Friday, January 31, 2014

Wajib Militer di Korea Selatan (Bagian Kedua)

Tepat tanggal 26 Desember 2013, sehari setelah Natal, seorang kawan saya di Korea masuk wajib militer. Foto terakhir yang diuploadnya di Facebook menunjukkan potongan rambut barunya. Cepak! He he. Saya ingin tahu lebih lanjut tentang wajib militer (wamil) ini dan mungkin Anda juga perlu tahu. Saya tuliskan seluk-beluk wamil di Korea yang terbagi dalam beberapa bagian berikut:


1. Pekrjaan, Gaji dan Wajib Militer
Jika wamil diterapkan di Indonesia mungkin banyak sekali orang yang sukarela mendaftar. Jika perlu lulus SMP langsung masuk militer. Mengapa? Karena masuk wamil Anda akan digajposting pertama gajinya sekitar $90 atau sekitar satu juta rupiah per bulan. Lumayan kan? Makan dan tidur gratis pula. Tapi di Korea jumlah itu tentunya kecil sekali karena rata-rata pendapatan mereka sekitar $3000 per bulan. Tidak heran banyak yang menghindari tugas ini. Tapi, tahukah Anda bahwa dulu ketika wamil diterapkan hampir selama 3 tahun lamanya, keikutsertaan dalam wamil bisa dijadikan referensi untuk bekerja bagi yang belum dapat pekerjaan? Bagi yang sudah bekerja keikutsertaan dalam wamil menjadi penghargaan tersendiri berupa insentif khusus terhitung 3 tahun pengalaman kerja. Tapi peraturan ini tidak berlaku setelah Menteri Kesetaraan Gender dan Urusan Keluarga menganggap peraturan ini tidak adil bagi wanita. Wanita yang tidak ikut wajib militer tidak akan mendapatkan promosi dan bonus lain semudah laki-laki yang ikut wamil. Saya rasa ini keputusan yang adil. Tentunya imbasnya adalah makin sulit posisi laki-laki dalam wamil. Gaji berkurang, pekerjaan dan urusan lainnya pun terhentikan sementara. Tak mengherankan banyak yang stres dan tertekan selama mengikuti wamil. Bagaimanapun juga beratnya, hal yang unik adalah di korea perusahaan-perusahaan besar mensyaratkan pegawai laki-lakinya sudah mengikuti wamil.
i, tidak banyak, seperti tulisan saya di

2. Jangan Jadi Orang Korea Selesai Perkara?
Bukan hanya para artis dan orang terkenal saja yang ingin lepas dari kewajiban mereka sebagai warga negara Korea dewasa, tapi orang-orang biasa juga malas ikut wajib militer. Tentunya, siapa yang ingin mengabiskan minimal 21 bulan di kemp pelatihan dan terputus dari dunia luar. Menghentiak segala rutinitas sehari-hari bertemu teman dan harus memaytuhi perintah atasan dan hidup disiplin 24 jam penuh seperti lazimnya para anggota militer lainnya. Untuk yang senang dengan kehidupan militer, yang bercita-cita masuk ketentaraan, atau yang punya rasa cinta tanah air sedemikian besarnya sih mungkin akan senang-seang saja. Tapi pada umunya rakyat sipil biasa pasti akan mengeluh.

Banyak orang yang berusaha menghindari wajib militer ini. Cara pertama yang dilakukan adalah melepaskan kewarganegaraan. Tentunya ini tidak bisa dilakukan oleh semua orang, tapi orang-orang Korea yang lahir dan besar di luar negeri punya dua kewarganegaraan Yang memilih mempertahankan kewarganegaraannya tentunya harus pulang ke Korea untuk menjalani wamil, walaupun dia bermukim di luar negeri. Masalahnya, ternyata banyak yang sengaja melepaskan kewarganegaraan Korea-nya. Orang-orang yang memilih jalur ini tidak dikenai kewajiban wamil. Enak kan? Tapi perkara tidak selesai di sini.

Bagi mereka yang melepaskan kewarganegaraan Korea karena ingin menghindari wamil akan mengalami kesulitan di masa depan jika mereka kembali ke Korea. Yang pertama, hampir tidak mungkin bagi mereka untuk mendapatkan kewarganegaraan Koreanya kembali. Yang kedua, jika mereka ingin berkarir di Korea, mereka harus siap menerima tekanan kultural. Masyarakat menganggap rendah dan mencibir anak-anak dari keluarga yang sengaja melepaskan kewarganegaaraan untuk menghindari wamil. Di Korea, laki-laki belum dianggap sebagai laki-laki sepenuhnya jika mereka belum masuk wamil. Saya ingat adegan di drama Coffee Prince saat pemeran wanita yang berpura-pura jadi laki-laki di film ini diragukan kapabilitasnya oleh atasan. Atasan menanyakan apa dia sudah ikut wamil. laki-laki dewasa 20 - 30 tahun yang belum ikut wamil harus siap melayani dan menuruti seniornya. Walaupun posisi di pekerjaannya lebih tinggi, orang yang belum masuk wamil akan tetap kurang dihormati dan tidak disegani. Orang-orang yang sudah menyelesaikan wamil menganggap masa-masa yang mereka habiskan dalam wamil sebagai sebuah kebanggan dan sebuah proses menjadi laki-laki sejati. Hal ini dikarenakan mereka telah melepaskan semua posisi, pekerjaan, pendidikan, dan kenikmatan lain untuk mengabdi pada negara. Inilah yang dianggap sebagai hidup baru laki-laki sejati di Korea.

Sengaja menato tubuh akhirnya masuk penjara

3. Dengan Tato Masalah Hilang
Sesuai peraturan wamil, laki-laki dengan tato banyak dan besar tidak wajib ikut wamil. Walaupun tidak ada larangan bertato di Korea, tetapi jumlah tato banyak dan besar seperti tato para Yakuza dan anggota gangster lain dianggap tidak baik. akibat dari peraturan ini banyak laki-laki yang sengaja menato tubuhnya untuk menghindari wajib militer. Entah bagaimana negara melacaknya, sepertinya rumah tato dan artis tato di Korea juga berhati-hati dalam kasus ini jika tidak ingin bisnis mereka bermasalah dengan pemerintah.

4. Demi Kebebasan Semua Dilakukan
 Tahukah Anda selain tato hal apa yang dilakukan laki-laki Korea untuk menghindari wamil? Ada beberapa yang menurut saya aneh tapi juga cerdik (walaupun akhirnya terbongkar juga). Umumnya semua hal unik dan nekad yang dilakukan ini berkaitan dengan kesehatan. Ini  dikarenakan ketentuan peraturan wamil yang mewajibkan semua yang ikut dalam wamil berbadan sehat.
- Ada yang sengaja makan sangat banyak (overeating)
- Ada yang sengaja puasa sehingga lemah dan tak berdaya.
- Ada yang sengaja mematahkan tulang belikat
- Ada yang sengaja meremukkan tulang rawan
- Ini yang paling ekstrim, pura-pura gila!!!

5. Saya Percaya Karenanya Saya Dipenjara
Bagian terakhir yang saya ulas ini tentang orang-orang yang harus menjalani hukuman mulai 18 bulan penjara karena menolak wamil. Bukan menghindari tapi ada orang-orang yang menolak wajib militer. Alasannya? Ada yang karena alasan moral dan ada juga dengan alasan kepercayaan. Orang-orang dari kelompok Jehovah's Witness (Saksi-Saksi Yehuwa adalah suatu denominasi Kristen, milenarian, restorasionis yang dahulu bernama Siswa-Siswa Alkitab hingga pada tahun 1931. Agama ini diorganisasi secara internasional, , yang mencoba mewujudkan pemulihan dari gerakan Kekristenan abad pertama yang dilakukan oleh para pengikut Yesus Kristus -wikipedia), misalnya menolak wamil yang tidak sesuai dengan kepercayaan mereka. Akibatnya mereka harus mendekam di penjara. Setidaknya sampai Agustus 2013, ada 669 orang dari Jehovah Witness yang mendekam di penjara karena menolak ikut wamil. 

Sumber:
http://www.brownpoliticalreview.org (Stella Kim, A Dreaded Rite of Passage: Korea’s Mandatory Military Service, Dec 2013)
http://www.cbsnews.com (Bootie Cosgrove-Mather, Draft Dodging South Korean Style, June 24, 2003)
http://www.scmp.com(Paying the price for refusing military service in South Korea, Aug 2013)
http://wikipedia.org


No comments:

Post a Comment