Monday, December 9, 2013

Tragedi Bintaro 2013

Hari ini seperti biasa menjelang pukul 12 siang saya menyalakan TV di tempat kerja untuk menyaksikan berita terkini. Metro TV dengan dua pembaca beritanya muncul di layar dengan running text kecelakaan antara truk tanki BBM dan KRL Jabodetabek di daerah Bintaro. Hm..tragedi Bintaro yang kedua pikir saya.

Siang hari ini, sekitar pukul 11.20 KRL melintas di perlintasan kereta api jalur ganda di daerah Bintaro, Jakarta. Palang pintu kereta api dikabarkan tidak berfungsi dan petugas (masih simpang siur) sudah memberi aba-aba jika kereta melintas. Truk tanki tidak melihat dan tertabrak KRL yang melaju.
Gerbong masinis langsung terbakar dan gerbong 8 tepat di belakan gerbong masinis yang merupakan gerbong khusus wanita terguling dan langsung ikut terbakar.
Sampai saya menulis tulisan ini sekitar 43 korban (1 laki-laki meninggal dan 1 wanita luka bakar sekujur tubuh) berada di RS. Suyoto daerah Bintaro.

Perasaan saya campur aduk. Saya bersyukur tidak menjadi korban dan tidak ada keluarga yang menjaid korban. Di sisi lain saya bersimpati dan trenyuh dengan tragedi ini. Setiap mendengar tentang kereta api, saya teringat Pak Jonan. Pasti beliau sibuk sekali dengan tragedi ini. Sekitar 2 minggu yang lalu gerbong barang terbakar di Stasiun Gubeng - Surabaya, belum genap sebulan kecelakaan lain terjadi.

Pepatah untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak memang benar adanya. Siapa yang menyangka, masinis yang bekerja seperti hario-hari lainnya tiba-tiba di siang hari ini kehilangan nyawanya (kabarnya sampai sekarang masih belum dievakuasi dan terjepit di lokomotif kereta). Siapa yang menyangka para penumpang gerbong wanita yang mungkin akan ke tempat kerja, ke tempat kerabat, jalan-jalan ke mall, dan mungkin saat itu sedang sibuk menupdate status Facebook harus meregang nyawa. Kadang saya lupa sebagai manusia, betapa banyak yang harus saya syukuri dan betapa banyak hal yang terjadi di sekitar saya yang menjadi pengingat bahwa saya hanya manusia biasa yang suatu saat tanpa saya duga dijemput malaikan pencabut nyawa atas perintahNya. Kita manusia sering lupa dengan segala hingar bingar duniawi, sibuk mencari harta, sibuk mencari popularitas dan tiba-tiba mungkin dalam hitungan detik tinggal nama dan jasad kita yang tertinggal di dunia fana ini. Semoga kita semua dalam lindunganNya. Amin

No comments:

Post a Comment