Thursday, October 30, 2014

Menara Suar Sembilangan, Gagah Berdiri dalam Pengabaian

Perjalanan ke Madura saya dua minggu yang lalu membawa saya ke Menara Suar Sembilangan. Letaknya di  Desa Sembilangan, bangkalan Madura. Dari arah kota Bangkalan kami menuju arah Socah, melewati Makam Kyai terkemuka Syaichonah Cholil. Lurus terus sampai akhirnya terlihat menara mercu suar yang menjulang tinggi.

Menara ini didirikan oleh Pemerintah Belanda di tahun 1879. Sekarang dikelola oleh Badan Navigasi Dirjen Perhubungan. Seperti umumnya tempat-tempat bersejarah lainnya di tanah air tercinta, tempat ini tidak terurus dengan baik. Di musim kemarau air laut surut dan hawa panas langsung menyambut saya dan teman-teman. DI depan menara da tembok nama. Masuk ke halaman menara suar ada satu pohon besar dan di kiri dan kanan ada bangunan nampak seperti rumah dinas. Mungkin milik Departemen Perhubungan.

Saya kurang tahu apakah sampai sekarang menara masih difungsikan atau tidak. Tidak ada keterangan dan juga loket karcis. Tapi ketika Anda ingin naik ke puncak menara maka ada penduduk, usia sekitar 27 tahuna yang akan memungut biaya sebesar Rp. 4000 tanpa karcis. Jika hanya ingin masuk ke dalam dan mendingak ke atas Anda tidak perlu bayar. Tapi tentunya penasaran ya?



Bau pesing khas mamalia kaki dua akan menyambut Anda di pintu masuk. Sampai lantai 2 seingat saya bau-bauan aneh ini masih ada. Menara suar berlantai 16 ini masing-masing beranak tangga 15. Jadi..ya ada sekitar 240 anak tangga yang harus didaki sampai ke puncak menara. Tangganya kuat dan kokoh kecuali di lantai pertama dan lantai 13 seingat saya. Tangganya ringkih dan kecil di lantai 13 ini. Semua bangunan terbuat dari baja tebal bercat putih yang bagian dalamnya ternoda oleh coretan para vandalist. Jendela besar terbuka lebar membawa masuk angin kencang dari laut di setiap lantainya.

Alsi vandalisme para vandalist. Semoga yang bersangkutan
mendapat balasan dari Tuhan YME atas perilakunya yang tidak
bertanggung jawab


Jendela besar di tiap lantai menara. Sekelilingnya adalah
hamparan daratan kering karena laut surut


Tentunya luas lantai akan mengecil semakin ke puncak. Sampai di puncak Anda bisa menyaksikan lautan terhampar di depan. Ada panel surya di atas dan bagian pilarnya antik dan cantik, tapi sekelilingnya banyak coretan.

Dua teman saya berfoto di puncak menara


Bagi saya menara suar ini indah dan kokoh, tapi bagian dalamnya kotor tak terawat. Buat pecinta sejarah tentunya kunjungan ke menara ini cukup menarik. tetapi untuk Anda yang merindukan keindahan sebuah onjek wisata, saya tidak menyarankan tempat ini. Mungkin dengan perhatian yang lebih dari pihak berwenang, menara ini bisa diperbaiki lebih cantik, tamannya tidak dibiarkan gersang, dan tersedia brosur informasi tentang sejarah menara. Selamat berkunjung ke Madura!

No comments:

Post a Comment