Wednesday, December 24, 2014

Ke Pasar Turi Naik Apa?

Saya adalah pecinta angkutan umum. Mungkin bagi Anda yang baru pertama kali ke Surabaya atau tinggal di Surabaya tapi tidak pernah menggunakan angkutan umum dan kepept harus naik angkot maka ini sedikit info dari pengalaman saya tentang bagaimana mencapai daerah Pasar Turi.

Jadi Pasar Turi itu sebenarnya benar-benar pasar. Pusat perbelanjaan legendaris yang entah sudah berapa kali terbakar dan kebakaran hebat terakhir kali terjadi ketika saya masih kuliah. Sampai sekarang pembangunan belum selesai, jadi mungkin sudah hampir 10 tahun belum kelar. Nah Anda perlu tahu ada yang namanya STASIUN Pasar Turi; PASAR TURI; dan PGS (Pusat Grosir Surabaya) yang satu sama lain jaraknya tidak jauh terpisah. Pasar Turi berhadapan dengan PGS. Stasiun Pasar Turi dari PGS tinggal jalan kaki kurang lebih 8 menit saja. Naik apa?

  1. Dari Terminal Bungurasih ke Stasiun Pasar Turi - PGS - Pasar Turi naik bus kota jurusan Demak / Kupang. Ketika Anda sudah melihat mall besar di kiri jalan bertuliskan BG Junction artinya anda harus bersiap-siap turun. Dari terminal ke Stasiun / PGS / Ps. Turi memakan waktu kurang lebih 45 menit. Bus kota melewati pusat kota.
  2. Dari Terminal Bungurasih bisa juga naik bus kota jurusan JMP. Bus ini lewat jalan tol jadi dijaminn cepat, secepat kilat sampai-sampai sopirnya malas mengerem..jadi waspadalah he he. Anda langsung turun di Pasar Turi di kiri jalan. Patokannya, sesudah bus keluar dari jalan tol 5 menit kemudian, bahkan kurang Anda sudah sampai di Pasar Turi / PGS. Kenek biasanya akan berteriak Loak..Loak. Harap bersiap karena tak lama Anda harus bersiap turun. Jika mau ke stasiun maka Anda turun di Pasar Turi (seberang PGS) ->  menyeberang -> jalan lurus saja melewati banyak toko-toko yang menjual kayu. Stasiun di sebelah kanan Anda tidak jauh dari perempatan tempat Anda menyeberang.
  3. Dari Terminal Joyoboyo tinggal naik angkot (bemo) lyn D warna hijau muda dan langsung turun tepat di depan stasiun. Ketika Anda sudah masuk ke jalan raya yang kiri kanannnya ada banyak penjual kayu dan buku bekas maka artinya Anda harus bersiap turun.
  4. Dari Stasiun Wonokromo bisa naik angkot lyn P ke Terminal Joyoboyo dulu (No 3)
  5. Dari RSUD Dr. Soetomo / Kampus B Unair Anda bisa naik angkot lyn C. Ingat angkotnya harus lyn C yang bertuliskan BLAURAN. Setelah angkot berhenti (selalu ngetem sejenak) di depan mall BG Junction artinya Anda sudah dekat dengan tujuan. 
  6. Dari Tunjungan Plaza (TP) naik angkot / bus kota ke Blauran. Turun pas di depan mall BG Junction. Dari mall tinggal naik bemo C yang ngetem di sana.
  7. Dari Gresik naik angkot jurusan PGS / Pasar Turi. Setelah itu menyeberang -> jalan lurus saja melewati banyak toko-toko yang menjual kayu. Stasiun di sebelah kanan Anda tidak jauh dari perempatan tempat Anda menyeberang.
  8. Dari Terminal Bratang bisa langsung naik angkot / bemo lyn Q turun langsung di depan stasiun & PGS dan menyeberang untuk ke Psar Turi.

Demikian rute angkot yang saya ingat. Jika ada pertanyaan tinggalkan pesan semoga saya bisa bantu :) Selamat berangkot ria


  

Cetak Sendiri Tiketmu

Besok sudah Natal, liburan sekolah dimulai, dan alhamdulillah ada libur kerja. Walaupun tidka ada hubungan antara libur-libur akhir tahun dengan cerita saya kali ini tapi ini mungkin bisa jadi info bagi Anda pengguna kereta api.

Tentunya sekarang hampir semua orang tahu bahwa tiket kereta api bisa dibeli di beberapa merchant yang bekerja sama dengan PT.KAI. Yang namanya Alfamart dan Indomaret pasti banyak bertebaran di sekitar kita. Mereka adalah beberapa merchant yang bekerja sama dengan PT.KAI dan memudahkan kita dalam membeli tiket kereta api.

Saya akan pergi ke Jakarta pada tanggal 13 Februari tahun depan. Setelah saya cek di website KAI seperti yang saya duga sudah tidak ada lagi subsidi dari pemerintah. Jadi KA ekonomi tarifnya tidak lagi Rp. 50,000 melainkan memakai tarif bawah dan tarif atas. Karena saya naik dari Stasiun Pasar Turi tujuan Stasiun Pasar Senen maka saya akan naik KA. Kertajaya. Persis sama seperti yang saya naiki 6 bulan yang lalu sepulang dari Jakarta dari stasiun Pasar Senen. Sama seperti biasanya saya memesan (book dibaca buk ya bukan bok; jadi istilah booking bacanya buking bukan boking) tiket KA lewat Indomaret. Saya beli semalam dengan harga yang paling murah yaitu Rp. 120,000. Bodohnya saya tidak memesan lewat situs tiket.com jadi saya tidak bisa menentukan tempat duduk mengingat saya pergi dengan salah satu teman saya. Nah...bagaimana mendapat kursi yang tepat bisa Anda baca di postingan ini.

Enaknya membeli di Indomaret adalah saya dapat diskon Channel. Well...mungkin bukan cuma di Indomaret di channel lainnya sepertinya ada diskon juga, mungkin. Untuk 2 tiket seharusnya saya membayar Rp. 240.000 tapi saya hanya perlu membayar Rp. 225.000. Saya dapat diskon nsebesar Rp. 15.000. Eh tapi tentu saja masih ada biaya administrasi sebesar Rp. 7500 jadi ujung-ujungnya potongan harga tinggal Rp. 7500. Lumayan lah.

Ingat, ini bukan tiket kereta, masih bukti booking kereta. Jadi saya harus menukarkan dengan tiket asli. Nah struk bisa ditukar dengan tiket asli di stasiun online paling lambat 1 jam dari keberangkatan. Stasiun online adalah stasiun yang melayani pembelian online. Saya rasa di Surabaya Stasiun besar macam Stasiun Pasar Turi dan Stasiun Gubeng melayaninya; tetapi tidak di Stasiun Wonokromo yang notabene stasiun kecil. Bagi Anda yang tinggal jauh dari stasiun cukup datang 1 jam lebih awal untuk mendapatkan tiket cetak. Mengapa 1 jam lebih awal? Karena sudah berlaku sistem boarding seperti pesawat. Jumlah penumpang sesuai dengan yang terdaftar dan nama penumpang sama persis dengan kartu identitas yang digunakan.

Saya berencana datang kurang dari 1 jam keberangkatan, karenanya saya menukarkan tiket kereta lebih awal. Karena hari ini saya juga ada keperluan di PGS - salah satu pusat perbelanjaan dekat dengan stasiun maka saya mampir ke stasiun dulu. Saya masih terheran-heran dengan suasana stasiun yang berbeda. Terakhir saya ke Stasiun Pasar Turi adalah ketika saya datang dari Jakarta, pagi dni hari sekitar pukul 1:30. Karena gelap ya tidak ada yang bisa saya lihat. Tetapi suasana pagi / siang hari sering saya lihat dari kejauhan, dari jalan raya. Saya pikir biasa saja. Saya salah, tadi pagi ketika saya datang Stasiun terlihat bersih dan rapi. Dari jauh dua bangunan besar utama bertuliskan KEBERANGKATAN terlihat sepi dan rapi dan pagarnya tertutup. Stasiun sangat bersih dan tidak banyak orang lalu-lalang. Tidak ada pengasong dan orang-orang yang tidak berkepentingan lainnya. Stasiun benar-benar berubah. Bersih, rapi, nyaman.

Awalnya saya bingung di mana harus menukarkan tiket karena sebelumnya saya menukarkan tiket dengan mengantri di salah satu ruangan Tapi sekarang, dari kejauhan terlihat 2 monitor bertuliskan CETAK TIKET. Letaknya persis di sebelah 3 loket penjualan tiket. Saya bertanya pada petugas di mana saya menukarkan tiket booking saya dan dengan ramah, sigap, dan sabar saya diantarkan ke salah satu monitor. Rupanya ini sistem cetak mandiri. Dengan monitor layar sentuh besar saya tinggal memasukkan kode booking dan kemudian nomor booking muncul. Setelah itu tinggal sentuh ikon PRINT dan kemudian tiket tercetak otomatis di printer di sebelah layar. Wow!!!

Akhirnya...teknologi dan modernitas hadir di stasiun. Hore!!!! Walaupun dibantu petugas untuk menyobek tiket tapi saya senang bisa sentuh sana sentuh sini di layar itu. He he... Dan tercetaklah 2 tiket tersebut. Sialnya saya mendapat tempat duduk untuk 3 orang. Artinya saya harus duduk bersebelahan dengan orang lain. Tidaaaaak :( Apes sekali. Jadi bagi Anda yang ingin berdua-duaan saja pastikan membeli tiket di merchant yang menjual tiket KA di mana Anda bisa memilih sendiri tempat duduk Anda. Panduannya bisa dilihat di sini

Saya semakin tidak sabar menanti hari keberangkatan. Siapa tahu pengalaman naik KA Ekonomi bakal berbeda karena pelayanan dan kenyamanan yang lebih baik lagi, Semoga :)