluangkan waktu untuk menjadi sukarelawan seperti mereka, paling tidak di panti asuhan ini. 

Bagi adik-adik panti asuhan tentu saja mereka senang luar biasa. Semua senang dengan keramahan teman-teman baru mereka dari Korea. Pada hari terakhir ketika digelar pesat perpisahan sederhana, saya tidak hadir. Setelah acara tersebut saya menonton video bagaimana semua sukarelawan berbagi cerita dan berbagi air mata di akhir pertemuan dengan adik-adik. Beberapa adik panti asuhan terharu dan sedih melepas kepergian mereka. Untung saya tidak datang…bisa-bisa saya menangis hebat melihat harunya pesta perpisahan itu. Ah…yang namanya perpisahan tidak ada yang membahagiakan. Oh ya, yang terlupakan, ada juga kisah cinta yang terjalin... beberapa remaja panti asuhan jatuh hati pada sukarelawan pria..ha ha…

 
Saya (depan tidak berkerudung) dan Fatin (Oranye berkerudung), teman-teman Panti Asuhan Muhammadiyah Tandes dan teman-teman sukarelawan dari Incheon Airport
 Saya mengenal beberapa sukarelawan dan sempat berkirim e-mail dengan mereka sekembalinya ke Korea. Sampai sekarang saya masih bertukar kabar dengan 5 orang dari para sukarelawan. Salah satunya, Woo Shin Jae malahan mengirimkan saya kenang-kenangan berupa CD BIGBANG dari Korea berisi lagu-lagu saaat mereka menggelar konser terakhir di Seoul. Wah….girang bukan kepalang. Semoga persahabatan kami tetap terjalin dan suatu saat saya bisa mengunjungi mereka di Seoul. Sampai ketemu nanti!








Monday, December 9, 2013

Tragedi Bintaro 2013

Hari ini seperti biasa menjelang pukul 12 siang saya menyalakan TV di tempat kerja untuk menyaksikan berita terkini. Metro TV dengan dua pembaca beritanya muncul di layar dengan running text kecelakaan antara truk tanki BBM dan KRL Jabodetabek di daerah Bintaro. Hm..tragedi Bintaro yang kedua pikir saya.

Siang hari ini, sekitar pukul 11.20 KRL melintas di perlintasan kereta api jalur ganda di daerah Bintaro, Jakarta. Palang pintu kereta api dikabarkan tidak berfungsi dan petugas (masih simpang siur) sudah memberi aba-aba jika kereta melintas. Truk tanki tidak melihat dan tertabrak KRL yang melaju.
Gerbong masinis langsung terbakar dan gerbong 8 tepat di belakan gerbong masinis yang merupakan gerbong khusus wanita terguling dan langsung ikut terbakar.
Sampai saya menulis tulisan ini sekitar 43 korban (1 laki-laki meninggal dan 1 wanita luka bakar sekujur tubuh) berada di RS. Suyoto daerah Bintaro.

Perasaan saya campur aduk. Saya bersyukur tidak menjadi korban dan tidak ada keluarga yang menjaid korban. Di sisi lain saya bersimpati dan trenyuh dengan tragedi ini. Setiap mendengar tentang kereta api, saya teringat Pak Jonan. Pasti beliau sibuk sekali dengan tragedi ini. Sekitar 2 minggu yang lalu gerbong barang terbakar di Stasiun Gubeng - Surabaya, belum genap sebulan kecelakaan lain terjadi.

Pepatah untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak memang benar adanya. Siapa yang menyangka, masinis yang bekerja seperti hario-hari lainnya tiba-tiba di siang hari ini kehilangan nyawanya (kabarnya sampai sekarang masih belum dievakuasi dan terjepit di lokomotif kereta). Siapa yang menyangka para penumpang gerbong wanita yang mungkin akan ke tempat kerja, ke tempat kerabat, jalan-jalan ke mall, dan mungkin saat itu sedang sibuk menupdate status Facebook harus meregang nyawa. Kadang saya lupa sebagai manusia, betapa banyak yang harus saya syukuri dan betapa banyak hal yang terjadi di sekitar saya yang menjadi pengingat bahwa saya hanya manusia biasa yang suatu saat tanpa saya duga dijemput malaikan pencabut nyawa atas perintahNya. Kita manusia sering lupa dengan segala hingar bingar duniawi, sibuk mencari harta, sibuk mencari popularitas dan tiba-tiba mungkin dalam hitungan detik tinggal nama dan jasad kita yang tertinggal di dunia fana ini. Semoga kita semua dalam lindunganNya. Amin